Inilah Bidadari Pertama, Engkaukah yang Kelima??

Bismillah,.

Dulu sering sekali mempertanyakan,jika seorang laki-laki mempunyai sosok Nabi Muhammad sebagai teladan utama,lalu bagaimana dengan kaum wanita?? Siapa teladan terbaik bagi mereka?? Karena menurut saya, tidak mungkin bagi seorang wanita, apalagi dalam islam, untuk di ombang ambing ga jelas,termasuk didalamnya perihal keteladanan.

Dan akhirnya, setelah melalu perjalanan panjang dan berliku (lebai), saya menemukan jawabannya, sebuah jawaban yang diberikan oleh ia yang ucapannya selalu mngandung hikmah dan pembelajaran.

Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah maryam binti imran, asiyah binti muzahim, khadijah binti khuwailid dan fathimah binti muhammad. Sedangkan keutamaan aisyah atas seluaruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.
(HR Bukhori)

Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu maryam binti imran, khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah binti muzahim, istri fir’aun.
(HR ahmad dan tirmidzi)

Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah istri fir’aun.

(HR ahmad)

Tapi ya itu, nama-nama tersebut hanya akan menjadi nama saja, jika kita tidak mengetahui kisah hidup, bara api semangat perjuangan serta pancaran cahaya keimanan yang bersemburat indah dari mereka.

Sudah sewajarnya, kita sebagai ummat islam, tahu tentang kisah mereka,para wanita terbaik dunia dan akherat, terutama kaum hawa. Bacalah biografi mereka dan dapatkan hikmah terbaik dari mereka. Apa yang akan saya share hanya sebagian kecil saja. Namun, mudah-mudahan memberikan kebaikan bagi kita semua.

BIDADARI PERTAMA

Sebuah keniscayaan, bagi mereka yang  Allah muliakan di dunia dan akherat untuk mengalami ujian yang berat untuk menentukan kadar kualitas mereka, tentulah kita sudah familiar akan siksaan dahsyat yang dialami Asiyah binti Muzahim sampai ia harus meregang nyawa dibawah salib dan terik panas matahari, setelah sebelumnya disiksa dengan siksaan yang berat. Sampai-sampai  Allah  mmbocorkan sdikit rahasiaNya. Dengan menampakkan istana surga pada Asiyah. Benar-benar sebuah pembelajaran iman bagi kita. inilah konsekuensi terberat dari makna keimanan.

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mudalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.
( QS Attahrim: 11)

Dari Asiyah pula kita belajar akan fitrah indah dari seorang wanita, ketika Allah menganugerahkan kasih sayang kepadanya ketika musa dihanyutkan d sungai nil. Reflek saja baginya untuk meminta kepada firaun untuk mengasuh Musa kecil. Dan firaunpun, seperti laki-laki lainnya, kadang tak kuasa jika berhadapan dengan keinginan wanita. Fitrah yang sering kita lihat, dari ibu kita,kakak atau adik perempuan kita, serta kaum wanita lainnya, mudah sekali bagi mereka untuk menampakkan kasih sayangnya, terutama pada anak kecil. Bawaannya pengen ngegendong terus kali yaa??

Lihat betapa luwesnya mereka, bandingkan dengan kaum bapak, yang bahkan untuk menggendong aja banyak yang kaku. Tidak heran ketika  masih kecil, jika seorang laki-laki cenderung bermain bola dan kelereng, bahkan seorang balita perempuan bermain ibu-ibuan pada bonekanya. Sebuah fitrah yang indah bukan??

Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.
( QS Al-qoshos:9)

Dari Asiyah pula kita belajar tentang arti kesabaran, mungkin teman-teman juga bisa membayangkan jika mempunyai pasangan seperti fir’aun, dengan sifatnya yang congkak, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Pastinya harus luar biasa sabar menghadapi orang seperti ini.
Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
(QS Al-qoshos:4)

Asiyah juga menggambarkan dengan jelas, jika keimanan sudah terpatri kuat dalam hati, lingkungan yang luar biasa penuh dengan nuansa kemusrikan dan kekufuran tidak menggoyahkan keimanannya sedikitpun.
Apalagi mereka yang mendapati dalam hidupnya nuansa penuh dengan keimanan,.harus benar-benar bersyukur tuh.

Dan mungkin, inilah bagian yang sedikit sulit untuk saya kemukakan, seperti yang telah saya sebutkan, Asiyah lebih memilih kematian daripada menggadaikan keimanannya. Bayangkan kawan, pengorbanan yang telah ia lakukan, semua fasilitas terbaik sebagai seorang permaisuri, semua materi yang ada dan semua kenikmatan dunia terbaik yang telah menyatu dalam kehidupannya. Semuanya dia korbankan. Entah bisa kita bandingkan dengan wanita jaman sekarang atau tidak,  yang katanya realistis padahal aslinya materialistis, menuntut berlebihan pada ayah atau suaminya. Yahh, mungkin karena belum tahu kisah Asiyah yaa??hehe

Kita benar-benar  banyak mendapatkan hikmah dan pembelajaran dari kehidupanmu, wahai permaisuri mesir yang dirahmati Allah.

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari keimanan

Iklan
  1. bagus banget 🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: