Archive for the ‘ cerpen ’ Category

Inilah Bidadari yang Keempat, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KEEMPAT

Dan inilah yang  terakhir. Ia merupakan cahaya mata baginda rasul. Jika ingin tahu sifat,karakter, cara bicara bahkan cara berjalan rasul versi perempuan, maka ialah yang paling mirip dengannya. Inilah Fathimah binti Muhammad.

Saya tidak melihat seorangpun yang cara berjalan, tingkah laku, pembicaraan, dan saat berdiri juga duduknya yang sangat mirip dengan rasullullah selain fatimah. (HR Tirmidzi)
Dari ketiga nama sebelumnya, mungkin Fathimah adalah contoh terbaik buat kita sekarang. Bisa di bilang paling representatif dengan jiwa muda kita.

Fathimah kecil adalah saksi pembangkangan kafir quraish terhadap apa yang dibawa oleh ayahnya. Ialah yang kemudian membersihkan pakaian rasul, saat kotoran ditimpakan padanya. Ia pula yang kemudian dengan lantang berorasi didepan kaum kafir yang menyakiti baginda rasul. Sungguh wanita yang sangat pemberani. Setidaknya ‘kecerewetan’ seorang wanita di tempatkan proporsional olehnya.

Fathimah juga mendapatkan tempa ujian yang dahsyat. Dari kecil, dia membersamai orangtuanya dalam embargo, membuatnya kehilangan masa kecil yang seharusnya nyaman dan mengasyikan, dan saat usianya belasan, ia harus rela untuk ditinggalkan sang ibu dan saudari-saudarinya yang lain. bayangkan betapa beratnya ditinggal ibu dan saudari-saudari tercinta dalam kurun waktu yang tidak telalu lama. Namun, bukan Fatimah namanya jika tidak tegar menghadapi ujian. Bahkan kemudian ia yang mengurusi setiap kebutuhan dari ayahandanya. Benar-benar contoh bakti yang luar biasa, itulah sebabny ia terkenal dengan sebutan ummu abiha (anak yang menjadi seperti ibu bagi ayahnya).

Dan tentu saja, tak lengkap jika membicarakan fatimah, namun tidak memibicarakan kisahnya bersama suaminya, Ali bin abi thalib. Kisah cinta mereka berdua memang menjadi teladan bagi muda-mudi dalam mengontrol setiap apa yang berkecamuk dalam hatinya. Bahasa gaulnya mungkin kegalauannya kali ya?? Rasa yang ada di hati fathimah , tersimpan sangat rapi. Kata cinta, terucapkan hanya ketika ia yang telah mengusik hatinya (ali) menjadi penyempurna separuh agamanya. Hal yang sangat langka untuk kurun waktu sekarang.

Dari kehidupan fatimah, kita juga mungkin banyak belajar tentang makna kesederhanaan dan penerimaan. kita tentu paham dengan kehidupan keluarganya yang pas-pasan, menuntutnya untuk lebih banyak berkorban dan bekerja dengan tanganya sendiri. Kehidupan awal-awal rumah tangga untuk pasangan muda. Padahal dia adalah putri kesayangan Rasul, manusia termulia. Coba sedikit kita renungkan nasehat nabi sekaligus ayah kepada putri kesayangannya.

“Kalau Allah menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu
Wahai Fathimah, barangsiapa perempuan yang menumbukkan (gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.

Wahai Fathimah, barang siapa perempuan berkeringat manakala menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga “Kautsar” kelak di hari Kiamat.

Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fathimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan. Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman diantara taman-taman surga. Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau (dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya (pahala) seratus haji dan umrah.
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan’rahmat’.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit memanggilnya”mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat”.

Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus melewati shirat”
Namun, kita tentu bisa lihat, hasil dari apa yang ia lakukan, dari setiap ujian dan dari setiap pengorbanan yang dilakukannya. Allah mengangkat derajatnya dunia akherat dan melahirkan dari rahimnya anak-anak yang menjadi penerus keturunan Rasullullah.

Walaupun, hidupnya tidak lebih dari 30 tahun, namun inspirasi yang diberikan Fathimah sewajarnya terus hidup bagi wanita-wanita genersi setelahnya. Termasuk generasi kita sekarang.

Ohh iyaa, ada satu hal yang menarik.
Ali dan fatimah adalah sama-sama orang yang cukup cakap dalam bersyair dan bersastra. Cukup banyak syair-syair yang  dibuat oleh fatimah dan tak terhitung syair yang di buat oleh ali. Pokoknya mereka berdua, teladan deh bagi pasangan muda.hehe

Demikian saudara-saudariku sedikit kisah wanita terbaik dunia akherat. Dari kisah diatas kita bisa mengmbil banyak sekali persamaan yang ada pada mereka.
Ujian yang mereka dapat tentu saja bukan ujian yang ecek-ecek, tapi sebanding dengan julukan yang kemudian ada pada mereka,wanita terbaik dunia dan akherat. Jadi ya, jangan khawatir bagi mereka yang mendapatkan ujian yang berat, barangkali Allah tengah mengupgrade diri kita, sehingga menjadi pribadi yang lebih berharga disisiNya.

Mereka juga terkenal dengan wanita mutakamil atau wanita yang sempurna. Baik dari sisi lahiriah maupun ruhiah. Mereka terkenal dengan sebutan jamilatul jamil  (Cantik dari yang tercantik), itu dari sisi lahir sedangkan dari sisi ruhiah, mereka terkenal dengan sebutan albatul atau atthohrohyang berarti  suci. Sempurna kan yaa??

Dari keempat nama tersebut, kita juga bisa melihat, karakter atau sifat luar biasa yang seharusnya melekat pada seorang ibu. Asiyah dengan musa, walau ia hanya anak angkatnya, Maryam dengan isa, Khadijah dengan anak-anaknyany yang cukup banyak ,serta Fathimah dengan para pemuda penghulu surganya. Kasih sayang mereka, didikan dan teladan mereka pada anak-anaknya itulah kunci keberhasilan pengasuhan mereka. Ibu memang sosok luar biasa, kita pasti sepakat dengan kalimat barusan.

Kisah mereka mungkin menjadi pembelajaran bagi kaum wanita khususnya, bahwa dalam islam, tidak membatasi potensi kebaikan dan kebermanfaatan yang mungkin dilakukan dari seorang wanita. Apakah itu menjadi engineer, dokter, farmasist, scientist, guru, ahli gizi, plantologist, polwan, entrepreneur,  dan profesi lainnya. Namun, tentu saja,  tidak boleh melupakan potensi kebaikan dan kebermanfaatan  terbesar yang  Allah berikan kepada kaum wanita, yaitu menjadi ibu. Mengandung, melahirkan dan mendidik anaknya dengan didikan robbani.

Saksikanlah, Ya Allah, Bahwasanya saya telah menyampaikan…

Referensi:
4 wanita terbaik dunia akherat, ali awudh uwaidhoh dan Najib Khalid al Amir
Kebebasan wanita jilid 1,abdul halim abu syuqqoh
Wanita-wanita hebat pengukir sejarah, Ibrahim mahmud abdul radi
Ali bin abi thalib the glorious, abdurrahman assyarqowi

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari penantian

Iklan

Inilah Bidadari yang Ketiga, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KETIGA

Inilah sosok wanita yang tak kalah supernya, beliau merupakan istri al amin, Muhammad.
Butuh keberanian yang tinggi untuk ‘nembak duluan’ bagi seorang wanita, Khadijah yang memang meilhat keistimewaan dan budi pekerti yang luhur dari Muhammad, tentu tidak ingin kehilngan kesempatan untuk bersanding dengan sosok seperti Muhammad. Dan tentu saja, apa yang dilakukannya membutuhkan mental baja, terlebih dengan backgroundnya sebagai janda. Tapi apakah itu membuat dirinya menjadi hina??
Tidak sama sekali kawan.

Gambaran sosok Khadijah di mata saya sebenernya cukup simpel, Khadijah adalah teladan sejati para istri dalam rangka ketaatannya pada suami. Teman-teman disini mungkin lebih tahu kisahnya.
khadihah adalah wanita pertama yang mengakui kenabian suaminya, karena memang dia yang paling paham karakter dan sifat dari suaminya.

Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah sungguh engkau telah menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah”
(HR Al-Bukhari I/4 no 3 dan Muslim I/139 no 160)

Dan kita semua tahu bagaimana support terbaik diberikan Khadijah kepada baginda rasul, dengan konsekuensi yang tidak murah dan mudah. Hampir semua harta yang ia dan Nabi Muhammad miliki, digunakan untuk pergerakan dakwah islam. Ia rela membersamai Rasullullah selama 3 tahun dalam embargo ekonomi dan sosial yang dilakukan kaum kafir quraish, coba bayangkan kondisi embargo yang membuat bani hasyim harus makan rumput kasar padang pasir. Dan Ia, tetap setia, sekali lagi ia tetap setia kawan.

“Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku disaat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau”.
(HR. Ahmad)

Wajar jika baginda rasul sendiri tidak bisa menduakan Khadijah selama ia hidup, padahal Rasul mampu melakukan itu, bahkan setelah Khadijah wafatpun butuh waktu lebih dari 1 tahun bagi baginda rasul sampai kemudian menikah lagi. Emang ada seorang laki-laki yang mampu menyakiti hati dan melupakan sosok seperti Khadijah??
Saya rasa tidak ada.^^

Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belum pernah aku cemburu kepada istri – istri nabi lainnya kecuali kepada khadijah,padahal aku belum pernah bertemu dengannya.”
Ia melanjutkan setiap kali Rasulullah menyembelih seekor kambing beliau berkata ”Kirimlah daging ini kepada teman – teman Khadijah!”
Pada suatu hari aku membuat beliau marah .
Aku berkata :”Khadijah?”
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berkata:”Sesungguhnya aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya.”
(HR.Muslim )

Jangan tanya tentang kemandirian yang ada pada diri Khadijah. Dialah salah satu saudagar makkah yang sukses, sebuah pelajaran penting bagi kaum hawa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan profesional. Rumah tangga yang di bangun bersama Muhammadpun termasuk rumah tangga yang santun dan dewasa, karena dalam keberjalanannya tidak pernah sekalipun mereka beradu kata-kata kasar, apalagi hujatan. Bahkan Khadijah tidak pernah ‘manyun’ dihadapan Muhammad, pun setelah ia diangkat menjadi Rasul. huuuffftttt,..
Khadijah tuh ideal banget deh pokoknya.^^

Dan setiap apa yang dilakukannya mendapatkan balasan terbaik dari Robbnya.
Bersabda Rosulullah saw : ” 
Wahai Khodijah , ini malaikat Jibril telah datang dan menyuruhku untuk menyampaikan salam dari Allah kepada-mu dan memberikan kabar gembira kepadamu dengan rumah yang terbuat dari kayu , tidak ada keributan dan rasa capai di dalamnya . ”
( HR Bukhari  dan Muslim )

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari kasetiaan

Inilah Bidadari yang Kedua, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KEDUA

Dan inilah wanita kedua, seorang wanita yang namanya paling masyur didunia dan akherat. Jika kita coba hitung, lebih dari 3/5 penduduk dunia saat ini, tahu namanya. Namanya begitu harum, sampai-sampai menjadi nama seorang wanita yang paling banyak disebut dalam Al-Qur’an, bersanding dengan nama ayahnya yang mulia pula. Dialah Maryam binti Imron, namanya terabadikan dalam alquran surat ke-19, sedangkan nama ayahnya pada surat ke-3.
Sebuah penghargaan yang luar biasa bukan??

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
(Al-imran : 42)

Dan inilah sedikit hikmah dari kehidupannya.

Analisis yang pertama ini mungkin sering saya ungkapkan, bagaimana ‘gen’ orang tua berpengaruh langsung kepada anaknya. Imron dan Hanna sebagai orang tua dari Maryam adalah orang yang terkenal akan kesalehan dan tranck record kebaikannya, wajar jika kemudian Maryam menjadi sosok yang banyak diingikan oleh kaumnya ketika ia dilahirkan. Bukankah hak pertama seorang anak adalah dilahirkan dari seorang wanita (atau laki-laki) yang shaleh??

 Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.
(Maryam : 28)

Kedua, lingkungan tumbuh kembang seorang Maryam kecil yang sangat kondusif. Kita semua tahu, Maryam akhirnya diasuh oleh nabi Zakariya setelah masyarakat luas berlomba untuk mengasuhnya. Maryam kemudian ditempatkan khusus di mihrob baitul maqdis. Sebuah lingkungn yang begitu bagus dan istimewa (di asuh oleh nabi) untuk menjadikannya seorang wanita yang super shalehah dan super dekat dengan Allah. Bahkan disebutkan, Maryam adalah sosok wanita yang tidak pernah meninggalkan qiyamullail dan memiliki waktu puasa yang khusus, yaitu 2 hari berpuasa dan 1 hari berbuka. Yahh,bisa jadi penyemangtlah bagi yang qiyamullailnya masih males-malesan dan puasa senen kamis aja jarang,hehe,.

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku.
(Al-imran : 43)

Dan, ada yang tahu pada usia berapa Maryam mendapatkan ujian untuk mengandung dan melahirkan nabi Isa as??

Usia 13 tahun kawan!!!

ini menandakan kedewasaan yang terbentuk pada jiwa dan diri Maryam, sehingga  Allah kemudian mengujinya dengan kehamilan tanpa ayah dan menjadikannya seorang ibu bagi nabi yang mulia.
Kalo yang ini bener-bener berat untuk dibandingkan dengan wanita jaman sekarang, cepat nambah tua lambat dewasa,hehe,.

Coba ukhti yang membaca ini, mengingat kembali saat usianya 13 tahun, apa yang dpikirkan dan apa yang banyak dilakukan?? Dan sekarang, ketika kebanyakan usianya kepala 2 (sahabat-sahabat penulis), mungkin masih bisa di hitung jari yang sudah siap untuk bla3bla3…(Tahu sendirilah yaa maksudnya)

Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.
(At-tahrim: 12)

Tibalah bagi Maryam dan anaknya untuk hijrah ke negeri mesir dikarenakan keamanan yang memburuk di negeri para nabi, 12 tahun lamanya dia menetap di mesir, perjuangan membesarkan nabi Isa as dilakukannya dengan penuh kesabaran,  jangan dikira Maryam hanya leha2 saja disana, perjuangannya untuk memberikan makan anaknya dilakukan sendiri dengan menjadi buruh tani gandum, sekali lagi, semua ini dilakukan oleh seorang Maryam, wanita terbaik dunia akherat, bayangkan perjuangannya kawan, perjalanan jauh dari Palestina ke Mesir, panas terik di ladang sambil membesarkan nabi Isa as. Dan, kita tahu bersama hasil didikan Maryam, seorang nabi yang terkenal karena kesantunan dan kasih sayangnya. sampai akhir hayatnya, Maryam selalu setia mandampingi putranya dalam menyebarkan agama tauhid dimasyarakat.
Super sekali emang wanita yang satu ini.

Benar-benar menjadi teladan sejati wanita seantero dunia.

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari ketaatan

Inilah Bidadari Pertama, Engkaukah yang Kelima??

Bismillah,.

Dulu sering sekali mempertanyakan,jika seorang laki-laki mempunyai sosok Nabi Muhammad sebagai teladan utama,lalu bagaimana dengan kaum wanita?? Siapa teladan terbaik bagi mereka?? Karena menurut saya, tidak mungkin bagi seorang wanita, apalagi dalam islam, untuk di ombang ambing ga jelas,termasuk didalamnya perihal keteladanan.

Dan akhirnya, setelah melalu perjalanan panjang dan berliku (lebai), saya menemukan jawabannya, sebuah jawaban yang diberikan oleh ia yang ucapannya selalu mngandung hikmah dan pembelajaran.

Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah maryam binti imran, asiyah binti muzahim, khadijah binti khuwailid dan fathimah binti muhammad. Sedangkan keutamaan aisyah atas seluaruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.
(HR Bukhori)

Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu maryam binti imran, khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah binti muzahim, istri fir’aun.
(HR ahmad dan tirmidzi)

Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah istri fir’aun.

(HR ahmad)

Tapi ya itu, nama-nama tersebut hanya akan menjadi nama saja, jika kita tidak mengetahui kisah hidup, bara api semangat perjuangan serta pancaran cahaya keimanan yang bersemburat indah dari mereka.

Sudah sewajarnya, kita sebagai ummat islam, tahu tentang kisah mereka,para wanita terbaik dunia dan akherat, terutama kaum hawa. Bacalah biografi mereka dan dapatkan hikmah terbaik dari mereka. Apa yang akan saya share hanya sebagian kecil saja. Namun, mudah-mudahan memberikan kebaikan bagi kita semua.

BIDADARI PERTAMA

Sebuah keniscayaan, bagi mereka yang  Allah muliakan di dunia dan akherat untuk mengalami ujian yang berat untuk menentukan kadar kualitas mereka, tentulah kita sudah familiar akan siksaan dahsyat yang dialami Asiyah binti Muzahim sampai ia harus meregang nyawa dibawah salib dan terik panas matahari, setelah sebelumnya disiksa dengan siksaan yang berat. Sampai-sampai  Allah  mmbocorkan sdikit rahasiaNya. Dengan menampakkan istana surga pada Asiyah. Benar-benar sebuah pembelajaran iman bagi kita. inilah konsekuensi terberat dari makna keimanan.

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mudalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.
( QS Attahrim: 11)

Dari Asiyah pula kita belajar akan fitrah indah dari seorang wanita, ketika Allah menganugerahkan kasih sayang kepadanya ketika musa dihanyutkan d sungai nil. Reflek saja baginya untuk meminta kepada firaun untuk mengasuh Musa kecil. Dan firaunpun, seperti laki-laki lainnya, kadang tak kuasa jika berhadapan dengan keinginan wanita. Fitrah yang sering kita lihat, dari ibu kita,kakak atau adik perempuan kita, serta kaum wanita lainnya, mudah sekali bagi mereka untuk menampakkan kasih sayangnya, terutama pada anak kecil. Bawaannya pengen ngegendong terus kali yaa??

Lihat betapa luwesnya mereka, bandingkan dengan kaum bapak, yang bahkan untuk menggendong aja banyak yang kaku. Tidak heran ketika  masih kecil, jika seorang laki-laki cenderung bermain bola dan kelereng, bahkan seorang balita perempuan bermain ibu-ibuan pada bonekanya. Sebuah fitrah yang indah bukan??

Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.
( QS Al-qoshos:9)

Dari Asiyah pula kita belajar tentang arti kesabaran, mungkin teman-teman juga bisa membayangkan jika mempunyai pasangan seperti fir’aun, dengan sifatnya yang congkak, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Pastinya harus luar biasa sabar menghadapi orang seperti ini.
Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
(QS Al-qoshos:4)

Asiyah juga menggambarkan dengan jelas, jika keimanan sudah terpatri kuat dalam hati, lingkungan yang luar biasa penuh dengan nuansa kemusrikan dan kekufuran tidak menggoyahkan keimanannya sedikitpun.
Apalagi mereka yang mendapati dalam hidupnya nuansa penuh dengan keimanan,.harus benar-benar bersyukur tuh.

Dan mungkin, inilah bagian yang sedikit sulit untuk saya kemukakan, seperti yang telah saya sebutkan, Asiyah lebih memilih kematian daripada menggadaikan keimanannya. Bayangkan kawan, pengorbanan yang telah ia lakukan, semua fasilitas terbaik sebagai seorang permaisuri, semua materi yang ada dan semua kenikmatan dunia terbaik yang telah menyatu dalam kehidupannya. Semuanya dia korbankan. Entah bisa kita bandingkan dengan wanita jaman sekarang atau tidak,  yang katanya realistis padahal aslinya materialistis, menuntut berlebihan pada ayah atau suaminya. Yahh, mungkin karena belum tahu kisah Asiyah yaa??hehe

Kita benar-benar  banyak mendapatkan hikmah dan pembelajaran dari kehidupanmu, wahai permaisuri mesir yang dirahmati Allah.

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari keimanan

Pilih Satu Bunga Saja

suatu hari seorang ibu guru mengajak murid-muridnya kesebuah hutan yang dipenuhi bebungaan, lalu ia berkata kepada murid-muridnyanya, “anak-anak, ibu beri waktu 5 menit, silakan cari bunga yang paling indah menurut kalian, lalu petik dan bawa kesini”

segera para murid itu berlarian, cukup lama mereka berlari mencari dan memilih bunga yang bisa menggoda hati mereka, sehingga 3 menit berlalu, tak satu pun diantara mereka yang segera menyerahkan pilihannya, sampai sang guru akhirnya berkata “anak-anak waktu tinggal satu menit lagi, segera kumpulkan tugasnya”

serentak para siswa buru-buru memetik bunga yang mereka inginkan”

setelah bunga2 indah itu terkumpul, sang guru tersenyum lalu berkata

“anak-anakku sayang, betapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk mencari bunga dambaan…

lihatlah disekitar kalian berapa banyak bunga-bunga indah yang menjadi korban,”

lalu sang guru mengajak murid-muridnya mengamati sekitar hutan bunga itu ternyata cukup banyak bunga berguguran, yang dipetik lalu ditinggalkan.

“anak-anakku kalian akan kehabisan waktu dalam mencari bunga dambaan kalian, kenapa….? karena kalian tidak pernah merasa puas, memilih bunga indah itu saja sudah butuh waktu, akhirnya kalian petik satu bunga, tapi sayangnya kalian kembali melihat bunga-bunga lain, sehingga ketika ada lagi bunga yang terasa lebih indah, bunga yang pertama kalian buang dan tinggalkan, kalian pegang erat bunga kedua tapi kalian kembali mencari bunga-bunga lain, sehingga bunga kedua akhirnya tercampakkan, mengapa? karena akan selalu ada bunga indah yang ketiga, dan begitu selanjutnya, sampai sepuluh bahkan belasan bunga terbuang, bukankah ketika waktu habis, kalian tetap hanya punya satu bunga dimana disekitar kalian tetap ada berjuta bunga indah yang bukan milik kalian…, bukankah lebih indah jika kalian tadi mengambil waktu sejenak tuk memperhatikan bunga-bunga itu, lalu pilih satu bunga, pegang erat, sayangi dan jangan tergoda dengan bunga-bunga lain…”

sang guru terdiam lalu kembali tersenyum, lalu berkata lagi

“anak-anakku sayang sekarang ibu beri kalian waktu satu jam untuk memilih diantara bunga-bunga yang berjatuhan itu, pilih satu bunga yang kalian anggap paling indah, dan kumpulkan kesini”

sang murid segera berlari, dan dalam waktu 1 menit saja hampir semua sudah berhasil memilih bunga kesayanganya.

kawan…..

jangan tunggu lama-lama yaaa.

pilih satu bunga…. sayangi dan setia kepadanya…

sadari akan selalu tumbuh bunga baru yang lebih indah dari bunga kita…nafsu tidak akan ada habisnya

jangan tergoda…

 ijinkan aku memilihmu…bungaku…

(dikisahkan oleh ustadz ismeidas makfiyansyah, bahasan : bagi kawan yang belum menemukan dermaga )

Fudhail, Aku Belajar Banyak Darimu

Merasakan suatu kerinduan luar biasa untuk menulis. Berasa lama banget tidak memencet-mencet tuts laptop ini. Kangen banget. Gapapa kan ya jadi korban kerinduan saya untuk yang kesekian kali. Hehe..

Ijinkan kali ini, berbagi cerita seputar kisah para pendahulu kita. Inilah sebagian kisahnya, FUDHAIL BIN IYADH.

 

Seperti biasa, sesuai dengan profesinya, fudhail bin iyadh pergi malam-malam untuk mencari mangsa. Menjagal kafilah-kafilah dagang yang berada dalam teritori kekuasaannya . satu rombongan kafiahpun mendekat kepadanya. Salah seorang dari kafilah tersebut berkata:” mari kita istirahat sejenak disini, karena dihadapan kita akan ada orang yang  biasa membegal bernama fudhail.”

 

Tanpa sengaja, fudhail mendengarnya, tapi entah kenapa pembicaraan tersebut membuatnya menggigil gemetar sambil bicara pada mereka : “Hai kafilah dagang, akulah fudhail, teruskanlah perjalanan kalian. Demi Allah, AKU AKAN BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN UNTUK TIDAK MENDURHAKAI ALLAH SELAMA-LAMANYA.”

 Dan fudhail pun meninggalkan apa yang biasa dilakukannya. Inilah awal petobatannya kawan.

 

Dalam riwayat yang lain, dikisahkan bahwa fudhail menjamu rombongan kafilah tersebut pada malam itu juga. Ia pun keluar untuk mencari makanan buat mereka. Setelah kembali, terdengar olehnya, suatu ayat yang kemudian benar-benar menjadi spirit perubahannya.

“BELUMKAH DATANG WAKTUNYA BAGI ORANG-ORANG YANG BERIMAN UNTUK KHUSUK MENGINGAT ALLAH??”(alhadid:16)

 

Suatu malam Ibrahim bin asy’ats mendengar fudhail membaca surat Muhammad sambil menangis. Fudhail mengulang-ulang ayat : ”Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar diantara kamu; dan agar Kami menyatakan ( baik dan buruknya) perihal kamu”. (Muhammad:31)

 

Fudhail mendesahkan bagian ayat: ”kami menyatakan perihal (baik dan buruknya) kamu.”

 

Ia pun berujar:

 

” Engkau menyatakan Perihal kami, jika engkau menyatakan perihal kami pasti Engkau akan membuka aib kami dan menyingkap tabir kami. Jika Engkau menyatakan perihal kami pasti engkau akan membinasakan kami dan menyiksa kami.”

diulangnya kalimat ini olehnya beberapa kali. 

 

Fudhail pun pernah berkata:

 

“KAMU BERHIAS UNTUK MANUSIA,

BERPURA-PURA DIHADAPAN MEREKA,

MEMPERINDAH DIRI UNTUK MEREKA,

DAN KAMU TERUS MENERUS BERBUAT RIYA

HINGGA MEREKA MENGENALMU DAN MENYERUKAN,

”ANDA ORANG SHALEH”.

LALU MEREKA MEMENUHI KEPERLUANMU,

MELAPANGKAN MEJELIS UNTUKMU

DAN MEMULIAKANMU.

PADAHAL, ITU ADALAH KERUGIANMU!!

ALANGKAH BURUKNYA KEADAANMU JIKA MEMANG ITU YANG TERJADI.” 

“JIKA KAMU MAMPU UNTUK TIDAK DIKENAL, LAKUKANLAH.

KAMU TIDAK BERDOSA JIKA KAMU TIDAK DIKENAL;

KAMU TIDAK BERDOSA JIKA KAMU TIDAK DISANJUNG

DAN KAMU TIDAK BERDOSA

JIKA KAMU TERCELA MENURUT MANUSIA NAMUN KAMU TERPUJI DI SISI ALLAH.”

 

 

tunggu apa lagi kawan, islam telah memanggil mesra dirimu

datanglah, sambutlah ia

benar-benar KEMBALI padanya

 

Karena ku yakin

Hidayah adalah mutlak milik-Mu

Sang Maha Pembolak-balik hati

Karena menurutku

Hidayah adalah

Ketika Engkau memberikan

Pengetahuan tentang nilai-nilai

Kebaikan, kebenaran dan keindahan islam

Dan ketika Engkau

Menggerakan hati kami

Untuk menunaikan

Setiap pengetahuan yang Engkau Anugerahkan

Maka tiap saat ku berdoa

Semoga Engkau senantiasa

Memberikan Rahmat dan Hidayah-Mu

Kepada kami, semua,.

 

PEMIMPIN DENGAN KEJUJURAN CINTA

Malam semakin pekat. Kota Madinah mulai hening dari hingar-bingar manusia. Sebagaimana biasanya, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu keluar berteman sepi. Bukan untuk mencari pencitraan diri. Bukan untuk mengais-ngais sensasi. Melainkan karena tanggung jawab dalam mengemban amanah ummat. Ia harus keluar untuk melihat kondisi rakyatnya. Mungkin saja, ada inspirasi yang bisa ia jadikan bahan untuk mengevaluasi kebijakan dan kepemimpinannya.

Saat melewati sebuah kemah, terdengar suara rintihan wanita. Umar radhiyallahu ‘anhu berjalan mendekat. Seorang lelaki sedang duduk di samping tenda. Setelah ditanya, lelaki itu mengaku berasal dari kampung, sedang istrinya di dalam tenda sedang berjuang menahan sakit, karena hendak melahirkan. Di situ, tidak ada manusia lain kecuali lelaki badui, istrinya dan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Tanpa berpanjang kalam, Umar radhiyallahu ‘anhu segera beranjak pergi, pulang menemui istrinya. “Maukah kamu pahala besar yang sudah Allah giring kepadamu?” kata Umarradiallahu ‘anhu kepada istrinya Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha.

“Apa itu?” tanya istrinya.

“Ada seorang wanita asing hendak melahirkan. Dan di sana tidak ada seorangpun yang membantu.” jelas lelaki yang pertama kali digelari Amirul Mukminin itu.

“Ya, aku mau,” jawab Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anhamantap. Mereka berdua pun beranjak pergi, menuju sebuah perkemahan badui, sambil membawa makanan.

Sampai di tempat, Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha segera masuk tenda, menemui wanita badui yang hendak melahirkan. Sedang Umar radhiyallahu ‘anhu mengumpulkan kayu bakar dan memasak makanan. Tak ia pedulikan asap-asap yang menyelinap di sela-sela jenggotnya.

Lelaki badui itu hanya diam menatap Umar radhiyallahu ‘anhu dengan sorotan mata penuh heran. Seolah-olah Allah telah mengirimkan kepadanya seorang penolong malam itu. Dan ketika istrinya telah melahirkan, Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha berteriak memanggil Umar radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Amirul Mukminin, kabarkanlah kepada temanmu itu bahwa anaknya laki-laki.”

Lelaki itu tersentak kaget. Ternyata orang yang ada di depannya adalah Amirul Mukminin, seorang lelaki alumni “Madrasah Nabawiyah” yang namanya menggemparkan dunia. Umar segera menenangkan lelaki badui. Lalu memberikan makanan kepada Ummu Kultsum radhiyallahu ‘anha agar menyuapi wanita badui tersebut.

Kemudian Umar radhiyallahu ‘anhu mengambil makanan lagi dan diberikan kepada lelaki badui. “Makanlah, karena kamu sudah menahan kantuk semalaman.”

Begitulah Umar radhiyallahu ‘anhu melewati malam-malamnya. Mata selalu terjaga, demi kemakmuran rakyatnya. Sehingga banyak sekali kebijakan-kebijakan pemerintahannya yang kemudian diubah, setelah mendapat inspirasi dari perjalanan malamnya. Mulai dari perubahan masa pengiriman pasukan perang, yang awalnya tanpa ada batas waktu dan berubah menjadi empat bulan. Kemudian pemberian santunan negara, yang awalnya hanya untuk bayi yang telah selesai masa penyusuan, lalu diganti menjadi diberikan kepada setiap bayi yang lahir. Dan masih banyak lagi.

Hal semisal itu hanya akan dilakukan oleh seorang pemimpin yang memahami makna dan hakekat kepemimpinan yang sesungguhnya. Bahwa memimpin itu adalah melayani. Memimpin itu adalah memberi. Memimpin itu adalah mencintai. Memimpin itu adalah berempati. Memimpin itu adalah mengayomi. Memimpin itu adalah melindungi. Memimpin itu adalah menyayangi. Dan memimpin itu adalah memberikan keteladanan yang baik kepada pengikutnya.

Dan selama hal ini tidak dimengerti dengan benar oleh para pemimpin lalu tidak diaplikasikan, maka selamanya kepemimpinan itu tidak jauh beda dengan perbudakan. Yang terjadi adalah eksploitasi-eksploitasi di atas pilar kedzaliman. Seperti tuan dan pesuruh. Seperti majikan dan pembantu. Karena tidak ada jembatan cinta yang menyatukan mereka.

Hari ini, banyak orang mengidentifikasi kepemimpinan dengan kekuasaan. Sehingga yang mereka lakukan adalah berlomba-lomba untuk mencapai puncak kepemimpinan, agar bisa mendapatkan kekuasaan. Lalu kekuasaan itu dijadikan sebagai alat untuk memimpin, demi mencapai tujuan dan ambisinya.

Kepemimpinan hanya diartikan dari satu sisi saja, MENGUASAI. Dengan menafikan sisi cinta, kasih sayang, perlindungan, pelayanan, pemberian, pengayoman serta empati kepada rakyat. Padahal pemimpin yang sesungguhnya justru bekerja dengan melayani. Itulah sejatinya yang harus dilakukan seorang pemimpin.

Pemimpin adalah pelayan. Sebagaimana layaknya pelayan, maka ia akan menikmati apapun setelah yang dilayani menikmatinya. Ia akan menyantap hidangan setelah rakyat menyantapnya. Karena ia harus “meladeni” rakyat dengan segala kebutuhannya.
Hakikat kepemimpinan itulah yang sangat dipahami oleh Umar radiallahu ‘anhu. Sehingga dia bersumpah, “Aku tidak akan makan daging sampai orang-orang faqir kenyang.”

Suatu ketika, seorang laki-laki datang menemui Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhudan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, seorang pemimpin sepertimu terlihat sangat lesu dan pucat karena hanya makan roti kering. Kamu terlalu menyiksa diri. Padahal, dengan kekuasaan, kamu bisa meminta uang kepada kas negara (baitul mal).”

Umar radhiyallahu ‘anhu menjawab, “Bagaimana mungkin aku bisa menjadi pemimpin rakyat yang baik, bila aku tidak pernah merasakan derita yang mereka rasakan?”

Inilah bentuk cinta yang tulus seorang pemimpin kepada rakyatnya. Cinta sejati yang jauh dari kemunafikan. Cinta murni yang jauh dari kepentingan pribadi, keluarga, kelompok maupun golongan. Bersih dari polusi politisasi. Yang ada adalah kejujuran pengabdian kepada rakyat. Yang ada adalah ketulusan pelayanan kepada rakyat.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Seandainya ada domba yang mati di tepi sungai Eufrat, maka aku mengira bahwa Allah akan menanyakannya kepadaku pada hari kiamat, mengapa aku tidak memperbaiki jalannya.”

Rakyat ini sudah merindukan pemimpin yang bisa memesrai mereka di setiap saat. Rakyat butuh pemimpin yang bisa membimbing dan “me-ngemong” mereka. Rakyat mendambakan pemimpin yang jujur dan tulus dalam mencintai mereka.

*eramuslim