Arsip untuk Juni, 2011

Cukup satu cintaMu

Ya robb,.

Kadang bibir ini kelu untuk membaca ayat-ayatMu

Kadang telinga ini bosan mendengar nasehat untuk kembali kepadaMu

Kadang kaki ini goyah untuk berjuang dijalanMu

Kadang mata ini lupa untuk ditundukkan karenaMu

Kadang muka ini berpaling dari kebenaran yang nyata diberikan olehMu

Kadang pundak ini melemah karena belum ikhlasnya hati hanya karenaMu

 

Maka doa inilah yang senantiasa hadir dalam shalatku,

Ya robb,

Ampunilah aku

Sayangilah aku

Cukupilah kekuranganku

Tinggikanlah derajatku

Berikanlah rizkiMu padaku

Tunjukilah aku

Sehatkanlah aku

Dan,

Maafkanlah aku

 

Seringnya diri ini alpha akan segala nikmat yang bertubi-tubi datang dariMu

Seringnya lidah tak terkontrol sehingga menyakiti makhluk lain ciptaanMu

Seringnya hati ini kaku untuk mengenal maksiat padaMu

Seringnya kalbu ini merasa bangga padahal sejatinya segalanya adalah karuniaMu

 

Namun cintaMu selalu ada

AmpunanMu selalu tersedia

Rahasia kecil yang membuatku tenang

Sesuai dengan janji indahMu itu

Tidak ada kesedihan

Tidak ada kekhawatiran

Bagi mereka yang beriman

Iklan

Kiranya waktu itu akan Tiba

bagaimana kau merasa bangga

akan dunia yang sementara

bagaimanakah bila semua hilang dan pergi

meninggalkan dirimu

 
bagaimanakah bila saatnya

waktu terhenti tak kau sadari

masikah ada jalan bagimu untuk kembali

mengulangkan masa lalu

 

dunia dipenuhi dengan hiasan

semua dan segala yang ada akan

kembali padaNya

 

bila waktu tlah memenggil

teman sejati hanyalah amal

bila waktu telah terhenti

teman sejati tingallah sepi

 

by:opick

 

Bagaimana kiranya jika esok hari Allah memanggil kita, akankan kita siap??  Pertanyaan klise sebenarnya, karena hampir semua dari kita akan menjawab, belum,  bahkan mungkin tak akan pernah siap. Nah, makanya dalam kesempatan kali ini ijinkan saya menuliskan beberapa hal sebelum Allah suatu saat memanggil saya. (ga ada istilah kecepetan atau ngaret kan ya??)

 

Yang pertama, tentu saja rasa terimakasih yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya, setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah memberikan warna yang indah untuk hidup saya. Orang tua yang tulus mencintai, ibu ku tercinta, ibu uli (mimie feri), dan ayahku badari (bapae feri). Mohon maaf atas segala kesalahan anakmu ini. Kakak-kakakku terbaik, Nurhani, Asep Paroji, Een  nuraeni, dan adik tersayang Muhammad rizki mulya. Setiap kenangan dengan kalian adalah yang terbaik. Maaf kalau sering jail, nakal, nangis (waktu kecil), rewel, dan manja yang keterlaluan.

 

Untuk teman-temanku, teman TK yang lucu-lucu (dulunya), tuty, yuli, feri (namanya sama) dan yang lainnya, maaf banyak lupanya. Teman SD ku, aris, annisa, yannur, yatim, upi, hendra, marwa, wahidi, dadi, dan yang lainnya. Menghabiskan waktu kecilku bersama kalian sungguh menyenangkan dan tak tergantikan. Maaf jika ga bisa jadi km yang baik, maaf atas segala khilaf dan kekurangan. Makasih juga buat guru-guruku di SD, pak kun, bu pon, dan lainnya.

 

Teman-teman  terbaikku jaman SMP, anak 1A, 2G, 3C. Sungguh beruntung masuk dikelas ‘unggulan’ ini bersama kalian. Setiap kenangan yang ada bersama kalian tak akan tergantikan. Teman-teman di Pramuka neplusa. Setiap latihan, kemenangan dan kekalahan dalam lomba yang kita ikuti akan menjadi  hal terbaik dalam hidup saya. Terimakasih kepada para instrukturku di pramuka, ka hendra, ka aris, ka windu, ka misnen, ka ade, ka her, semuanya deh. Makasih banyak atas ilmunya.

 

Untuk teman-teman SMA, SMANSA CIREBON. Speeclesslah pokoknya. Terlalu banyak kenangan yang pastinya tak terlupakan. Banyak sekali pelajaran kehidupan yang saya dapatkan dari kalian, mungkin lebih berharga dari tiap nilai kognitif yang tertera di rapot saya. Maap ga menyebutkan nama, takut terjadi fitnah,hehe..sukses untuk kita semua. AROGANT, VESPA, SPACE aka Anti PaAam. Lama tak jumpa kalian, kangen…TT

 

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

(QS. Al ashr 1-3) 

 

mulai merindukan, saat-saat kita tertawa dan menangis bersama…

Pilih Satu Bunga Saja

suatu hari seorang ibu guru mengajak murid-muridnya kesebuah hutan yang dipenuhi bebungaan, lalu ia berkata kepada murid-muridnyanya, “anak-anak, ibu beri waktu 5 menit, silakan cari bunga yang paling indah menurut kalian, lalu petik dan bawa kesini”

segera para murid itu berlarian, cukup lama mereka berlari mencari dan memilih bunga yang bisa menggoda hati mereka, sehingga 3 menit berlalu, tak satu pun diantara mereka yang segera menyerahkan pilihannya, sampai sang guru akhirnya berkata “anak-anak waktu tinggal satu menit lagi, segera kumpulkan tugasnya”

serentak para siswa buru-buru memetik bunga yang mereka inginkan”

setelah bunga2 indah itu terkumpul, sang guru tersenyum lalu berkata

“anak-anakku sayang, betapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk mencari bunga dambaan…

lihatlah disekitar kalian berapa banyak bunga-bunga indah yang menjadi korban,”

lalu sang guru mengajak murid-muridnya mengamati sekitar hutan bunga itu ternyata cukup banyak bunga berguguran, yang dipetik lalu ditinggalkan.

“anak-anakku kalian akan kehabisan waktu dalam mencari bunga dambaan kalian, kenapa….? karena kalian tidak pernah merasa puas, memilih bunga indah itu saja sudah butuh waktu, akhirnya kalian petik satu bunga, tapi sayangnya kalian kembali melihat bunga-bunga lain, sehingga ketika ada lagi bunga yang terasa lebih indah, bunga yang pertama kalian buang dan tinggalkan, kalian pegang erat bunga kedua tapi kalian kembali mencari bunga-bunga lain, sehingga bunga kedua akhirnya tercampakkan, mengapa? karena akan selalu ada bunga indah yang ketiga, dan begitu selanjutnya, sampai sepuluh bahkan belasan bunga terbuang, bukankah ketika waktu habis, kalian tetap hanya punya satu bunga dimana disekitar kalian tetap ada berjuta bunga indah yang bukan milik kalian…, bukankah lebih indah jika kalian tadi mengambil waktu sejenak tuk memperhatikan bunga-bunga itu, lalu pilih satu bunga, pegang erat, sayangi dan jangan tergoda dengan bunga-bunga lain…”

sang guru terdiam lalu kembali tersenyum, lalu berkata lagi

“anak-anakku sayang sekarang ibu beri kalian waktu satu jam untuk memilih diantara bunga-bunga yang berjatuhan itu, pilih satu bunga yang kalian anggap paling indah, dan kumpulkan kesini”

sang murid segera berlari, dan dalam waktu 1 menit saja hampir semua sudah berhasil memilih bunga kesayanganya.

kawan…..

jangan tunggu lama-lama yaaa.

pilih satu bunga…. sayangi dan setia kepadanya…

sadari akan selalu tumbuh bunga baru yang lebih indah dari bunga kita…nafsu tidak akan ada habisnya

jangan tergoda…

 ijinkan aku memilihmu…bungaku…

(dikisahkan oleh ustadz ismeidas makfiyansyah, bahasan : bagi kawan yang belum menemukan dermaga )

Bahkan untuk berdoa, Aku terlupa

Entah dengan susunan kata seperti apa

Harus kulukiskan semua perasaanku untukmu

Bagaimana bisa kuberikan hatiku

Bahkan sekedar doa, kadang aku terlupa

Apalagi menyisihkan sebagian harta

Untuk mempertahankan kehidupan kalian disana

Sangat sulit rasanya,

Lebih-lebih berkorban nyawa

Yang entah bagaimana caranya

 

Tak bisa kukatakan kita satu tubuh

Karena setiap luka yang kalian rasakan

Terlanjur terlupakan keadaan

Tak bisa kukatakan kalian saudara

Karena sekali lagi

Bahkan untuk berdoa

Lebih banyak aku terlupa

Bahkan untuk berdoa

Aku terlupa

Bahkan untuk berdoa

Aku terlupa

 

 

kiranya setiap doa kita
berpilin dan bertemu menyatu
untuk saudara kita
yang ada di pelestina
TERCINTA

Bermain dengan Waktu

Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau bahkan seperti orang
yang sekadar lewat (HR Bukhari)

Dari 7 besaran ISO (International Standard Organization) yang di
rumuskan yakni panjang, temperatur, massa, waktu, arus listrik, jumlah zat
dan intensitas cahaya, hanya satu besaran yang susah untuk dipahami,
waktu. Hidup manusia di dunia terfungsikan oleh waktu. Waktulah yang
membatasi antara satu kehidupan dengan kehidupan yang lain.
Waktu menurut para ahli adalah besaran untuk mengukur tingkat
perubahan yang terjadi pada benda atau zat. Kita sendiri menjadi bukti
dari definisi ini, masih ingatkah saat kita kecil di timang oleh bunda kita
atau saat kuda-kudaan dengan ayah kita, namun lihat diri kita sekarang,
sudah berubah dari saat kita digendong dan main kuda-kudaan bukan?
itu semua karena waktu.
Pada zaman dulu, manusia menganggap waktu itu absolute, kecuali
dalam Islam. Waktu dianggap sama saja tidak peduli pada acuannya.
Baru pada abad 20, ilmuwan termasyhur abad 20, Albert Einstein
mengeluarkan postulat yang menyatakan bahwa waktu bersifat relatif
tergantung pada acuannya. Einstein memisalkan, jika seorang laki-laki
mengobrol dengannya yang sudah tua, beruban dan keriput, mengobrol
satu jam seperti satu abad. Sedangkan jika mengobrol dengan yang
masih muda, cantik dan anggun mengobrol lima detik bisa terasa lima
jam. Kurang lebih seperti itulah relativitas, kata Einstein.

 

Sekarang mari kita coba untuk membandingkan waktu dengan kerangka
acuan waktu di dunia yang berdasarkan atas rotasi dan revolusi bumi atau
benda langit lainnya dibandingkan dengan kerangka acuan akhirat
berdasarkan berita dari Al-Qur’an dan Al hadits.
Firman Allah dalam Surat al-Mu’minuun [23] : 112-114
Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka
menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka
tanyakanlah kepada (malaikat) yang menghitung. Allah berfirman: “Kamu
tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu
sesungguhnya mengetahui .

 

Dalam ayat ini, aroma relativitas waktu sangat kentara. Bayangkan,
manusia yang hidupnya kurang lebih 70 tahun, ketika ditanya Allah
menjawab hanya hidup satu hari atau setengah hari. Kemudian ditimpali
oleh Allah bahwa hidupnya hanya sebentar saja.

Firman Allah yang lain dalam surat An-Naazi’aat [79] : 46
Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakanakan
tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau
pagi hari.

 

Dalam ayat ini lebih cepat lagi, hidup kita dirasakan hanya selama waktu
sore atau pagi hari. Jika waktu sore di mulai jam 3 dan diakhiri jam 6,
berarti kita merasa hidup cuma 3 jam. Dan jika pagi hari dimulai jam 7 dan
selesai jam 11 berarti kita merasa hidup hanya 4 jam. Tentu saja lebih
sebentar dari ayat sebelumnya.

Firman Allah Selanjutnya dalam surat Yunus [10] : 45
Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka,
(mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di
dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan.
Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan
mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk.

 

Pada ayat ini, lebih tinggi lagi komparasinya, hidup kita hanya dirasa
sesaat saat siang hari saja. Waktu yang teramat sebentar.
Sekarang, mari kita coba untuk menghitung perbandingan lama hidup kita
menurut apa yang telah di sampaikan nabi kita.

Bagaimana keadaan kalian jika Allah mengumpulkan kalian di suatu
tempat seperti berkumpulnya anak-anak panah di dalam wadahnya
selama 50.000 tahun dan Dia tidak menaruh kepedulian terhadap kalian?
(HR Hakim dan Thabrani)

 

Dan Firman Allah dalam surat Al-Ma’arij [70] : 4
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Rabb dalam sehari
yang kadarnya 50.000 tahun.

Hadits di atas berhubungan dengan keadaan kita nanti di padang
mahsyar, kata nabi Muhammad, kita berada di padang mahsyar selama
50.000 tahun yang sama nilainya dengan 50 milenium sama dengan 500
abad. Memang bukan waktu yang sebentar.

 

Jika kita korelasikan hadits tersebut dengan ayat di bawahnya, kita akan
menemukan suatu angka yang sangat fantastis. Mari coba kita hitung.
Manusia zaman ini hidup dengan umur rata-rata 70 tahun, Rasulullah
Muhammad meninggal pada usia 63 tahun. Maka, perantauan kita di
dunia jika dibandingkan dengan relativitas waktu di padang mahsyar
hanya akan terasa 2 menit 1 detik, nilai tersebut didapat dari
perbandingan sederhana yang bisa di hitung oleh siswa kelas 4 SD.

 

Hanya 2 menit 1 detik. Maka benarlah pada hari yang dijanjikan itu,
manusia-manusia yang ingkar terhadap Robbnya akan diliputi penyesalan
yang mendalam, penyesalan karena waktunya yang singkat hanya dipakai
untuk hal-hal yang sia-sia. Penyesalan karena waktunya yang singkat
hanya dimanfaatkan untuk bermalas-malasan. Penyesalan karena
waktunya yang singkat hanya dimanfaatkan untuk melakukan maksiat dan
dosa.

 

Merekapun mengandaikan bisa kembali ke dunia, namun sayang,
penyesalan tinggal penyesalan. Maka tenggelamlah mereka oleh
keringatnya sendiri, karena malu dan takutnya mereka.
Namun, saat itu ada juga yang dinaungi awan kasih sayang Tuhan, kita
paham bahwa pada saat itu matahari hanya sejengkal di atas kepala. Merekalah orang-orang yang beruntung. Orang-orang yang menjadikan
waktunya untuk memperjuangkan agama Robb nya. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat buat diri sendiri dan sesama. Orang-orang yang menjadikan waktunya untuk senantiasa beribadah kepada Ilah nya. Mereka pun puas akan apa yang dilakukannya. Tidak sia-sia setiap tetes keringat dan tiap tetes darah yang mereka keluarkan demi kemuliaan agama ini. Tidak sia-sia mereka menahan gejolak mengumbar aurat dan berjuang menahan panas memakai jilbab bagi wanita. Tidak sia-sia mereka menahan setiap sentuhan, pandangan, pendengaran dari yang tak semestinya dilakukan. Benar, tidak akan sia-sia setiap amal kebaikan.

 

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat). (QS al-Hasyr [59] : 18)

Perhitungan di atas memakai acuan padang mahsyar dan acuan waktu
dunia, karena memang acuan padang mahsyar saja yang bisa kita
perbandingkan. Sebab, kehidupan dunia ini tak akan bisa kita komparasi
dengan surga atau neraka. Setiap yang kafir dan munafik masuk neraka
sedangkan muslim masuk surga. Mereka yang munafik adalah orangorang
yang mengetahui hukum Allah namun kemudian ingkar, mereka
yang menerapkan agama secara parsial, mengambil yang satu dan
meninggalkan yang lain dan mereka yang muslim namun ragu akan nilai
keislamannya.

 

Dan agama ini sudah sempurna. Baik dan buruk, halal dan haram sudah
ditetapkan dengan jelas. Setiap aturan kehidupan mulai dari pergaulan,
ekonomi, tatacara politik, pendidikan, sosial, hukum, dan ibadah sudah
paripurna. Semua kembali kepada kita, maukah memakainya atau kita
tetap dengan keadaan sekarang. Keadaan yang jauh dari nilai-nilai Islam.

dan waktu, bisa mengubah segalanya

Ya Allah…Open my eyes…

Lihatlah sekelilingmu

Tak bisakah kau melihat keajaiban itu

Tersebar di depanmu

 

Awan yang mengambang indah

Langit yang biru dan cerah

Planet di garis edarnya

Bulan dan matahari laksana harmoni yang sempurna

 

Mari pertanyakan pada diri kita

Apakah bukti ini tidak cukup bagi kita??

Atau kita begitu buta

Hingga mengabaikan itu semua??

 

Kita cukup membuka mata, hati, dan pikiran kita

Jika kita ingin melihat cahayaNya sebagai tanda keberadanNya

Kita tak bisa terus bersembunyi dari kebenaran

Biarkan Ia membimbing kita dengan Cara-Nya

 

Lihatlah kedalam dirimu

laksana keteraturan yang sempurna

Bersemayan didalam dirimu

Berjalan di urat nadimu

 

Bagaimana tentang rasa sakit marah dan cinta

Dan semua hal yang engkau rasakan??

Dapatkah engkau sentuh itu dengan tanganmu?

Maka, apakah rasa itu  benar-benar nyata?

 

Mari pertanyakan pada diri kita

Apakah bukti ini tidak cukup bagi kita??

Atau kita begitu buta??

Hingga mengabaikan itu semua

 

Saat seorang bayi lahir ke dunia

Sungguh lemah tak berdaya

Dan kau menyaksikannya tumbuh

 

Maka mengapa engkau mengingkari

Apa yang jelas didepan matamu

Suatu Keajaiban terbesar kehidupan

 

Kita cukup membuka mata, hati, dan pikiran kita

jika kita ingin melihat cahayaNya sebagai tanda keberadanNya

Kita tak bisa terus bersembunyi dari kebenaran

Biarkan Ia membimbing kita dengan Cara-Nya

 

Engkau menciptakan segalanya

Milik engkaulah jiwa kami

Ya Robb, kami mengangkat tangan kepadamu

bersyukur atas segalanya

 

Allah, jemputlah kami dengan cara terbaik

Allah, pandulah kami setiap hari

Allah, buatlah kami selalu dekat dengan Mu

Hingga tak ada lagi waktu

 

sebuah gubahan sederhana,

open your eyes, maher zain..

melihat dengan mata, akal dan hati…

RESOLUSI 21

Jika seorang hamba tidak tahu dengan amalan yang mana dirinya bisa masuk surga dan bertemu dengan Robbnya, maka mereka yang bersungguh-sungguh menginginkannya adalah mereka yang memperindah dan memperbanyak amalnya.

Harus diakui, bagian tersulit dari ibadah adalah IKHLAS, wajar jika kemudian selevel iblis saja tidak mampu menghadapi orang yang ikhlas. Namun disitulah indahnya, perjuangan mendapatkan hati yang ikhlas.

RESOLUSI 21:
Sinkronisasi amal dan hati

Alasan Kenapa engkau begitu berharga karena memang teramat susah untuk mendapatkannya