Begitu Cepat…

Tiap kali kumenutup mata, kulihat kalian dihadapanku

Masih jelas terdengar suara kalian menyebut namaku

Teringat semua kisah yang kalian ceritakan padaku

Kurindu saat Kalian berada didekatku, benar-benar kurindu

 

Syukurku untuk setiap kesempatan yang kuhabiskan bersama kalian

Karena kutahu, hidup ini tidak akan selamanya

 

Kalian  pergi begitu cepat

Kalian tinggalkanku begitu cepat

kuharus terus bergerak karena kutahu ini sudah terlalu lama

Harus kuhentikan air mata ini, menjaga yakinku dan tetap bertahan

Akan kucoba menerima semuanya, walaupun begitu sulit terasa

Kulihat kalian dalam mimpi namun saat kubangun kalian menghilang

Hilang begitu cepat

 

Siang malam, aku merasa Kalian masih berada didekatku

Dan kuingat Kalian dalam setiap doa yang kupanjatkan

Setiap hari kuberharap kalian  berada dalam  kasih-Nya

Tapi hidup selalu berubah, dan tidak pernah akan sama

 

Syukurku untuk setiap kenangan yang kulalui bersama kalian

Karena kutahu, hidup ini tidak akan selamanya

 

Ada masa ketika ku merasa  tidak punya kekuatan untuk melangkah

Diri ini terasa begitu lemah dan tak bisa bertanya mengapa

Namum ku berhasil melalui semua sakit ketika kupahami

Bahwa kita semua milik  Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali

(Gubahan sederhana, so soon-Maher zain)

 

Hakikatnya,

Kita (akan) saling meninggalkan

Karena amanah dan beban yang beragam

Namun tetap akan ada tanggung jawab

Silaturahim ketika mampu

Dan mendoakan ketika rindu

 

Hakikatnya,

Kita (akan) saling dipertemukan

Berharap tidak akan ada tuntutan saat itu

Layaknya sahabat Karib yang tersalahkan

Tersebab tidak ada ketersalingan

Mengingatkan dan menguatkan dalam keimanan

 

Dan hakikatnya,

Harapan terbesar kita apapun ikatannya

Adalah dipersatukan

Dalam masa yang tiada akhirnya

Dalam nuansa yang penuh akan ridhoNya

Dimana kita tak akan lagi terpisahkan

Selamanya

seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. (HR Muslim)
Andai konsekuensinya semudah mengucapkannya,
inni uhibbukum fillah

Iklan
  1. Sudah baca buku “Terampil Bersahabat dengan Siapa Saja”, Vhe? Kisah sukses Rasulullah dan para ulama salaf dalam menjalin persaudaraan, persahabatan, dan pergaulan. Dalam buku tersebut disebutkan ada 8 kewajiban dalam persaudaraan. Bikin tertohok lah.

    “Bersaudara adalah pekerjaan berat yang hanya bisa dikerjakan oleh manusia yang punya nilai, karena ia memiliki kewajiban-kewajiban yang harus ditunaikan. Tetapi, pahala yang akan didapatkan oleh orang-orang yang bersaudara tidaklah main-main” (Imam Ghazali, dalam bukunya “Terampil Bersahabat dengan Siapa Saja”)

    • rina
    • November 9th, 2012

    icaaa…. suka komenmuuu… ^^

  2. wah2, udah baca juga rin,.
    ada yang mau menjemin ke awak??

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: