Perjuangan cinta yang ga boleh kalah

Ini tentang kerinduan

Yang mungkin tak terbayarkan

Mungkin karena yang dirindukan enggan bertemu

dan yang pasti

Karena sang perindu yang terlalu malu untuk bertemu

 

Sangat berharap bisa bertemu denganmu

Melihat wajah bercahayamu

Senyum meneduhkanmu

Lembut bicaramu

Dan pendar-pendar syafaat darimu

 

Namun, sekali lagi

Sang perindu terlalu malu untuk bertemu

Dan yang dirindukan belum tentu mau bertemu

 

Adalah setiap maksiat dan dosa yang membuat sang perindu menjadi malu

Padahal segalanya telah disampaikan dengan indah oleh yang dirindukan

Bagaimana mungkin sang perindu mengindahkan perkataan yang dirindukan??

Mungkin satu jawabnya

Rindu sang perindu adalah palsu

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
(QS : attaubah : 128).

 Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.
(QS Al-Ahzab : 6)

Inilah sosok manusia agung dan mulia sepanjang jaman diseluruh semesta. Jika engkau adalah seorang mukmin, jangan khawatir cintamu bertepuk sebelah tangan padanya. Akan terbalas sempurna. Yakinlah.

Dan tahukah, walaupun terikat perbedaan masa yang sangat lama dan tak pernah bersua, akan selalu ada pengikutnya yang selalu merindukannya siang malam, pagi dan petang. Selalu. Aneh memang, tak pernah bertemu namun bisa rindu.

Namun, apakah itu adalah kita?

Sudah kenalkah kita?

Sudah rindukah kita?

Sudah cintakah kita padanya melebihi diri kita sendiri?

Jika belum, sudah saatnya kita upayakan semaksimal mungkin dengan pendekatan yang super intensif, sampai air mata bisa meleleh, menahan rasa rindu akan sosoknya yang mulia. Benar, sampai rindu itu mengakar dalam hati kita dan buah rindunya mengejewantah dalam keseharian hidup kita.

Namun, yang ku tahu

Satu senyum yang dirindukan cukup membuat sang perindu berderai air mata

Bahkan mungkin, kata-kata kerinduan tak akan bisa terucap dari sang perindu

hanya air mata

hanya air mata

hanya air mata

Yang keluar deras tak tertahan

Saat yang dirindukan berpaling padanya dan memanggil

Berdirilah bersama disampingku

Dan minumlah ditelaga alkautsar bersamaku

Sebuah keinginan sederhana seorang perindu

Jika ada cinta makhluk yang harus didapatkan, itu adalah cintamu. Dan jika ada manusia yang menjadi idola dan teladan, tentu itu adalah dirimu, ya rasullullah.

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: