PENGEN MASUK PINTU ITU, ARROYYAN 2

Bismillah,.

bada tahmid dan shalawat..

Satu hal yang harus diperhatikan bagi mereka yang kemudian ingin melaksanakan shaum sunnah, apalagi yang sustain, istiqomah. Semuanya membutuhkan proses. Dari pengalaman, sendirinya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk belajar shaum senin kamis, sudah tahukan, rasul Muhammad tidak pernah meninggalkan puasa ini sampai akhir hayatnya. Cukuplah hal ini menjadi pelecut tertinggi bagi saya untuk senantiasa menjalankan ibadah sunnah satu ini. Wong saya ingin nanti bertemu beliau diakherat kok. Mudah-mudahan ini salah satu jalannya, amiiinnn.

Dan ini beberapa tips dan trik untuk membuat kita semangat shaum sunnahnya dan mudah-mudahan membuat shaumnya terasa lebih menyenangkan dan ada effeknya.

1.       Cari ilmu/pengetahuan terkait shaum tersebut. Bisa dengan membaca buku-buku tentang keutamaan shaum, bisa buka internet, coba ketikkan shaum sunnah di  eang gugel, langsung bejibun tuh. Atau bisa juga dengan tanya kepada ustad atau teman-teman yang telah sukses shaum sunnah. Dari sini harapannya timbul keinginan yang kuat untuk belajar shaum sunnah.

2.       Luruskan dan senantiasa perkuat niat kita. Ingat, Allahlah yang langsung membalas pahala shaum kita. Dengan hitungan yang tak sanggup dihitung instrument tercanggih manapun. Upgrade our motivation everytime.

3.       Ajak teman-teman yang lain untuk shaum juga. Setidaknya ada teman seperjuangan dan ‘sependeritaan’. Saat sma dulu, langsung tuh nyari teman yang bisa diajak. Kita kemudian sama-sama berjanji buat shaum. Saling mengingatkan dan menguatkan. Indahnya kebersamaan. Bisa juga ajak keluarga terdekat. Kan lebih syahdu jika berbuka bareng keluarga. NKKBSDA, norma keluarga kecil bahasia sejahtera dunia akherat. Indah nian membayangkannya. Apalagi teman-teman di kampus gajah, tiap senin kamis ada kajian ifthor, betapa banyak saudara-saudara kita yang berpuasa. Setidaknya bisa membagi tekanan yang dirasakan. Ketika puasa sunnah menjadi budaya di kampus kita, entah, perubahan besar apa yang akan kita lakukan nanti. Makanya jadi bagian dari komunitas ini. Komunitas pecinta shaum sunnah.

4.       Ini standar sebenarnya, bagi yang newby, harus diusahakan sahur dengan makan besar. Agar tidak ada persepsi buka puasa ditengah jalan karena ada alasan yang sangat andal digunakan, tidak sahur. Kita pasti sudah pandai atur strategi agar dipenghujung malam bisa bangun dan santap sahur.bagi yang expert juga sahur sih. Lebih menguatkan. Lagian pahala mereka yang bersahur dahsyat banget.

5.       Ini juga penting nih, saat berbuka puasa, sesuai sunnahnya, awali dengan makanan yang manis, kalau bisa sih kurma, Alhamdulillah, tiap senin kamis disediain tuh di masjd salman. Kalau ga ya pake nu green tea,lo. Hindari makanan berminyak. Dan kalau makan besar, jangan terlalu kenyang. Biasa aja. Kalau biasanya 3 piring ya mangga. ^^

6.       Yakinlah kalau lagi puasa tiap amalan kita berlipat bahkan berpangkat sedemikian rupa. Perbanyak sedekah, tilawah dan senyum tentu saja. Jangan malah jadi malas-malasan. Ga produktif.

7.       Khususon ilal akhwat, buat cewe nih. Coba liat sejenak ke masa depan. Dilihat dari peluangnya, untuk cewe kedepan lebih berat tantangannya untuk shaum. Setidaknya nanti setelah bersuami, harus minta ijin suaminya kalau mau puasa sunnah. Apalagi yang berhasrat pengen punya banyak anak, saat mengandung dan menyusui tentu saja tidak feasible buat shaum. Belum lagi dikurangi masa-masa rutinitas bulanan kalian. Dari sekarang harus lebih kenceng buat shaumnya. Lebih kenceng dari kami, kaum lelaki.

8.       Terakhir, ketika kita bilang, puasa sunnah itu susah dan berat. Mungkin puasa ramadhan bisa kita jadikan tolak ukur. Saat ramadhan, 1 bulan pull kita kuat berpuasa. Belum ditambah amalan-amalan lainnya yang  biasanya melonjak. Coba kemudian pakai alasan kita tidak berpuasa sunnah untuk tidak puasa ramadhan. Masih masukkah alasan itu??

Dan ini beberapa manfaat dari melaksanakan shaum, terutama shaum sunnah:

1.       Terbukti secara ilmiah, shaum bisa meningkatkan kesehatan kita. Contoh konkret, nabi kita sakit cuman 2 kali seumur hidup. Salah satunya ya karena puasa ini. Tapi tetep ada syarat dan ketentuannya. seperti kalau buka jangan berlebihan sampai kekenyangan dll.

2.       InsyaAllah, dengan shaum bisa lebih sabar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan. Baik berupa nikmat kesenangan maupun ujian kesempitan kesengsaraan. Shaum sarana yang sangat efektif untuk meroketkan tingkat kesabaran kita.

3.       Hawa nafsu lebih bisa terkekang. Bawaannya pengen berbuat baik terus. Kalau pengen maksiat, pas lagi puasa, setidaknya bisa di pending atau bahkan di cancel. Bahkan kata nabi, kalau kita dihina-hina sampai diajak duel, bilang saja lagi puasa. Dahsyat bangetlah pokoknya.

4.       Melancarkan rizki. Teman-teman mahasiswa kayakanya lebih paham deh. Dengan shaum, frekuensi makan kita otomatis berkurang, yang biasanya 3 kali menjadi 2 kali. Apalagi yang seneng jajan. Jadinya ga jajan kan??. Apalaigi kalau uangnya buat sedekah, nambah kenceng tuh rizkinya.

5.       Dengan shaum sunnah berarti telah berpartisipasi dalam menghidupkan sunnah rasul. Kitalah yang menjadi garda depan penghidup sunnah rasullullah. Mudah-mudahan ada pahala tersendiri dari hal ini.

6.       Bagi yang masih single, shaum sunnah sangat dianjurkan. Karena kata nabi, bisa lebih menjaga hati dan pikiran kita. Bahasa gaulnya sih, obat galau paling efektif kedua setelah *i***. Berarti yang di tag disini harusnya lebih rajin pusanya donk, termasuk yang nulisnya.

7.       Puasa tuh akselerator kebersihan hati. Setidaknya yang puasa mikir 1000 kali kalau mau maksiat. Kalau mau lihat yang nggak2 mikir. Kalau mau sms yang gak2 mikir. Kalau mau megang yang gak2 (belum mahrom) mikir. Banyak mikirnya deh. Dan ketika memutuskan buat gak maksiat otomatis, hati tercleaning service. Mantap jaya kan.

Beberapa puasa sunnah yang biasa dilakukan:

1.       Puasa senin kamis, dari namanya teman-teman tentu paham kalau puasanya dilaksanakan pada hari senin dan kamis.

2.       Puasa daud, puasanya dilakukan selang seling. Satu hari puasa satu hari berbuka.

3.       Puasa syawal, dilakukan selama 6 hari pada bulan syawal.

4.       Puasa 9 hari bulan dzulhijah, yang lebih utama pada tanggal 8 dan 9 dzulhijjahnya.

5.       Puasa tanggal 8,9,10 muharam

6.       Memperbanyak puasa bulan sya’ban

7.       Puasa pada saat pertengahan bulan hijriah, 13, 14, 15 tiap bulannya. Saat bulan mantap terangnya.

8.       Puasanya yang masih single, kalau lagi galau parah, puasa aja.

Mudah bukan tips dan triknya, semoga memberikan inspirasi. Senantiasa belajar dan belajar. Apalagi belajar buat taqorrub, mepet ke Allah. harus belajar dan berproses. Senantiasa saling mengingatkan dan menguatkan kawan. Ingat saat nanti kita sendirian di kubur dan sendirian di maksyar, cuman ditemenin amal. Dan mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di telaga al kautsar. Kita ‘berpesta pora’ bersama disana, bersama nabi kita, Muhammad saw. Amiiinnn…

So, Yu ah, niatkan sama-sama buat belajar puasa sunnah. Kita jadikan puasa sunnah sebagai amalan terbaik kita nanti di akherat. Karena setidaknya, ada pintu khusus di surga yang disediakan untuk mereka yang rajin berpuasa. Setidaknya menambah peluang kita memasuki surganya Allah swt, belum lagi reward-reward tambahan seperti bertemu dengan rasullullah dan para sahabatnya, dan ini, ini yang membuat semangat shaum tak pernah surut, ini yang membuat semuanya terasa mudah, kita diperkenankan bermuwajahah dengan Allah pas di akherat kelak . Tidakkah kita menginginkannya kawan??

Maka ijinkan saya berdoa:

YA ROBB IJINKAN KAMI MEMASUKI PINTU ITU, ARRAYYAN…

“Diriwayatkan dari Sahl bin Saad r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: Sesungguhnya di dalam Surga itu terdapat pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang yang berpuasa akan masuk melalui pintu tersebut pada Hari Kiamat kelak. Tidak boleh masuk seorangpun kecuali mereka. Kelak akan ada pengumuman: Di manakah orang yang berpuasa? Mereka lalu berduyun-duyun masuk melalui pintu tersebut. Setelah orang yang terakhir dari mereka telah masuk, pintu tadi ditutup kembali. Tiada lagi orang lain yang akan memasukinya” [Bukhari-Muslim]

 

“Semua amalan bani adam adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah ia berkata keji dan berteriak-teriak. Jika ada orang yang mencacinya atau mengajaknya berkelahi maka hendaklah ia mengatakan, ’sesungguhnya aku sedang berpuasa’. Dan demi Allah yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau misk. Orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, ia bergembira ketika berbuka, dan ia bergembira ketika bertemu dengan rabbnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

inilah dia, akselerator ketakwaan yang teruji, puasa…

Iklan
  1. yuk hayuk,..bntar lg niiyy..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: