Arsip untuk November, 2012

Senyummu

Oh bukanlah, cantikmu yang kucari
Bukanlah, itu yang aku nanti
Tetapi ketulusan hati yang abadi

Kutahu mawar tak seindah dirimu
Awan tak seteduh tatapanmu
Tetapi kau tahu
Yang kutunggu hanyalah, senyummu

-letto-

Kutemukan arti kerinduan
Dan kumengerti yang kucari

Iklan

Komitmen Muslim Sejati part 1

Bismillah,

Bada tahmid dan shalawat

Kadang bingung, ada seseorang yang baru mengenal islam (muallaf) beberapa tahun tapi kemudian mengalami akseerasi pemahaman keislaman yang luar biasa, namun ada juga yang islam dari kecil tapi pemahaman terkait agamanya pas-pasan,bahkan bisa dibilang minim. Kenapa ya kira-kira??

Misalkan saja, tokoh-tokoh muallaf indonesia, felix y siaw dan thufail al ghifari, mereka ‘baru’ mengenal islam sekitar 10 tahun, tapi pemahamannya bahkan melampaui mereka yang mengaku islam dari kecil yang sekarang sudah senja.

Muncullah satu argumentasi menarik yang disampaikan fathi yakin dalam bukunya komitmen muslim sejati, bahwa hal-hal seperti ini bisa terjadi karena ada dan tidak adanya KOMITMEN. Contoh orang-orang diatas adalah mereka yang mampu memahami komitmen yang ada pada dirinya terhadap agamanya.

Lalu, apa komitmen muslim sejati itu? Komitmen yang katanya segelintir umat islam saja yang paham. Dalam bukunya, fathi yakan membaginya menjadi dua bagian, komitmen terhadap islam dan komitmen terhadap jamaah (afiliasi pergerakan islam).

KOMITMEN TERHADAP ISLAM

Islam adalah agama yang sangat modern dan intelek sekaligus sangat mudah dipahami. Desain dan konstruksinya tidak usah repot membuat tinggal meniru pihak yang mempunyai otoritas untuk membuatnya, Muhammad Rasullullah. Dan sebagai umat islam, bersyukurlah karena akan selalu ada para ulama dan dai yang meneruskan risalah Muhammad sampai kiamat nanti.

Dan inilah, konstruksi yang saya pahami dari beberapa sumber, sepersis mungkin meniru konstruksi yang nabi kita bangun. konstruksi yang terdiri dari tiga lantai dengan pilar-pilar di tiap lantainya. sekali-kali nulis pakai bahasa civil engineer lah yaa.

1. 4 pilar (kolom) Lantai pertama

Lantai ini merupakan dasar dari setiap muslim untuk manjalankan agamanya.

Pilar pertama adalah ilmu, pemahaman yang benar terkait ilmu yang sumbernya sangat jelas, Alquran dan assunnah (hadits). Ilmu ini bisa didapatkan melalui mejelis-majelis ilmu (taklim), membaca, maupun diskusi. Ilmu menjadi BASIC seorang muslim untuk kemudian berkomitmen terhadap islam.

Pilar kedua adalah amal (perbuatan), bagi yang muda-muda kek kita, kaidahnya  mudah saja, mengamalkan ilmu dan mengilmui amal. Bagian-bagian dari dien ini yang sudah kita ketahui, semaksimal mungkin diamalkan, dan bagian-bagian dari dien yang teramalkan harus dicari ilmunya. Syarat dari amal ini cuman dua, yang pertama adalah ittiba (mengikuti rasul), bisa juga kita sebut tahu dasar yang pertama (ilmu) dan yang kedua adalah ikhlas, lillahi ta’ala, bagian pertama mungkin tinggal search gugel  klo lagi butuh (kek tulisan ini), tapi bagian yang kedua, mesti dilatih. (jadi keingetan petuah bang deddy mizwar di film kiamat sudah dekat tentang ilmu ikhlas, kurang lebih seperti itulah)

Pilar yang ketiga adalah dakwah, mengajak kepada kebaikan islam dan mencegah dari kemungkaran, mengajak kepada ISLAM karena ALLAh. Setiap muslim berkewajiban melakukannya sesuai dengan kemampuan dan kesaggupannya. Bisa berhari-hari jika kita membicarakan hal yang satu ini.

Pilar yang keempat adalah SABAR. Sabar dalam menjalani ketiga pilar diatas, karena memang banyak sekali godaan dan alasan untuk bisa membangun ketiga pilar diatas sehingga bisa kokoh dan tahan lama. Jadi ya idealnya, orang yang istiqomah adalah orang yang keempat pilar tadi semakin kuat dan meningkat dari waktu ke waktu. Semoga yang membuat dan membaca tulisan ini termasuk didalamnya.

 

2. 3 pilar lantai kedua

Lantai kedua adalah bagian (domain) dari agama kita. Bagian ini terdiri dari tiga pilar domain yang sebenarnya sudah kita ketahuin dari jaman SD.

Pilar pertama adalah aqidah. Aqidah adalah sistem kepercayaan atau keimanan yang tidak ada keraguan sedikitpun bagi yang mempercayainya. Pilar inilah yang kemudian secara fundamental membedakan islam dengan agama yang lain. Bagian-bagian dari aqidah misalnya adalah tauhid (pengesaan Allah yang merupakan Konsepsi ketuhanan) yang biasa dijabarkan menjadi  tiga bagian, tauhid rububiyah (Allah sebagai pencipta, pengatur, pemelihara, pemberi rizki, pemberi manfaat dan penjaga alam semesta), tauhid uluhiyah (Allah sebagai satu-satunya dzat yang disembah atau diibadahi) dan  tauhid asma wa sifat (nama dan karakterisitik Allah yang disampaikan melalui wahyu). Bagian yang lain dari aqidah adalah keyakinan terhadap hal-hal yang ghaib, adanya surga dan neraka serta adanya Rasul-rasul Allah yang mempunyai otoritas langit menyampaikan wahyu.

Pilar kedua adalah syariat. Syariat adalah ketentuan yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat muslim. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dari perkara masuk WC sampai perkara negara. Dari aturan individual sampai aturan komunal. Jika Allah dan RasulNya sudah menetapkan suatu perkara, maka umat islam TIDAK DIPERKENANKAN mengambil ketentuan lain. Karena memang terkait dengan ketentuan dan hukum, syariat islam tidak akan pernah lepas dari syarat dan rukun yang akhirnya membuat jelas apakah suatu perkara hukumnya wajib,  sunnah, mubah, makruh atau haram. fiqih-fiqih yang kita kenal juga bagian dari syariat islam. Seperti thaharoh (bersuci), shalat, zakat, puasa, HUDUD (hukum pidana), muamalah (ekonomi), nikah sampai jihad. Tingkatan selanjutnya setelah memahami hal fiqih-fiqih dasar diatas adalah mencoba memahami ushul fiqh, fiqh muwazanah (pertimbangan), fiqh ikhtilaf (perbedaan) dan fiqh awlawiyat (prioritas), karena kadang implementasi dilapangan yang mempunyai kendala yang beragam. Pelaksanaan menyeluruh syariat islamlah yang paling ‘susah’ untuk dilakukan dibandingkan domain yang lain, sehingga sering sekali syariat islam menjadi pars prototo dari islam itu sendiri.

Pilar ketiga adalah akhlak. Akhlak adalah tingkat laku, habit yang melekat pada diri seseorang. Akhlak juga bisa disebut karakter atau sifat yang dimiliki individu. Beruntung, sebagai muslim kita mempunyai standar terbaik dalam perkara akhlak yaitu baginda Rasul Muhammad SAW. Jujur, perilaku baik, malu, rendah hati dan sabar adalah bagian dari akhlak. Banyak yang bilang berislam cukup berakhlak baik saja, padahal itu tidak cukup, dua domain sebelumnya juga harus dipahami dan dilaksanakan.

3. Tiga pilar lantai 3

Lantai selanjutnya adalah manhaj (sistem pemahaman dan pengenalan, recognize). Manhaj islam terdiri dari tiga pilar. Yaitu komprehensif, seimbang dan memudahkan.

Pilar pertama adalah manhaj komprehensif/paripurna/syumul. Manhaj ini mencakup seluruh aspek kehidupan manusia dalam dimensi panjang (rentang waktu dari kelahiran sampai kematian), lebar (aspek-aspek kehidupan) dan dalam (akal dan ruh, lahir dan batin, ucapan,perbuatan dan niat).

Pilar kedua adalah manhaj yang seimbang/ pertengahan/moderat. Manhaj ini mencakup keseimbangan antara ruh dan jasad, akal dan kalbu, dunia dan akherat, alam ghaib dan kasatmata, kebebasan dan tanggung jawab, perorangan dan kelompok, ittiba dan ibtida (tidak ada contoh dari rasul).

Pilar ketiga adalah manhaj yang memudahkan/meringankan/melapangkan. Manhaj ini mencakup keringanan-keringanan yang melekat dalam islam.

Ketiga hal inilah yang merupakan karakteristik manhaj islam.

Komitmen kepada islam, dimulai dengan pemahaman yang utuh dan benar tentang dien ini, yang dijaman sekarang, hampir tidak pernah sepi akan fitnah bahkan hujatan. Tapi yakinlah, akan selalu ada manusia-manusia yang membela dengan gagah dan cerdas dien ini, manusia-manusia yang kemudian terikat kuat dengan komitmen, komitmen dirinya sebagai muslim sejati.

 

 

 

Pahlawanku

Pahlawan

Dimataku

Adalah mereka yang sekuat tenaga

Membela menegakkan agama Allah

Dengan semua potensi dan kemampuannya

Fikiran, harta, bahkan nyawa

Merekalah para mujahidin

 

Pahlawan

Difikiranku

Adalah mereka yang mampu

Mendekatkan manusia kepada Robbnya

Dengan semua yang ada pada dirinya

Ilmu, hikmah dan pemahaman mendalam

Merekalah para ulama

 

Pahlawan

Dibenakku

Adalah mereka yang selalu ada

Membuat kita nyata dan bermakna

Dengan semua keikhlasannya

kasih, sayang dan tulus perhatian

Merekalah sahabat, saudara dan keluarga

 

Jangan pernah menyangka bahwa seseorang pahlawan selalu meraih prestasi-prestasinya dengan mulus, atau bahkan tidak pernah mengenal kegagalan. Kesulitan-kesulitan adalah rintangan yang diciptakan oleh sejarah dalam perjalanan menuju kepahlawanan. Karena itu, peluang kegagalan sama besarnya dengan peluang keberhasilan.Kalau bukan karena kesulitan, maka semua orang akan menjadi pahlawan. (Anis Matta)

Akan selalu ada, manusia-manusia yang mampu mengambil peran sejarah kepahlawanannya. Selamat hari pahlawan.^_^

 

 

 

Yakin…Yakin…Yakin…

Urusan saya adalah menikah karena Allah

Kalau tidak dengan anak bapak, sepulang dari sini

jika ada akhwat yang bersedia saya nikahi karena Allah

maka saya nikahi akhwat tersebut

Saya yakin, siapapun yang menikah karena Allah dengan modal bismillah, Allah pasti akan memudahkan urusannya

-Salim A. Fillah-

Ketika keinginan dan kesiapan bertemu
Kemudian hanya satu frasa saja
Bismillahirrahmanirrohim,

CintaMu, Luar Biasa

Semoga Tak Ada NikmatMu yang telah kami dustakan ya Rabb

Karena Air Mata ini bukan karena diriku yang cengeng

Tapi ini karena aku bingung begitu besar cintaMu padaku

Bahkan dalam kondisi keterbatasanku dalam penghambaan padaMu

Kau.. ya Kau.. Rabbku

kau masih memberikan banyak ibroh dan pembelajaran

(thufailalgifari.com)

Allah tidak pernah meninggalkan kita, Allah selalu mencintai kita, namun kitalah yang sering melupakan Allah, kita yang sering menjauh dari Allah (Ust Arifin Ilham)

Sekolah Kehidupan

Di tulis dari para pejuang
Dari nafas setiap butir peluru dan nyanyian batu
Inilah kisah semangat yang lahir dari setiap butiran debu
Yang meronta taklukan pertempuran sejarah kalbu
Yang bertahan diantara lusinan tank baja para penjajah
Perampas moral pembual dari ukiran amis darah tirani bebal
Inilah Diskografi Kesturi Bumi Yang Ditulis bersama darah

Ringkihan tetesan airmata saksi tanah syuhada
Pada bab per bab perjuangan yang tak kenal lelah
Disetiap gerilya para mujahidin yang tak pernah gentar
Membakar sejarah kebohongan media boneka zion
Ketika tesis konspirasi coba rangkai shiffin di wajah kaderisasi para syuhada
Tapi kami telah bersumpah untuk takkan menyerah
Merangkai tirai kebangkitan Islam apapun resikonya

Inilah kemuliaan hidup yang diperjuangkan
Terjaga dalam semangat Islam yang harus tetap bertahan
Dalam stabilitas harapan dan konsistensi
Menuju kesuksesan akhir yang signifikan
Kita pernah belajar
Tentang Khalifah Umar yang membawa Islam ke ujung Andalusia
Atau ibnu sina dan pelopor kecerdasan Umat Manusia
Hingga Khawarijmi dan angka matematika yang menginspirasi sepanjang massa

Di sekolah kehidupan ini
Pendaftaran dirimu dimulai dari komitmen dan ketulusan hati
Kualitas ikhlas dan keteguhan yang hakiki
Dimulai dari kepekaan hati yang bersih
Untuk mereka yang mau belajar dalam cinta sang Penguasa Semesta
Yang menciptakan siang dan malam dalam keseimbangan yang begitu mempesona
Pengibur setiap keistiqomahan jiwa yang tak kenal lelah

Dari Jakarta hingga Jalur Gaza
Dari setiap tanah yang dirampas kepalsuan media
Terhimpit zaman dan pengkhianatan norma
Jeruji besi dan kontradiksi pro kontra demokrasi
Generasi jembatan harokah adalah generasi solusi
Pengikat Mata hati jiwa yang menyimpan energi sehati
Dirangkai dari alunan syair ukhuwah yang takkan mati

Dalam setiap sketsa kisah baris – baris petuah Ibnu Khaldun
Dan gerilya nusantara Ibnu Batutah
Saudaraku, jagalah semangatmu ke Surga
Disana telah bersemayam janji Alloh sepanjang masa
Bergeraklah  dan jangan pernah menyerah
Pada dua umar sepatutnya nafas jiwa belajar
Untuk tak pernah gentar pada lusinan benteng bar bar
Meniti jejak hingga kita berjumpa kembali di telaga Al Kautsar

(Thufail Algifari)

Sesungguhnya Alloh telah membeli dari orang beriman diri dan harta mereka dengan surgaNya (QS Attaubah :111)

Begitu Cepat…

Tiap kali kumenutup mata, kulihat kalian dihadapanku

Masih jelas terdengar suara kalian menyebut namaku

Teringat semua kisah yang kalian ceritakan padaku

Kurindu saat Kalian berada didekatku, benar-benar kurindu

 

Syukurku untuk setiap kesempatan yang kuhabiskan bersama kalian

Karena kutahu, hidup ini tidak akan selamanya

 

Kalian  pergi begitu cepat

Kalian tinggalkanku begitu cepat

kuharus terus bergerak karena kutahu ini sudah terlalu lama

Harus kuhentikan air mata ini, menjaga yakinku dan tetap bertahan

Akan kucoba menerima semuanya, walaupun begitu sulit terasa

Kulihat kalian dalam mimpi namun saat kubangun kalian menghilang

Hilang begitu cepat

 

Siang malam, aku merasa Kalian masih berada didekatku

Dan kuingat Kalian dalam setiap doa yang kupanjatkan

Setiap hari kuberharap kalian  berada dalam  kasih-Nya

Tapi hidup selalu berubah, dan tidak pernah akan sama

 

Syukurku untuk setiap kenangan yang kulalui bersama kalian

Karena kutahu, hidup ini tidak akan selamanya

 

Ada masa ketika ku merasa  tidak punya kekuatan untuk melangkah

Diri ini terasa begitu lemah dan tak bisa bertanya mengapa

Namum ku berhasil melalui semua sakit ketika kupahami

Bahwa kita semua milik  Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali

(Gubahan sederhana, so soon-Maher zain)

 

Hakikatnya,

Kita (akan) saling meninggalkan

Karena amanah dan beban yang beragam

Namun tetap akan ada tanggung jawab

Silaturahim ketika mampu

Dan mendoakan ketika rindu

 

Hakikatnya,

Kita (akan) saling dipertemukan

Berharap tidak akan ada tuntutan saat itu

Layaknya sahabat Karib yang tersalahkan

Tersebab tidak ada ketersalingan

Mengingatkan dan menguatkan dalam keimanan

 

Dan hakikatnya,

Harapan terbesar kita apapun ikatannya

Adalah dipersatukan

Dalam masa yang tiada akhirnya

Dalam nuansa yang penuh akan ridhoNya

Dimana kita tak akan lagi terpisahkan

Selamanya

seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya. (HR Muslim)
Andai konsekuensinya semudah mengucapkannya,
inni uhibbukum fillah