Semoga Akan Menjadi Lebih Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Aku ingin, Sapardi Djoko Damono)

Hari ini (minggu, 13022012) kembali mendengar puisi itu, di tengah kerumunan anak-anak PAS Masjid Salman, namun dengan sedikit sentuhan yang membuatnya berbeda, musikalisasi.
Menjadikannya  semakin keren saja.^^

Jadi teringat,.
Sebuah rasa berjuta interpretasi,.
cinta…

Saya sangat sadar sebenarnya
Cinta yang ada antara kita dulu
Sangat terasa kompleks
baik dari sisi ikatan maupun reaksi yang ada

Bahkan saking kompleksnya
Hampir-hampir tidak terasa
Olehku
Aku acuh, Engkau terus menunggu
Tak bisa sederhana
Seperti yang seharusnya terjadi

Sadar sepenuh jiwaku
Rasa ini ada, ujung dan pangkalnya padaMu

Teringat
saat ku mencoba mendekat, Engkau lebih merapat

Teringat
saat kuberjalan pelan, Engkau berlari kencang
Dan mungkin,
hanya jalan pelan yang bisa kulakukan
Sekarang

Kadang
Sesekali terhenti jalanku yang pelan itu
Namun, sekali lagi, Engkau selalu menunggu
Bahkan pernah aku mundur, jalan kebelakang
Namun sekali lagi, Engkau tak pernah lelah menungguku
Kembali

Andai konsekuensi cinta ini
Bisa sesederhana interaksi awan dan hujan
Dan tak sekompleks hubungan kayu dan api
Namun nyatanya tidak seperti itu

Tapi
Akan aku coba leraikan reaksi-reaksi yang rumit itu
Dan kucoba kendurkan ikatanya satu-satu
Sehingga aku akan bisa mencintaimu dengan lebih sederhana
Sesederhana makna cinta sebenarnya

aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk Engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata

(acha, sampai menutup mata)

Iklan
  1. Reblogged this on rismhamomo's Blog.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: