REKAM JEJAK INSPIRASI

Salam terbaik saya sampaikan

Untuk para pejuang kebaikan

Yang pengorbanannya tak lagi diragukan

Yang setiap nafasnya menjadi inspirasi keikhlasan

Terimalah ucapan terimakasih yang saya berikan

Kiranya, Allah membalas dengan sebaik-baik balasan

Jazakumullah khoiran katsiran

 

Banyak sekali hikmah dan inspirasi yang saya dapatkan saat pertemuan FSLDK Nasional di Ambon, Juli 2010. Tak terbayangkan oleh saya, ada kampus yang mengkhususkan para alumninya untuk menjadi seorang dai, bukan sembarang dai yang menginginkan dirinya terkenal dan masuk tipi, namun dai belakang layar, yang justru, menurut saya, memiliki khans tersendiri dalam menginspirasi orang-orang seperti saya dengan pengorbanan dan perjuangan mereka.

 

Jika boleh menceritakan kembali , setiap lulusannya, diwajibkan untuk berkelana di setiap pelosok nusantara indonesia, bahkan ke pedalaman-pedalaman yang tidak ada didalam peta. Terbayang perjuangan mereka yang berdakwah kepada sebuah masyarakat yang sangat asing terhadap islam, bahkan mendengar islampun baru pertama kali. Saya sendiri mendapat cerita tentang suksesnya dakwah di pedalaman papua, setelah melalui manuver-manuver dakwah yang dahsyat, diantaranya menikahi putri dari salah kepala suku, benar kawan, menikahi putri kepala suku pedalaman papua , bisakah teman-teman bayangkan betapa dahsyat perjuangan dakwah mereka.

 

Ada juga cerita, tentang alumninya yang syahid di jalan dakwah, ketika dakwah yang disampaikannya tidak diterima di suatu suku tertentu. Dan hal ini, memang sudah mereka perhitungkan sebelumnya, mereka sadar tentnag dakwah ini, nyawa adalah taruhannya. Sebauh tamparan tersendiri bagi saya yang, kadang, masih belum total bahkan bermalas-malasan dalam dakwah.

 

Untuk ranah dakwah kampus sendiri, saya berkesempatan untuk berbagi cerita kepada para pejuang dakwah dari universitas cendrawasih dan STAI, papua. Banyak sekali yang kami perbincangkan terkait perkembangan dakwah kampus. Perlu diketahui, banwasanya di universitas yang saya sebutkan tadi, muslim adalah minoritas. Bisa dibayangkan betapa keras perjuangan mereka dalam dakwah. Ketika kita enak-enakan dengan adanya dakwah wilayah, LDF dan LDPS, mereka yang disana sedang memperjuangkannya kawan. Perjuangan sebuah lembaga dakwah wilayah. Coba bayangkan, ketika penggerak dakwah, bahkan muslim, dalam satu kelas hanya ada satu orang. Kita disini yang mayoritas, malah kadang mandek dalam dakwah. Pantaslah kita malu jika bertemu dengan mereka.

 

Belum lagi cerita dari kawan-kawan kita asal ternate, maluku utara, yang untuk mendapatkan dana untuk keberjalanan roda dakwahnya, mereka sampai-sampai harus memindahkan bukit dengan cangkul, benar dengan cangkul kawan. Saya kira, cerita-cerita seperti ini hanya ada pada dongeng-dongeng klasik atau semacamnya. Entah mengapa, saya jadi teringat perjuangan Nabiyullah Muhammad ketika penggalian parit saat perang khandak. Dan setelah 14 abad berlalu, perjuangan itu diteruskan oleh mereka, pejuang dakwah maluku utara. Subhannalah,..

 

Salah satu kakak saya di kampus, dulu, pernah bercerita, jika ingin mengetahui tingkat militansi kita dalam berdakwah, Cobalah merefleksikan pada para pejuang dakwah di wilayah timur indonesia. Dan pada saat itu saya baru paham maksud dari kata-kata itu. MILITANSI KITA MEMANG PATUT DIPERTANYAKAN…

 

Masih banyak sebenarnya cerita yang ingin saya bagi, mudah-mudahan Allah memberikan ilham dan kesempatan. Kiranya kita harus banyak belajar bahkan berguru pada mereka, para ksatria dakwah islam yang tak terdengar. Sejenak, mari kita doakan mereka, para pejuang dakwah yang tak terdengar, kiranya Allah senantiasa menjaga mereka dan memudahkan segala urusan mereka. Yakinlah, bahwa doa yang kita panjatkan akan sampai pada mereka. Dan mungkin, hanya doa yang mampu kita berikan pada mereka.

 

Sekedar mengingatkan, untuk FSLDK NASIONAL 2012, GAMAIS ITB lah yang akan menjadi tuan rumah. Sudikah kiranya teman-teman menggaungkan kabar gembira sekaligus amanah ini kepada penduduk tanah ganseha yang lain. Kita akan menyambut lebih 3000 pejuang dakwah kampus dari ujung barat  Universitas syah Kuala, ACEH sampai ujung timur Universitas Cendrawasih, Papua. Sudah sejauh manakah persiapan kita??, akankah gamais itb, yang katanya, LDK rujukan nasional, benar-benar memberikan inspirasi lebih dalam kancah dunia ke-LDK-an. Hajat besar ini adalah tanggung jawab kita bersama kawan. Karena Indonesia madani bukanlah mimpi.

KAMPUS MADANI UNTUK INDONESIA MADANI

 

SEOLAH-OLAH ALLAH MEMBISIKAN KATA-KATA INI PADAKU,..

LIHATLAH MEREKA DALAM BERJUANG

LIHATLAH MEREKA DALAM BERKORBAN

APA YANG ENGKAU LAKUKAN

SUNGGUH TAK ADA APA-APANYA

MAKA, SELALULAH BELAJAR, DARI MEREKA

YANG SUARA DAN GERAK LANGKAHNYA TAK TERDENGAR

NAMUN GETARNYA SAMPAI KE LANGIT KEMULIAN

GAMAIS ITB, TUAN RUMAH FSLDK N 16 2012, MARI BANGUN MIMPI KITA BERSAMA DISINI,..
Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: