Archive for the ‘ Uncategorized ’ Category

Maka, Maafkanlah Mereka Saudaraku

Jangan jadikan hatimu mudah dihanyutkan seperti bunga karang ditepi laut yang kian ternoda manakala diterpa gelombang.
Jadilah seperti cermin yang tetap kokoh, berbagai isu dan tuduhan hanya lewat dihadapannya dan tidak menetap padanya.
Cermin menolak semua dengan kekokohannya.
Jika tidak demikian dan jika hatimu tetap menghirup semua syubhat yang melewatinya,
niscaya ia akan menjadi sarang segala tuduhan dan isu yang tidak jelas.

Ketahuilah,
diantara kaidah syariat dan hikmah menyebutkan bahwa siapa yang banyak dan besar kebaikannya
serta telah menanam pengaruh nyata dalam islam, mungkin saja ia melakukan kekeliruan yang tidak dilakukan orang lain.
Orang seperti itu dapat dimaafkan dengan maaf yang tidak diberikan kepada selain dirinya.
Sesungguhnya kemaksiatan adalah kotoran,
tetapi jika masuk kedalam air yang kadarnya dua kullah,
tidaklah air itu menjadi kotor pula.

itulah salah satu nasehat yang disampaikan seorang guru kepada muridnya,
ialah syaikhul islam ibnu taimiyah kepada ibnul qoyyim aljauziah

Iklan

begitulah,

kadang ketidaktahuan atas suatu hal

itu lebih menenangkan

dan jauh lebih sederhana

sesederhana aku dan kamu

yang tidak saling mengetahui

Senyummu

Oh bukanlah, cantikmu yang kucari
Bukanlah, itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi

Kutahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu
Tetapi kau tahu
Yang kutunggu hanyalah, senyummu

-letto-

Kutemukan arti kerinduan
Dan kumengerti yang kucari

CintaMu, Luar Biasa

Semoga Tak Ada NikmatMu yang telah kami dustakan ya Rabb

Karena Air Mata ini bukan karena diriku yang cengeng

Tapi ini karena aku bingung begitu besar cintaMu padaku

Bahkan dalam kondisi keterbatasanku dalam penghambaan padaMu

Kau.. ya Kau.. Rabbku

kau masih memberikan banyak ibroh dan pembelajaran

(thufailalgifari.com)

Allah tidak pernah meninggalkan kita, Allah selalu mencintai kita, namun kitalah yang sering melupakan Allah, kita yang sering menjauh dari Allah (Ust Arifin Ilham)

Akan Seperti Apa Kisah Kita?

Akan seperti apa kisah kita?
Mungkinkah seperti Arai dan Zakiah Nurmala?
Penuh Perjuangan dan kesabaran
Disertai kehebatan menyimpan rasa

Akan seperti apa kisah kita?
Mungkinkah seperti Ran Mouri dan Shinichi?
Penuh misteri dan rahasia
Begitu dekat tapi tak terasa

Akan seperti apa kisah kita?
Mungkinkah seperti Naruto dan Hinata?
Penuh kekaguman dan rasa malu
Namun bisa saling menjaga

Akan seperti apa cinta kita?
Mungkinkah seperti Ali danFathimah?
Penuh kesederhanaan dan penerimaan
Manjadi teladan sepanjang masa

Akan seperti apa cinta kita?
Mungkinkah seperti Muhammad dan Khadijah?
Penuh kesantunan dan kedewasaan
Menjadi inspirasi cinta sejati

Akan seperti apa cinta kita?
Akankah kita bisa menjaga dan membesarkannya?
Akankah setiap prosesnya senantiasa dalam ridho-Nya?
Akankah selamanya sampai di jannah-Nya?

Sebuah tawaran sederhana dariku, cinta
MARI KITA TEMUKAN JAWABNYA BERSAMA


Teruntuk (calon) istriku, ratuku, permaisuriku, bidadariku…

REKAM JEJAK INSPIRASI

Salam terbaik saya sampaikan

Untuk para pejuang kebaikan

Yang pengorbanannya tak lagi diragukan

Yang setiap nafasnya menjadi inspirasi keikhlasan

Terimalah ucapan terimakasih yang saya berikan

Kiranya, Allah membalas dengan sebaik-baik balasan

Jazakumullah khoiran katsiran

 

Banyak sekali hikmah dan inspirasi yang saya dapatkan saat pertemuan FSLDK Nasional di Ambon, Juli 2010. Tak terbayangkan oleh saya, ada kampus yang mengkhususkan para alumninya untuk menjadi seorang dai, bukan sembarang dai yang menginginkan dirinya terkenal dan masuk tipi, namun dai belakang layar, yang justru, menurut saya, memiliki khans tersendiri dalam menginspirasi orang-orang seperti saya dengan pengorbanan dan perjuangan mereka.

 

Jika boleh menceritakan kembali , setiap lulusannya, diwajibkan untuk berkelana di setiap pelosok nusantara indonesia, bahkan ke pedalaman-pedalaman yang tidak ada didalam peta. Terbayang perjuangan mereka yang berdakwah kepada sebuah masyarakat yang sangat asing terhadap islam, bahkan mendengar islampun baru pertama kali. Saya sendiri mendapat cerita tentang suksesnya dakwah di pedalaman papua, setelah melalui manuver-manuver dakwah yang dahsyat, diantaranya menikahi putri dari salah kepala suku, benar kawan, menikahi putri kepala suku pedalaman papua , bisakah teman-teman bayangkan betapa dahsyat perjuangan dakwah mereka.

 

Ada juga cerita, tentang alumninya yang syahid di jalan dakwah, ketika dakwah yang disampaikannya tidak diterima di suatu suku tertentu. Dan hal ini, memang sudah mereka perhitungkan sebelumnya, mereka sadar tentnag dakwah ini, nyawa adalah taruhannya. Sebauh tamparan tersendiri bagi saya yang, kadang, masih belum total bahkan bermalas-malasan dalam dakwah.

 

Untuk ranah dakwah kampus sendiri, saya berkesempatan untuk berbagi cerita kepada para pejuang dakwah dari universitas cendrawasih dan STAI, papua. Banyak sekali yang kami perbincangkan terkait perkembangan dakwah kampus. Perlu diketahui, banwasanya di universitas yang saya sebutkan tadi, muslim adalah minoritas. Bisa dibayangkan betapa keras perjuangan mereka dalam dakwah. Ketika kita enak-enakan dengan adanya dakwah wilayah, LDF dan LDPS, mereka yang disana sedang memperjuangkannya kawan. Perjuangan sebuah lembaga dakwah wilayah. Coba bayangkan, ketika penggerak dakwah, bahkan muslim, dalam satu kelas hanya ada satu orang. Kita disini yang mayoritas, malah kadang mandek dalam dakwah. Pantaslah kita malu jika bertemu dengan mereka.

 

Belum lagi cerita dari kawan-kawan kita asal ternate, maluku utara, yang untuk mendapatkan dana untuk keberjalanan roda dakwahnya, mereka sampai-sampai harus memindahkan bukit dengan cangkul, benar dengan cangkul kawan. Saya kira, cerita-cerita seperti ini hanya ada pada dongeng-dongeng klasik atau semacamnya. Entah mengapa, saya jadi teringat perjuangan Nabiyullah Muhammad ketika penggalian parit saat perang khandak. Dan setelah 14 abad berlalu, perjuangan itu diteruskan oleh mereka, pejuang dakwah maluku utara. Subhannalah,..

 

Salah satu kakak saya di kampus, dulu, pernah bercerita, jika ingin mengetahui tingkat militansi kita dalam berdakwah, Cobalah merefleksikan pada para pejuang dakwah di wilayah timur indonesia. Dan pada saat itu saya baru paham maksud dari kata-kata itu. MILITANSI KITA MEMANG PATUT DIPERTANYAKAN…

 

Masih banyak sebenarnya cerita yang ingin saya bagi, mudah-mudahan Allah memberikan ilham dan kesempatan. Kiranya kita harus banyak belajar bahkan berguru pada mereka, para ksatria dakwah islam yang tak terdengar. Sejenak, mari kita doakan mereka, para pejuang dakwah yang tak terdengar, kiranya Allah senantiasa menjaga mereka dan memudahkan segala urusan mereka. Yakinlah, bahwa doa yang kita panjatkan akan sampai pada mereka. Dan mungkin, hanya doa yang mampu kita berikan pada mereka.

 

Sekedar mengingatkan, untuk FSLDK NASIONAL 2012, GAMAIS ITB lah yang akan menjadi tuan rumah. Sudikah kiranya teman-teman menggaungkan kabar gembira sekaligus amanah ini kepada penduduk tanah ganseha yang lain. Kita akan menyambut lebih 3000 pejuang dakwah kampus dari ujung barat  Universitas syah Kuala, ACEH sampai ujung timur Universitas Cendrawasih, Papua. Sudah sejauh manakah persiapan kita??, akankah gamais itb, yang katanya, LDK rujukan nasional, benar-benar memberikan inspirasi lebih dalam kancah dunia ke-LDK-an. Hajat besar ini adalah tanggung jawab kita bersama kawan. Karena Indonesia madani bukanlah mimpi.

KAMPUS MADANI UNTUK INDONESIA MADANI

 

SEOLAH-OLAH ALLAH MEMBISIKAN KATA-KATA INI PADAKU,..

LIHATLAH MEREKA DALAM BERJUANG

LIHATLAH MEREKA DALAM BERKORBAN

APA YANG ENGKAU LAKUKAN

SUNGGUH TAK ADA APA-APANYA

MAKA, SELALULAH BELAJAR, DARI MEREKA

YANG SUARA DAN GERAK LANGKAHNYA TAK TERDENGAR

NAMUN GETARNYA SAMPAI KE LANGIT KEMULIAN

GAMAIS ITB, TUAN RUMAH FSLDK N 16 2012, MARI BANGUN MIMPI KITA BERSAMA DISINI,..

MELIHAT LEBIH DEKAT MENCOBA LEBIH BERMAKNA

Bila kulihat kenyataan yang ada

Ketika kesadaran belum sepenuhnya tertanam

Tak wajar berharap untuk berbuat lebih

Hanya berbuat apa adanya

Tak bertenaga apalagi bermakna

Terlalu biasa untuk sesuatu yang teramat istimewa

 

Bila kulihat kenyataan yang ada

Ketika keikhlasan belum sepenuhnya tertuang

Maka semua yang engkau lakukan sekarang

Tak akan mampu menggerakan

Apalagi membawa perubahan

Untuk sebuah peradaban yang diimpikan

 

Kucoba menafikan kenyataan yang ada

Beban cinta ini terbagi merata sempurna

Sehingga tiap pundaknya laksana baja

Baja yang menanggung beban sesuai modulusnya saja

Tak mudah berkarat karena terlindung oksida ukhuwah

Kuat, tak mungkin patah tiba-tiba

 

Kucoba menafikan kenyataan yang ada

Amanah cinta ini pastinya mengakar sempurna

Sehingga harum bunga dan manis buahnya

Bisa dinikmati, bahkan oleh mereka yang tuna pancaindra

Bertenaga sempurna membawa perubahan bermakna

Peradaban islam yang mulia

 

Maka biarkan aku bertanya kepada aku dan kamu

Sudahkah hati ini berpadu satu

Mencurahkan cinta hanya kepada pemiliknya yang paripurna

Bersua hanya untuk tunduk pada-Nya, Sang Pemilik segala Maha

Bersatu hanya untuk menyeru di Jalan-Nya yang suci tak bernoda

Berikrar untuk jadi pembela syari’at-Nya yang murni tak berjelaga

 

Dan inilah doa yang aku panjatkan tiap hari

Doa yang terlafazkan dengan mengingat wajah kalian

Wajah yang senantiasa bercahaya karena cinta dan mencintai-Nya

 

KUATKANLAH IKATANNYA

KEKALKANLAH CINTANYA

TUNJUKILAH JALAN-JALANNYA

TERANGILAH DENGAN CAHAYAMU

YANG TIADA PERNAH PADAM

YA ROBBI BIMBINGLAH KAMI

 

LAPANGKANLAH DADA KAMI

DENGAN KARUNIA IMAN

DAN INDAHNYA TAWAKAL PADAMU

HIDUPKAN DENGAN MA’RIFATMU

MATIKAN DALAM SYAHID DIJALANMU

ENGKAULAH PELINDUNG DAN PEMBELA

 

 

Untuk keluarga dan saudaraku

Keluarga Mahasiswa Muslim Sipil (KMMS) ITB

Keluarga Mahasiswa Islam Fakultas Teknik Sipil Dan Lingkungan (GFTSL) ITB

Keluarga Mahasiswa Islam (GAMAIS) ITB

PPSDMS Regional 2 Bandung

Dan sahabatku semuanya

Sungguh, aku mencintai kalian karena Allah

ayo sama2 belajar