Arsip untuk Januari, 2012

Teladan Wanita Shalehah dan Penyejuk Mata

Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad. Sedangkan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.
(HR Bukhori)

Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim, istri fir’aun.
(HR Ahmad dan Tirmidzi)

Para penghuni surga yang dimuliakan Allah adalah Maryam binti Imron, Asiyah istri Fir’aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad.
(HR aththabroni)

Hanya ingin kembali berbagi

Merekalah teladan nyata bagi para wanita shalehah dan yang ingin menjadi penyejuk setiap mata

jika engkau tahu kisah perjalanan hidup mereka
niscaya engkau akan semakin percaya
bahwasanya bidadari surga itu
benar-benar ada
*kapan-kapan deh yaa dijabarin satu persatu,.^^

Iklan

SENJA KALA HIDAYAH

Mendekatlah engkau kedalam pelukanku
Agar dapat kupecahkan seribu ketakutanmu
Takkan kubiarkan satu hal saja melukai hatimu
Walau ku sadari lelaki ini memang tidak sempurna
Tapi bersama Allah
Ku yakin semua akan baik-baik saja

Sempurkan setengah agamaku
Biar ku cintai semua kekuranganmu
Ajarkan aku menerima mensyukuri dan dewasakan hidup ini
Bersamamu terukir kisah makna cinta sejati
Karena bersama Allah
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja

(thufail al ghifari)

hmmmmm,.
kapan yaahhh??

Dari Gerakan Ke Negara

Ketika Gerilya sudah harus menampakkan diri ke permukaan mainstream
Maka sampaikan salam ini ke setiap molotov dakwah
barisan revolusi Islam Mulai Mengejawantah
Walau harus diancam ribuan polisi neraka

Di titik ruang komunikasi sel – sel perkumpulan surga
Terekonstruksi dari energi akar madinah
Dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan
Oasis dari bayangan Uhud hingga FIS Di Aljazair yang takkan terlupakan

Beginilah waktu telah mengajarkan kami dengan baik
Untuk tidak pernah percaya pada barisan kafir dan munafik
Diatas taruhan demokrasi dan belenggu konfrontasi casuistic
Ancaman demokrasi parasit dan monopoli politik

Dari saham Sabra Shatilla hingga Bosnia Herzegovina
Sejarah telah memaksa kami menyusun ulang agenda perjuangan manusia,
Dimulari dari gerakan ke Negara
Lalu berakhir pada kebangkitan peradaban yang mulia
Khilafah Islamiyah Islam pasti kembali berjaya

fase demi fase
titik kaderisasi regenerasi barikade
antisipasi dari invasi Bangsa Simpanse
kaum Qabbalah tereportase
Kualitas Tarbiyah adalah kualitas Pilihan
Ekosistem dari lokomotif ketakwaan
Lahir dari gejolak kebangkitan perlawanan
Menuju bab konsolidasi
maka komunikasi adalah tulang punggung resistensi

Selamat datang di negeri pecundang
Negeri dari rekayasa parang para pembangkang
Dan hunusan pedang firaun yang berpetualang bersama neraka datasemen 88
Dalam hipokritas pancasila dan inteligen Negara
dalam kolosal para maniak terror dan raja provokator
Yang sugesti 6 milliar rekonstruksi istana bogor
Dan orator pers hanya mampu menjadi kompor komrador tirani agar tak terlihat kotor

Rasakanlah jejak revolusi yang mulai menghampiri
Pembakar Sandiwara ilusi demokrasi
Dari rotasi rumus hak pilih dan konspirasi
Untuk kita yang bernafas dalam sangkar para tirani
sejak fundamental berarti cacat mental
maka kita memang telah dipimpin oleh kebohongan massal
monopoli modal agentur internasional
yang rubah setial mal menjadi lembaga sensor aqidah nasional

radikalisme dan reaksioner
friksi rekayasa control moneter
pabrik baru para parasit sekuler
Undang undang anti teroris dalam seranta pejabat teler
menggalau dalam doktrinasi internal konflik picu sumbu riotik
undang – undang patetik dan lusinan casuistic
risau pisau parau agenda Mason mulai mengacau
rekayasa semit dan isu teroris rangkai pecahan amoeba kontra fasis
Materialis yang telah merubah dalai lama pada kedangkalan nihilis
perumus tinja humanis yang membantai lusinan syuhada dengan sangat demokratis
begitu praktis hujatan egosentris yang meramu najisnya para atheis

Hey engkau pewaris syair Baitul Maqdis
Yang bertahan diantara tekanan fitnah dan isu teroris
Terbelenggu Poros prejudis dari para fasis yang berteriak fasis..
bertahanlah dan Allah beserta kita !

sebuah syair penyemangat dari thufail alghifari

salam satu jari telunjuk!!!

Jangan Biarkan Ada Walau Secuil

Rasullullah SAW bersabda kepada para sahabatnya, “amal seseorang tidak akan bisa menyelamatkannya (dari neraka)”. Mereka bertanya, “termasuk engkau, wahai Rasullullah??”. Beliau menjawab, “termasuk aku, tetapi ada rahmat Allah yang meliputiku”. (Muttafaq ‘alaih)

Ada dua orang bersaudara, seorang diantaranya berlumuran dosa dan seorang lainnya taat dalam beribadah. Seorang yang taat setiap kali melihat saudaranya dalam keadaan berdosa, ia berkata, “berhentilah melakukan dosa”. Suatu hari, ia menemukan saudaranya itu sedang melakukan perbuatan dosa. Ia pun berkata, “berhentilah melakukan dosa”. Saudaranya yang bedosa itu menjawab, “biarkan aku yang akan bertanggung jawab kepada tuhanku. Apakah kamu dikirimkan kepadaku untuk mengawasiku?”. Seorang yang taat berkata, “Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosamu atau Allah tidak akan menjadikanmu masuk surga”.

Setelah dua orang bersaudara ini meninggal dunia, keduanya berkumpul dihadapan Tuhan semesta alam. Allah berfirman kepada seorang yang taat, apakah kamu mengetahui keputusan-Ku atau apakah kamu berkuasa untuk menentukan keputusan-Ku? Kemudian Allah berfirman kepada yang berdosa, “pergilah dan masuklah ke surga dengan rahmatKu!”. Sedangkan untuk seorang yang taat, Allah berfirman, “seretlah ia ke neraka!” (HR ahmad dan at-tirmidzi, shahih)

Banyaknya keberhasilan dan prestasi yang dicapai oleh seorang manusia dalam berbagai aktivitasnya, jika ia tidak waspada, maka semua itu akan membentuk sebuah alasan yang kuat untuk masuknya penyakit sombong pada dirinya. Begitu mudahnya ia terkena penyakit ini. mungkin benar dalam faktanya, jika ia memang termasuk orang yang mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya. Kurang apa?? Setiap kali ia berbicara, ucapannya selalu memberikan pengaruh kepada orang-orang yang mendengarnya. Ia selalu menunaikan shalat fardhunya dimasjid. Agenda harianya selalu teratur rapi, pergaulannya luwes, dan sikapnya dinilai lembut. Ia pun termasuk berhasil dalam mendidik anak-anaknya dan mampu mengelola dengan baik setiap bidang kehidupannya. Hal itu merupakan faktor yang kuat bagi seseorang secara perlahan untuk menyombongkan dirinya.

Hasan al bashri ra berkata, ”Seandainya ada seorang manusia yang semua perkataannya benar dan semua perbuatannya baik, maka ia mendekati pada kerugian”. Kemudian ada yang bertanya, “bagaimana ia bisa merugi?”. Hasan al bashri menjawab, “disebabkan kesombongan terhadap diri sendiri”.

Semoga kita semua terhindar dari penyakit hati yang satu ini…amin ya robb,.TT

Tidak masuk surga bagi orang yang di dalam hatinya terdapat secuil kesombongan. (HR Muslim)

 

Andai Konsekuensinya Semudah Mengucapkannya

Kalimat terberat seseorang kepada orang lainnya

adalah ketika ia berkata

bahwa dirinya mencintai orang tersebut karena Allah

sebab orang yang berkata demikian

hanya menginginkan kenikmatan, kabaikan dan keridhoan Allah

kepada orang tersebut

 

Cinta, kasih, kelembutan,perhatian dan pengorbanan itu…

Orang tua kepada anaknya, begitupun sebaliknya

Suami kepada istrinya, begitupun sebaliknya

Kakak kepada adiknya, begitupun sebaliknya

Paman kepada kemenakannya, begitupun sebaliknya

Satu saudara seiman dengan saudara yang lainnya

Dan semua hubungan yang ada  di dunia

Andai Semuanya Karena Allah

Pastinya akan membuat dunia ini menjadi surga

Sebelum surga yang sebenarnya

 

Ya robb,.

Ijinkan hamba meminta

Setulus hati ini

Kiranya

Kata-kata pengingat indah itu

Kalimat-kalimat penguat luar biasa itu

Dan segala inspirasi kebaikan tak tergantikan itu

Akan senantiasa ada

Walau sudah tak terikat perioda berjuang bersama

*Doa untuk yang AKU MENCINTAINYA KARENA ALLAH,.
Jagalah cinta ini ya Allah, selalu karenaMu

Al Ummu Madrasatul ‘Ula

Bismillah,.

Perasaan seorang ibu kepada anaknya adalah suatu perasaan yang menerjemahkan gambaran nyata menyatunya kehidupan ibu dengan anaknya. Jika anak bersedih, diapun merasakannya. Jika anak berbahagia, sang ibupun ikut merasakan kebahagiaanya.

Mari kita mengenal seorang ibu yang mempunyai gambaran dan perasaan tersebut. Seorang wanita yang menikah dengan laki-laki yang bernama Ismail. Ismail adalah seorang alim yang mulia, murid Imam Malik. Hasil perkawinan yang penuh berkah ini adalah seorang anak yang diberi nama Muhammad.

Tidak berselang lama setelah kelahiran Muhammad, Ismail wafat dengan meninggalkan harta yang berlimpah untuk istri dan anaknya yang masih kecil.

Setelah meninggalnya sang suami, sang ibu mulai menanamkan pendidikan islam yang baik kepada anaknya, Muhammad. Dia berharap putranya menjadi salah seorang ulama kaum muslimin. Sang ibu memiliki pandangan yang jauh kedepan terhadap anaknya.

Tetapi sangat disayangkan, ada sebuah penghambat. Penghambat yang sangat berat.

Apakah itu??

Ternyata sang putra, Muhammad, tidak bisa melihat sejak lahir. Pada saat tidak bisa melihat, tentu akan menyulitkan dalam mencari ilmu, dari satu syaikh ke syaikh yang lain, dari satu tempat ke tempat yang lain. Sang ibupun sangat sedih.

Lalu apa solusinya??

Solusi atas keinginan mulianya itu??

Solusi atas azzam dan cita-cita mulia sang ibu terhadap anaknya ini??

Apa solusinya kawan??

*sejenak berfikir, kira-kira hal apa yang kita lakukan

Tepat!!!

Inilah solusinya,inilah jawabannya. Suatu jalan yang tidak akan pernah tertutup.

DOA, selalu dibuka oleh Robbul ‘alamin.

Coba tunjukkan padaku siapakah gerangan yang dapat menutup pintu ini sepanjang sejarah?? Tidak ada bukan??

 

Sang ibu memilih doa

Dia mulai berdoa kepada robbnya, pencipta dan yang mengadakannya, pemberi nikmat kepadanya yang tidak terhitung.

Sang ibu berdoa kepada-Nya dengan hati yang suci dan niat yang baik.

Siang dan malam, hari demi hari, bulan demi bulan.

Dan akhirnya.

Pada suatu malam ketika ibu ini sedang tidur, tiba-tiba dia melihat dalam mimpinya sang al khalil ibrahim ‘alaihissalam.

Ibrahim berkata kepadanya,”wahai Ibu, Allah telah mengembalikanpenglihatan putramu berkat doamu yang terus menerus.”

Dan dipagi hari sang ibu melihat buat hatinya bisa melihat. Allahuakbar…

 

Setelah Muhammad bin ismail dapat melihat, sang ibu mulai mengarahkannya kepada ilmu.

*hmmm,ngebayangin seorang ibu yang mengajarkan alif ba ta tsa kepada anaknya (kangen banget ama ibu euy)

Akhirnya sang anak pun, dikemudian hari, menulis sebuah kitab yang merupakan salah satu kitab tershahih didunia setelah kitabullah.

Shahihul bukhari, itulah nama kitabnya kawan. Dialah Muhammad bin ismail al-bukhari. Tentu kita semua mengenalnya.

Allah telah memberikan ilmu dan keluasan hafalan padanya. Dia telah menghafal buku beberapa ulama semenjak usia 16 tahun. Dalam usia semuda itu, dia memulai perjalan panjangnya dalam mencari ilmu, dengan ditemani ibu dan saudara-dsaudaranya. Dia memulai perjalanann dengan perjalanan ke baitullah. Dari sana diapun mengelilingi pusat-pusat ilmu dan hadits didunia islam pada masa itu.

Dia mengecap kelelahan dan kesulitan. Memikul resiko bahaya dan kesengsaraan dalam rangka mengumpulkan hadits nabi dan menyebarkannya kepada kaum muslimin. Sebuah pekerjaan yang teramat berat.  Teramat berat karena harus ada ketelitian terhadap para perawi hadits, sanad ( jalur riwayat), dan matannya (redaksi hadits). Dia telah memberikan ilmunya kepada kita dan kepada kaum muslimin sejak ratusan tahun lalu. Kaum muslimin telah mengambil banyak manfaat dari hadits-hadistnya dalam pengambilan dalil menyangkut bermacam-macam hukum fikih dan yang lainnya.

Inilah albukhari, dengan keutamaan-keutamaannya dan perhatiannya yang tinggi terhadap penyebaran ilmu dikalangan kaum muslimin.

Inilah albukhari, salah satu hasil dari jerih payah sang ibu yang tidak kenal lelah berdoa agar Allah mengembalikan penglihatan anaknya.

Inilah albukhari, contoh nyata betapa PENTING dan DAHSYATnya peran seorang ibu, Al ummu madrasatul ‘ula.

 

Dan terkhusus para calon ibu, bersungguh-sungguhlah mengangkat martabat anakmu nanti. Martabatnya dunia dan akherat. Ini memerlukan usaha dan pengorbanan terbaik. Azzam dan hati yang ikhlas. Serta doa yang tak pernah putus.  Dan yakinlah, dengan tarbiyah yang benar dan arahan yang baik dibawah payung Al-Qur’an dan sunnah nabawiyah, bukhari-bukhari abad 21 akan lahir dan memberikan kebermanfaatan yang besar bagi umat muslimin.

Sesungguhnya Allah Maha Malu, Maha Dermawan dan Maha Pengasih. Dia merasa malu jika seseorang mengangkat kedua tangannya kepadaNya, lalu dia mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong.(HR abu dawud, ibnu majah, at-tirmidzi) (shahihul jami’ush shahir,juz 2,no 1753)

Sampai sekarang, masih yakin jika kunci perubahan perbaikan peradaban islam ada pada para pemuda dan kaum wanita.

Apalagi terhadap wanita yang masih muda yang memiliki keinginan besar untuk peradaban islam.^^

KALIANLAH KUNCINYA!!!

Referensi: Imam albukhari sayyidul huffazh wal muhadditsin, syaikh taqiyudin an-nadawi azh-zhahiri

Maaf, saya juga ambisius

 

Bismillah,
Lihatlah dia berjalan kesana kemari dengan pakaiannya yang baru. Dia turun, lalu berjalan dengan gayanya yang khas. Gaya berjalan yang didambakan oleh banyak gadis untuk bisa mempelajarinya. Jika dia melewati suatu tempat, lalu kita mendatangi tempat tersebut sesudahnya, niscaya kita mengetahui bahwa dia baru melewatinya karena aroma parfumnya yang berniali seribu dirham.

Kadang-kadang dia tertinggal shalat karena menata rambutnya. Kemewahan yang dia rasakan ini diungkapkannya dengan perkataan, “ saya tidak memakai baju lalu orang-orang melihatnya kecuali saya anggap bahwa baju itu telah usang”.

Datanglah suatu hari dimana dia menerima tampuk khilafah. Maka dia beralih ke fase kehidupan yang baru. Dia telah mengubah mentalnya, melepas masa lalu dengan segala nikmat dan kemewahannya. Pikiran, hati dan perasaannya telah bangun. Dia menumbuhkan pada dirinya hakikat muroqobah. Padahal biasanya, orang yang berpindah ke martabat itu, yaitu tampuk kekuasaan, kebanyakan malah lebih bersifat congkak dan sombong. Tetapi dia membantah anggapan itu. Dia memulai hidup barunya yang bersinar.

Setelah dia menerima khilafah, dia berkhotbah menjelaskan politiknya yang baru. Orang-orang terkejut. Diakah itu, atau orang lain yang meminjam bentuknya?
Dimana gaya berjalannya yang terkenal itu?
Dimana parfumnya yang semerbak itu?
Dimana bajunya yang panjang itu?
Dimana??dimana??

Dia memulai langkah-langkah nyata setelah slogan-slogannya. Dia membatalkan kezaliman-kezaliman yang dimulai dari keluarga penguasa.

Sahabat, apakah engkau mengenalnya??

Dialah Umar bin abdul aziz, sang khulafaur rosyidin kelima.

Lihatlah saat dia berdialog dengan istrinya tentang realita kehidupannya yang baru, “fatimah, masalah ini telah menimpaku, saya menanggung beban berat. Saya akan dimintai pertanggungjawaban terhadap orang mulia atau rendah dari umat Muhammad. Tugas ini tidak bisa ditunaikan sambil lalu dalam diriku, tidak pula dari waktuku, dimana saya menunaikannya dan menunaikan hakmu atasku. Saya tidak menginginkan wanita, saya tidak ingin berpisah denganmu, dan saya tidak mementingkan siapapun didunia ini melebihi dirimu. Tetapi saya tidak mau menzalimi dirimu dan saya takut dirimu tidak kuat menaggung model kehidupan yang saya pilih. Jika kamu mau, saya bisa memulangkan kamu kerumah ayahmu”.

Fatimah menjawab,”apa yang akan kamu lakukan?

Umar berkata, ”harta yang kita miliki ini, yang dimiliki saudara-saudaramu dan kerabatmu telah diambil dari harta kaum muslimin. Saya akan mengambilnya dari mereka dan mengembalikannnya kepada kaum muslimin. Saya akan memulai dari diriku. Saya tidak akan menyisakan kecuali sepetak tanah yang telah aku beli dengan uangku sendiri. Saya akan hidup dari hasilnya. Maka jika engkau tidak kuat hidup sulit setelah sebelumnya hidup mewah, pulanglah ke rumah ayahmu”.

Fatimah menjawab, “apa yang mendorongmu melakukan itu?

Umar menjawab, “wahai fatimah, saya mempunyai jiwa yang ambisius, saya tidak memperoleh sesuatu kecuali saya menginginkan yang lebih baik. Saya ingin jadi gubernur dan saya mendapatkannya. Setelah saya mendapatkannya, saya ingin jadi khalifah. Ketika saya mendapatkannya, saya berambisi meraih yang lebih darinya, yaitu surga”.

Fatimah menjawab, “lakukanklah apa yang ingin engkau lakukan, saya bersamamu. Saya tidak akan menyertaimu dalam kenikmatan, lalu meninggalkanmu dalam kesusahan. Saya ridha terhadap apa yang kamu ridhai”.

Langkah rillpun dimulai

Dia memerdekakan para hamba sahayanya
Dia melepaskan para pelayan
Dia meninggalkan istana
Segala isinya dia kembalikan ke baitul mal
Dia tinggal dirumah mungil disebelah utara masjid

Fatimah seperti orang kebanyakan dalam pakaiannya, rumahnya, tawadhunya, makan dan minumnya, yang tertinggal dari fatimah hanyalah perhiasannya saja.

Umar berkata kepadanya, “Fatimah, engkau mengetahui bahwa perhiasanmu ini diambil ayahmu dari harta kaum muslimin dan ia menghadiahkannya kepadamu. Saya tidak suka ia bersamaku dirumah ini. Pilihlah, mengembalikannya kepada baitul mal atau izinkan aku berpisah denganmu”.

Fatimah menjawab, “tidak, saya memilihmu daripadanya. Bahkan yang lebih banyak darinya, jika seandainya aku memilikinya”.
Perhiasan itu dikembalikan ke baitul mal.

Seorang ibu datang dari mesir ingin bertemu dengan khalifah umar, ibu ini bertanya tentang istananya, lalu ornag-orang menunjukkan rumahnya. Dirumah itu sang ibu melihat seorang wanita duduk diatas tikar yang ditambal dengan pakaian bekas. Dia juga melihat seorang laki-laki yang tangannya berlumpur sedang memperbaiki tembok rumah.

Ibu ini sangat terkejut ketika mengetahui bahwa wanita yang duduk ditikar adalah istri amirul mukminin, Fatimah binti abdul malik.
Ibu itu berkata kepada Fatimah, “ya sayyidati, mengapa engkau tidak berhijab dari tukang batu ini?” sambil tersenyum, fatimah menjawab, “tukang batu itu adalah amirul mukminin.”
Sebuah pemandangan tentang kerendahan hati yang mengagumkan.

Diambil dari qishas minat tarikh, syaikh ali attanthowi, dengan beberapa perubahan.

ijinkan kami bertemu ya robb, suatu waktu kelak