Archive for the ‘ selfsupport ’ Category

8 JUNI 2013

Hanya ingin menjadi hamba yang bersyukur

WANTED!!!

Hendaklah engkau berteman dengan orang yang dengan melihatnya saja akan mengingatkanmu kepada Allah

Kewibawaannya ada dalam hatimu

Ucapannya menambah amalanmu

Amalannya menjadikanmu zuhud terhadap dunia

Engkau tidak bermaksiat selama ada didekatnya

Menasehatimu dengan bahasa amalnya bukan hanya dengan bahasa hatinya

-Teman yang harus dicari, Dzunun Misri, Tabiin-

Orang yang berusaha selalu berkumpul dengan orang shaleh akan mendapatkan berkah dari melihat orang saleh meskipun ia tidak beramal sebagaimana mereka. Sabarkan dirimu dengan melihat mereka sehingga anda mendapatkan pengaruh mereka dan jiwamu menjadi baik dengan melihat wajah mereka. Mereka adalah kaum yang tidak membuat susah orang yang bersama mereka.

Mudah-mudahan selalu ditemani orang-orang shaleh, amin ya Robb

Yakin ga yaaa???(part 2)

Sempurnakan setengah agamaku
Biar ku cintai semua kekuranganmu
Ajarkan aku menerima mensyukuri dan dewasakan hidup ini
Bersamamu, terukir kisah makna cinta sejati
Karena bersama Allah
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja

Jikalau pencarian ilmu dan aktivitas dakwah sampingan dari mencari pasangan hidup, khawatirlah keduanya berhenti saat kekasih ditemukan.
(anonim)

Saya sangat takjub dan heran dengan orang-orang yang tidak menikah karena takut miskin dan tidak mau mencari kekayaan melalui pernikahan, padahal Allah SWT telah menjaminnya.
(Umar bin Khattab)

Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
(QS An-nur : 32)

Yakin ga yaaa???

saya terima nikahnya saudari … binti … dengan mas kawin ….dan seperangkat alat shalat, tunai.

Yakin ga yaaa???

Bismillah,.

Dari perbincangan menarik bersama teman-teman seperjuangan, didapatkan kesimpulan, setidaknya ada tiga prinsip keyakinan yang mesti dimiliki menjelang pernikahan:

– Prinsip keyakinan bahwasanya jika memang ianya adalah jodoh kita, maka akan tiba juga di ujungnya,mitsaqon ghalido. Biarpun tersendat disana-sini namun terasa lancar begitu saja dan biarpun susah minta ampun akan terasa mudah. Ga bakal tertuker dan salah alamat.

– Prinsip keyakinan bahwasanya Allah akan membukakan hati setiap pihak yang terlibat hingga nanti bisa sampai di ujungnya, mitsaqon gholido. Pertama, mungkin hati ikhwannya yang dibuka untuk kemudian memulai prosesnya. Setelahnya, mungkin hati akhwatnya. Dan seterusnya. Sehingga ada ketersalingan antar keduanya. Jangan terlalu memaksakan jika memang tidak ada ketersalingan didalamnya. Buat apa memperjuangkan seseorang yang tidak mau untuk diperjuangkan??

– Prinsip keyakinan bahwasanya tujuan yang ingin dicapai adalah kebaikan yang lebih besar tanpa menghancurkan kebaikan yang lain. Jangan sampai kemudian karena satu dan lain hal, membuat persahabatan, ukhuwah dan silaturahim yang telah dijalin sedemikian rupa menjadi hancur. Sayang banget kalau peluang kebaikan yang besar dimasa depan kemudian menjadi hilang karena asumsi-asumsi perasaan yang ada. Seolah-olah hubungan yang dijalin hanya sebatas waktu yang pendek saja. Bahkan bagi kita, orientasi hubungan bukan hanya didunia, tapi sampai ke jannahNya. Apapun ikatannya, tidak harus ikatan pernikahan bukan??

Maka beruntunglah mereka yang memahami arti cinta kemudian mempersiapkan diri sebaik-baiknya serta selalu memperbaiki diri sebenar-benarnya sampai nanti waktunya tiba untuk saling memperjuangkan satu sama lainnya.

K.O. PADA HANTAMAN PERTAMA

Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka TANPA BATAS.
(QS Az-zumar:10)

Mencoba kembali memaknai arti satu kata ini, sabar. suatu sikap yang seharusnya semakin matang terinstall dalam diri ini. memang, jika ingin lebih memahami arti kata ini, maka bertanyalah pada orang yang tepat, yaitu orang yang paling banyak mengalami ujian kesabaran. ia yang mendapati ujian dari kecil, ketika ditinggal ayah bunda selamanya, pun saat menerima beban risalah, ditinggal paman pelindung setia dan istri tercinta, serta sederet ujian tingkat tinggi lainnya, mencoba belajar darimu,Muhammad SAW tentang makna sabar. ajarilah aku.
Diriwayatkan dari anas bin malik, dia berkata, suatu ketika rasullullah melintas didekat seorang wanita yang sedang menangis diatas sebuah makam. beliau bersabda, “bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”.
namun, tiba-tiba wanita itu menyergah, “menjauhlah kau dariku! karena kau tidak pernah mengalami dan merasakan musibah seperti yang menimpaku ini.”
setelah rasul pergi, seseorang memberi tahu wanita itu bahwa yang berbicara dengannya adalah rasullulah. wanita itu lalu mendatangi rasullullah dan berkata, “sekarang aku baru mengenalmu”.
rasul menukas, “sesungguhnya kesabaran adalah pada hantaman pertama”.
(HR bukhari muslim)

banyak sekali kisah dalam kehidupan sekitar kita yang sebenarnya sangat erat dengan kesabaran, karena dimensi sabar yang memang sangat luas. bukan hanya dalam menghadapi musibah, namun dalam melaksanakan ketaatan, memerangi kemungkaran dan menjauhi kemaksiatan diperlukan sikap tak ternilai ini.
misalnya saja, pernah suatu ketika dalam suatu organisasi dakwah, karena beban yang dirasa amat berat, banyaknya tuntutan dan tekanan yang dirasa, si x akhirnya memutuskan untuk meminta mengundurkan diri dari organisasi tersebut. tapi setelah memikirkan lebih jauh, keputusan tersebutpun akhirnya harus ditarik kembali. suatu keputusan yang amat disesalinya, ketika pernah menyampaikan keinginannya untuk meninggalkan amanahnya didakwah kepada orang lain.
ada pula cerita, dalam suatu rapat, si y merasa ide dan gagasannya tidak diterima dalam rapat tersebut, akhirnya terucapkanlah kata, “silahkan antum saja yang menjalankan, antum lebih tahu tentang hal ini, ana memang tidak tahu apa-apa”. tentu saja sambil diikuti warna muka yang tidak meyenangkan. ia jatuh dihantaman pertamanya. dan seperti yang biasa kita lihat, ujung dari hal-hal seperti ini adalah penyesalan. penyesalan terhadap diri sendiri yang masih belum bisa bersabar.
lain lagi cerita si z, sudah tak sanggup dia menahan perasaan suka yang dimilikinya terhadap si y, akhirnya disampaikanlah apa yang dirasakannya itu kepada si y, padahal belum ada kesiapan yang dimiliki oleh si z untuk menikahi si y. pun, setelah menyampaikan perasaannya tersebut, yang tersisa adalah penyesalan, penyesalan karena belum mampu bersabar dalam menghadapi perasaannya yang masih labil. satu lagi k.o dihantaman pertama.

serta ada  berjuta permisalan lain yang ada disekitar kita. tanda-tanda sangat mudah dilihat, dari warna wajah, kata-kata yang keluar dari mulut serta bahasa tubuh atau sikap tak mengenakkan lain yang sejenis. suatu sikap yang pada awalnya TERASA BENAR DAN SESUAI namun jika direnungkan lebih jauh lebih banyak menimbulkan penyesalan.

dan sepertinya kita semua sepakat, jika pertanda orang sabar, adalah ketenangan. ketenangan yang timbul dari suatu keyakinan, bahwa segalanya adalah bagian dari ketetapanNya, yang diyakini penuh kebaikan dan sarat pembelajaran kebijaksanaan. sungguh benar perkataanmu baginda rasul, kesabaran adalah pada hantaman pertama. dan aku berjanji, tak akan lagi kumudah jatuh pada hantaman pertama itu.

“hidup yang dituntun dengan kesabaran akan menjadikan kehidupan selalu berjalan diatas nurani yang dipenuhi berkah dan akan berakhir dengan surga yang kekal. kesabaran akan terasa pahit diawalnya layaknya sebuah obat, tetapi hasil yang didapat kemudian adalah rasa manis yang takkan ada habisnya”.

“rasa berat terjadi saat suatu hal yang membuat diri terasa berat itu datang menghantam, karena semua bentuk perubahan dari satu kondisi ke kondisi yang lain, apalagi hal yang menyakitkan, selalu menyebabkan perubahan psikis didalam jiwa manusia. selanjutnya, hal yang datang itu pasti akan terasa lebih ringan, bahkan terlupakan karena situasi dan kondisi yang datang setelahnya.”

“setiap kondisi dan situasi buruk mempunyai daya hantam yang berbeda, ketika seseorang berhasil melewati hantaman terkuat dari sebuah situasi buruk dia pasti akan berhasil mengubah musibah menjadi rahmat, sakit menjadi nikmat dan kegelisahan menjadi ketenangan. bahkan orang yang sudah mencapai  tingkat ini, segala bentuk penderitaan akan berubah dengan sendirinya menjadi ketenangan. tentu saja, keterampilan batin seperti ini hanya dapat dicapai setelah orang tersebut piawai melewati hantaman pertama dari segala hal buruk yang menimpanya dengan kegemilangan”.
fethullah gullen dalam penjelasan tentang kesabaran rasul muhammad SAW

Jika SABAR adalah GOLOK PEMBUNUH NAGA maka SYUKUR adalah PEDANG LANGITNYA
Dan jika kau berhasil memiliki keduanya, bersiaplah memiliki jurus tersakti di jagat raya

Sungguh, Aku MencintaiMu

Hamba bermunajat kepadaMu sepenuh raga, jiwa dan hati
Selama hamba hidup, setiap hari
Dalam setiap nafas, hamba berjanji
Hanya untukMu, hidup ini Kujalani

Ya Allah
Engkau hidupkan kembali jiwaku
CahayaMu menyinari  masuk kedalam hatiku
KeridhoanMu, kini  satu-satunya tujuanku

Sungguh, aku mencintaiMu
Sungguh, aku mencintaiMu

Kini kutahu bagaimana indahnya
Dalam hidupku, memiliki cintaMu yang begitu berharga
Kini kutahu bagaimana rasanya
Ditiap ujungnya, ketenangan selalu menjelma nyata

Kuberharap semua orang ‘kan tahu
Betapa luar biasanya mencintaiMu
Kuberharap setiap orang ‘kan melihat
Betapa cintaMu telah membebaskanku
Membebaskanku dan menguatkanku

Engkau berikanku kemampuan mengatasi kelemahan
Buatku berdiri teguh menghadapi semua ujian
Engkau hidupkan kembali jiwaku
CahayaMu menyinari masuk kedalam hatiku
KeridhoanMu, kini  satu-satunya tujuanku

Cintaku, hidupku, hariku, malamku,hartaku, doaku semuanya untukMu
Dan ku berjanji, tak akan menempatkan seorang atau apapun sebelum diriMu

Sungguh, aku mencintaiMu
Sungguh, aku mencintaiMu

Sebuah gubahan dari lagu luar biasa : Maher Zain, i love You so…

Ya Allah
Syukurku selamanya padaMu
Rangkaian kata indah tak akan pernah cukup untukMu

Hidup : Rangkaian Ujian

Hidup penuh liku-liku
ada suka ada duka
semua insan pasti pernah merasakannya
jalan hidup rupa-rupa
bahagia dan kecewa
baik buruknya sudah pasti ada hikmahnya

(sebuah lirik lagu dangdut)

Bismillah,.

Bada tahmid dan shalawat.

Ini adalah salah satu hal yang saya pikirkan terkait hidup dan kehidupan, setidaknya kehidupan saya sendiri.

Hidup adalah rangkaian ujian yang harus sesempurna mungkin terselesaikan. Ujian yang menimpa kadang berupa rangkain seri yang datang bertubi-tubi tanpa henti. Kadang juga berupa rangkaian paralel, yang sekalinya datang bersamaan membuat sesak pikiran dan hati. Ujian yang adapun bisa berupa ujian, yang menurut kita, ujian yang menggembirakan dan membahagiakan. Ada pula ujian, yang sekali lagi, menurut kita, menyengsarakan.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

(Al fajr : 15-16)

Banyak orang yang mendefinisikan jika ujian hanya berupa kesempitan hidup dan kesengsaraan kehidupan, namun pada dasarnya tidak demikian. Ujian bukan hanya kekurangan dalam sandang, pangan, papan serta ketakutan dan kekhawatiran kita akan keberlangsungan hidup dan masa depan, seperti masalah pendidikan, keluarga, percintaan, pekerjaan, pertikaian dengan orang lain serta masalah – masalah yang disebabkan diri sendiri dan sebenarnya ada dalam hatinya sendiri (galau mungkin salah satunya). Bukan hanya hal ini. Tetapi, melimpahnya harta bermilyar dollar, kendaraan dan rumah mewah, jabatan eksekutif dan kedudukan informal serta anak istri yang menyejukkan hati adalah bentuk ujian pula.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Albaqarah : 155-157)

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
(Azzumar : 49)

 

Karakteristik ujian

Ujian bersifat universal

Setiap individu manusia yang ada dimuka bumi, pastinya mengalami ujian. Dari yang hidup di pedalaman hutan terdalam sampai manusia yang hidup dihiruk pikuk kota metroplitan. Pun manusia yang paling primitif sampai manusia yang paling modern sekalipun. Semuanya mengalami ujian, dari yang hidup di jaman batu sampai sekarang hidup di jaman pentium i7 . Namun, ada yang berbeda bagi seorang yang beriman, karena ujian yang didapatkannya adalah sarana untuk mendekatkanya kepada Sang Maha Kuasa. Allah, Robbul alamin

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?  Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

(Al ankabut : 2-3)

Jadi, ujian yang dianugerahkan Allah  adalah sebuah konsekuensi logis akan keimanan yang bersarang dihati hambanya. Dan,  mudah saja membuat parameter bagi seorang mukmin dalam menjalani ujian hidupnya ini. Cukup SATU PERTANYAAN : Apakah setiap ujian yang datang semakin membuatnya bertambah DEKAT kepada Allah, atau justru sebaliknya, balik kanan dan menjauh. Simpel sekali bukan? Tinggal dijawab masing-masing.

 

Ujian bersifat unik dan eksklusif

Setiap individu, memiliki ujian yang berbeda-beda, baik dari kadar maupun intensitasnya. Sangat variatif. Satu individu dengan individu yang lainnya tak ada yang sama jenisnya karena memang Allah Maha Mengetahui kapasitas individu dan beban yang pas yang mampu individu itu pikul. Dan sebagai seorang muslim, kita harus sangat-sangat meyakini jika ujian yang diberikan Allah tak akan pernah melebihi kapasitas kita. Dan kita harus sangat-sangat yakin pula, jika ujian yang diberikan pada kita adalah TERBAIK yang Allah berikan. 5W + 1H nya sudah superpresis, ga mungkin tertukar apalagi salah.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(Al-Baqarah : 286)

 

Ujian ada sampai nafas terakhir kita

Tak akan pernah berhenti ujian yang diberikan Allah karena sebegitu sayangnya Allah pada hamba-Nya, pada kita semua. Pembebanan yang diterima dari masa baligh akan terus ada sampai detik terakhir hidup kita. Setidaknya pembebanan sebagai ‘ibadullah,pembebanan sebagai khalifah fil ard dan pembebanan sebagai pengemban amanah dakwah.  Tak akan pernah berhenti. Dan ini masalahnya, kita tidak akan pernah tahu, ‘soal ujian’ yang mana yang merupakan soal terakhir yang Allah berikan. Karena mungkin saja, tulisan ini adalah ujian terakhir bagi sang penulis dan tak ada lagi ujian setelahnya. Serta 1001 kemungkinan soal ujian terakhir lainnya. Dan dari ujian-ujian yang telah Allah berikan, jika dicoba dihitung-hitung, ternyata, harus diakui dengan jujur, tidak semua ujian bisa selesai. Bahkan gagal total. Dan kemungkinan terpeleset dalam ujian selanjutnya terbuka menganga. Kiranya bukan karena rahmat dan ampunan Allah, entah bagaimana cara remedial ujian-ujian tersebut. Semoga saat mengerjakan ujian terakhir itu, bisa mengerjakannya dengan baik dan penuh kesungguhan. Khusnul khatimah ya robb, amin.

Ya Allah, Ya Robb

Kiranya setiap anugerah ujianMu padaKu

Semakin mendekatkanku padaMu

Sehasta demi sehasta

Selangkah demi selangkah

 

Hingga bisa kumerapat

Dan sangat berharap

Engkau akan sudi mendekap erat

Dalam kasih sayangMu

Dalam Rahmat ampunanMu

Dan jika rapotnya dibagikan nanti, berharap, dengan sangat, kita mampu mengambilnya dari tangan kanan kita dengan muka yang menyemburatkan cahaya indah keimanan