Arsip untuk Oktober, 2011

Akulah yang mencari pembenaran

Akulah yang mencari pembenaran

Dulu, sering bertanya pada diri sendiri

Untuk apa hidup??

Gitu-gitu aja

Iya ga sih??

Apa bedanya jika sekarang aku mati

Atau nanti setelah memori banyak yang berlari

Ada ga yang membuat berarti

Dalam suatu masa tertentu. Dalam suatu perenungan panjang. Banyak pertanyaan-pertanyaan fundamental yang muncul. Terutama tentang hidup dan agama??banyak yang saya pertanyakan, mulai dari hal paling krusial, tentang  eksistensi tuhan sampai hal yang paling mendetail. Semua saya pertanyakan. Menurut saya sih wajar.

Jika diperhitungkan, untuk masa-masa awal pemikiran. Seseorang yang mengetahui konsep agama, dan setidaknya takut akan peringatan-peringatan yang ada didalamnya. Biasanya, cenderung ke arah ‘taat’ terhadap agama tersebut. Memang, dalam 10 misteri terbesar dalam hidup manusia, KEHIDUPAN SETELAH KEMATIAN merupakan misteri yang terbesar mengalahkan misteri tentang segitiga bermuda dan keberadaan makhluk asing (UFO dan Alien). Bahkan semua konsep agama yang ada, baik itu agama samawi maupun agama ardi memiliki korelasi dengan misteri ini, kehidupan setelah kematian. Termasuk didalamnya islam. Siapa coba yang tidak takut digoreng dineraka??jadi setidaknya, dengan beragama memiliki kemungkinan untuk selamat, jika memang ada kehidupan setelah kematian (ada surga dan ada neraka).

Jika dihitung-hitung dengan ilmu statistika, jika peluangnya ada, berarti kemungkinan untuk terjadi adalah mungkin. Walaupun memang ada kemungkinan kehidupan setelah kematian itu tidak ada, dan yang mempunyai kesimpulan yang terakhir biasanya menjadi agnostic bahkan menjurus ke atheis .

Saya sendiri tipe manusia yang menggunakan akal dalam beragama, karena memang agama diturunkan kepada makhluk yang berakal. Tapi memang harus dibedakan antara menggunakan akal dengan tak tahu batasan akal. Harus dibedakan dengan benar.

Menurut saya, sah-sah saja menggunakan akal dalam beragama. Justru ketika tidak digunakan malah akan timbul banyak kesesatan. Dan islam sendiri menurut saya adalah agama yang paling masuk akal. Jika dirunut dari sejarah sampai setiap detainya, menurut saya tak ada cacatnya. Tapi memang harus pandai-pandai mengidentifikasi, mana yang merupakan ajaran islam dengan penganut islam, kadang terjadi kesenjangan dalam implementasi ajaran oleh penganutnya. Memang, dalam keberjalanannaya, banyak pihak-pihak lain yang mempermaslahkan beberapa hal, sebut saja penganut JIL, mulai dari mengutak-atik alquran sampai pada penghalalan beberapa hal yang diharamkan. Dan mereka mengatasnamakan menggunakan akal,. Tapi menurut saya, mereka adalah kelompok yang tidak tahu batasan akal.

Dan memang, dalam alquran, yang sekarang saya yakini isinya sepenuhnya, terdapat banyak sekali ancaman bagi mereka yang tidak berfikir atau tidak menggunakan akalnya. Memang dien ini untuk mereka yang memakai akalnya.

Sempat mempertanyakan juga, kenapa keinginan dalam berislam dengan baik tidak dirasakan oleh orang lain,bukan berarti saya udah baik dalam berislam. Misalkan saja, saat masa SMA, ada seorang guru agama yang selalu mengingatkan bahkan cenderung mengancam tentang pentingnya memakai jilbab, tapi ya itu, Allah memberi hidayah pada mereka yang Ia kehendaki. Ada yang tergerak hatinya, ada juga yang tidak. Ada yang menangis tersedu-sedu, ada juga yang biasa saja. Padahal apa yang disampaikan pada mereka adalah SAMA. Belum lagi dengan hal-hal lain, seperti halnya keutamaan shalat dhuha, apa yang disampaikan guru ini kepada muridnya adalah sama, tapi, lagi-lagi yang kemudian bergerak dan bertindak hanya sebagian kecil saja. Memang sih, ini adalah konsep hidayah, yang memang mutlak milik Allah.

Saat berbincang dengan seorang teman tentang islam, ada sebuah pertanyaan, yang mungkin banyak yang mempertanyakannya juga. Apakah orang-orang baik dalam agamanya, apapun agamana, akan masuk surga??bagi beberapa orang, mungkin akan menjawab iya, begitu juga dengan temanku ini. siapa saja yang baik dalam beragama akan masuk syurga. Benarkah?

Saya sendiri kemudian bertanya , lalu untuk apa ada islam?? agama yang sangat saya yakini ini, padahal saat itu udah agama yang lain, bukankah kemudian islam menjadi useless jika menggunakan pemikiran seperti ini.

Jika ditanya tentang mengapa kita beragama islam, mungkin kita akan menjawab karena orang tua kita adalah muslim, tapi itu dulu. Jawaban yang kemudian saya berikan adalah karena saya yakin islamlah agama yang benar yang mampu membimbing dan menuntun saya dalam menjalani kehidupan. Harapannya, jawaban kita sama,..

Maka, pantaslah kita bersyukur akan nikmat terdahsyat yang kita dapatkan ini, nikmat mengenal Allah, nikmat mengenal Muhammad dan nikmat mengenal islam. Maka pegang teguhlah, jangan kita lepaskan dengan alasan apapun.

Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. (QS. Arruum:8)

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak dapat mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh. (QS. Ibrahim:18)

when you know the answer,
you will be so surprised!!!
how islam can lead your way

KETIKA KAU TERPIKAT CINTA

Ketika kau terpikat cinta

Islamikanlah dia

Ketika sayapnya merengkuhmu

serahkanlah dia pada Al-Qur’an

Jadikanlah virus yang tersembunyi di balik sayapnya

dan vaksin di hatimu.

 

Seumpama kita sesak napas terdekap olehnya

Al-Qur’an akan melapangkan kita

hingga kita menjadi sabar dan tegar

Dan kemudian,

Allah akan menyinari pelayaran cinta kita dengan cahaya-Nya

hingga kita siap menjadi penyelam suci yang memancarkan kekudusan Tuhan

 

Kita tidak pernah mengerti

bagaimana cinta bisa hadir dalam diri

Cinta serasa datang begitu saja

tanpa aba-aba, tanpa rencana matang

lantas dengan polos cinta mengetuk pintu hati kita

memberi kabar yang membuat kita kelu tak tentu arah

karena ia hadir bersama do’a malam yang teduh

di ruang para malaikat

yang tak pernah kenal sekat dan pekat