Jangan Biarkan Ada Walau Secuil

Rasullullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, “amal seseorang tidak akan bisa menyelamatkannya (dari neraka)”. Mereka bertanya, “termasuk engkau, wahai Rasullullah??”. Beliau menjawab, “termasuk aku, tetapi ada rahmat Allah yang meliputiku”. (Muttafaq ‘alaih)

Ada dua orang bersaudara, seorang diantaranya berlumuran dosa dan seorang lainnya taat dalam beribadah. Seorang yang taat setiap kali melihat saudaranya dalam keadaan berdosa, ia berkata, “berhentilah melakukan dosa”. Suatu hari, ia menemukan saudaranya itu sedang melakukan perbuatan dosa. Ia pun berkata, “berhentilah melakukan dosa”. Saudaranya yang bedosa itu menjawab, “biarkan aku yang akan bertanggung jawab kepada tuhanku. Apakah kamu dikirimkan kepadaku untuk mengawasiku?”. Seorang yang taat berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosamu atau Allah tidak akan menjadikanmu masuk surga”.

Setelah dua orang bersaudara ini meninggal dunia, keduanya berkumpul dihadapan Tuhan semesta alam. Allah berfirman kepada seorang yang taat, apakah kamu mengetahui keputusan-Ku atau apakah kamu berkuasa untuk menentukan keputusan-Ku? Kemudian Allah berfirman kepada yang berdosa, “pergilah dan masuklah ke surga dengan rahmatKu!”. Sedangkan untuk seorang yang taat, Allah berfirman, “seretlah ia ke neraka!” (HR ahmad dan at-tirmidzi, shahih)

Banyaknya keberhasilan dan prestasi yang dicapai oleh seorang manusia dalam berbagai aktivitasnya, jika ia tidak waspada, maka semua itu akan membentuk sebuah alasan yang kuat untuk masuknya penyakit sombong pada dirinya. Begitu mudahnya ia terkena penyakit ini. mungkin benar dalam faktanya, jika ia memang termasuk orang yang mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya. Kurang apa?? Setiap kali ia berbicara, ucapannya selalu memberikan pengaruh kepada orang-orang yang mendengarnya. Ia selalu menunaikan shalat fardhunya dimasjid. Agenda harianya selalu teratur rapi, pergaulannya luwes, dan sikapnya dinilai lembut. Ia pun termasuk berhasil dalam mendidik anak-anaknya dan mampu mengelola dengan baik setiap bidang kehidupannya. Hal itu merupakan faktor yang kuat bagi seseorang secara perlahan untuk menyombongkan dirinya.

Hasan al bashri ra berkata, ”Seandainya ada seorang manusia yang semua perkataannya benar dan semua perbuatannya baik, maka ia mendekati pada kerugian”. Kemudian ada yang bertanya, “bagaimana ia bisa merugi?”. Hasan al bashri menjawab, “disebabkan kesombongan terhadap diri sendiri”.

Semoga kita semua terhindar dari penyakit hati yang satu ini…amin ya robb,.TT

Tidak masuk surga bagi orang yang di dalam hatinya terdapat secuil kesombongan. (HR Muslim)

 

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: