Hijrah dari METAL ke MUROTHAL

Bismillah,.

bada tahmid dan shalawat..

Teringat salah satu tausyiah yang pertama saya berikan, tausyiah bada shubuh saat DMT. Omongan pertama saya kepada banyak orang, aktifis dakwah lagi, yang terkait dengan keislaman. Temanya Mencoba mengkaitkan hubungan antara kebersihan fisik dan kebersihan hati. Mecoba mengekstraksi hasil dari referensi-referensi yang dibaca.

Kita tentu paham ,mencapai kebersihan hati tentunya tidak mudah, dengan segala tantangan yang ada pada zaman sekarang, hampir sulit sekali. Tapi manusia bisa bebas berfikir, bisa mengatur strategi terbaiknya, sesuai dengan pemahaman yang dianutnya untuk mencapai kebersihan hati yang diinginkannya. Dan sekarang, kita bahas kebersihan fisik ke tiga, kebersihan pendengaran dari hal-hal yang sia-sia dan terlarang.

Secara teori, kita mungkin bisa membaginya secara dua, langsung dan tak langsung. Langsung misalkan kita sedang berbincang dengan orang lain, otomatis kita mendengarkan apa yang diucapkan orang lain, atau tanpa sengaja kita mendengar percakapan orang lain atau kita secara berjamaah berbincang tentang suatu hal,diskusi atau ngegosip. Hal ini bisa kita katakan langsung.

Tentu saja, yang kita dengarkan tidak selamanya baik, kadang terselip tanpa sengaja kita dengarkan aib atau kejelekan orang lain, tanpa sengaja kita telah berpartisipasi dalam memakan bangkai saudara kita sendiri, ikut membuat bumbu atau menyiapkan panggangannya.. Jadi hendaknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga pendengaran kita dari hal demikian. Ini secara langsung. Jangan ragu untuk mengingatkan atau walkout jika terjadi hal demikian.

Nahh, Mungkin kita akan membahas lebih banyak yang tidak langsung, apa aja itu??

okeh, misalkan saja dengan pendengaran-pendengaran yang kita terima melalu media lain, misal, telepon, skype, televisi, dan musik.

Saat membahas hal ini bersama teman-teman diskusi, lumayan terjadi kesengitan dalam pembahasannya, terutama masalah music. Panjang dan melelahkan namun konstruktif dan saling membenarkan, enaknya diskusi ya kayak gini, akselerasi pemahaman yang luar biasa.

Kesimpulan yang diambil. Kadar keimanan kita menentukan musik apa yang didengar. Idealnya seorang muslim, apalagi seorang aktivis dakwah, sangat menjaga music yang didengarnya. Sudah saatnya kita berhijrah dari metal (mellow total) ke murothal. Terasa berat?? sangat. Mengingat sejak dari kecil kita mendengarkan musik yang kurang mendidik.

Memang, kata seorang alim ditanya tentang musik, jawaban yang beliau keluarkan hanyalah “apakah antum masih sempat mendengarkan music dengan amanah antum sekarang dan nasib umat saat ini,jleb jleb jleb. Mikir-mikir saat denger musik yang ga guna.

Kalaupun mau dengerin music, setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti, lirik dari music yang kita dengar, jangan sampai mengandung kesyirikan dan kemaksiatan. Kesopanan mereka yang menyanyikan, menutup aurot santun dalam bernyanyi, tak ada percampur bauran dalam menyaksikan konsernya, dan tidak melalaikan amanah-amanah dan tugas-tugas lainnya. Jika kita menerapkan syarat ini, langsung gugur beberapa musik, lagu dan penyanyinya. Bagi yang seneng banget banget music boleh menerapkan syarat ini.

Ini yang lagi mencoba berubah. Memang, ada transisi antara metal dan murothal, transisinya bisa dumulai dari mencoba untuk tidak lagi mendengarkan musik-musik tak guna, musik yang banyak orang bilang, musik galau, atau musik geje yang bikin jauh ama Allah. musik transisi bisa kita isi dengan musik-musik penyemangat atau musik yang semakin mendekatkan diri sama Allah.

Kalau pengalaman saya sendiri. Harus diakui, awalnya emang sangat senang dengan musik yang dibawakan band-band tanah air maupun solo, peterpan, padi, ungu, gigi dll. Dan alhamduliallh nama-nama tersebut sudah tidak ada di playlist,walaupun masih ada filenya.hehe. diputar kalau pengen nostalgia.

Saya sendiri mengisi masa transisi ini dengan musik dari thufail alghifari, opick, shothar, izzis, maher zain dan sami yusuf. Dan pastinya sudah memasukkan, minimal alghomidi  dalam playlist. Proses yang panjang memang tapi tujuan sudah ditetapkan, insyaAllah. Tidak mengubah fungsinya sebagai relaksasi dan pendingin otak yang sering overheat.

Ayo ah sama-sama berproses, berusaha semaksimal mungkin menjadikan islam sebagai landasan berfikir dan bertindak. Jangan sampai apa yang kita dengar malah melalaikan dan menjauhkan kita dari Allah.

Sebagai penutup, sebuah syair dari bang thufail, yang acapkali membuat gerimis mata dan hati. Sebuah doa yang entah mengapa mempunyai frekuensi yang sama sehingga ikut membuat saya bergetar terimbas resonansi kata dan nadanya. Mereka yang paham dan mengerti kalimat-kalimat yang tertulis disini, pastinya merasakan apa yang saya rasakan. Yang masih proses transisi, kayak saya, bolehlah mendengarkan lagunya.

Saatnya kita hijrah dari metal ke murothal.yeeeaaaakhhh…

Ya Rabb

Terima Kasih atas semua kebaikanMu

Yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini

Engkaulah sumber kekuatanku

Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri

Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku

Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat

Dan aku begitu merindu atas surgaMu

Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana

Namun dibalik semua keterbatasanku

Aku titipkan doa agar Kau mau memaafkanku

Ada begitu banyak khilafku

Ada begitu banyak salahku…

Namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti

Ya Rabb

Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100 persen

Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba

Iman ini sering naik turun ya Rabb

Namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu

Tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku

Tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya

Tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb…

Angin kehidupan terus bertiup

Waktu selalu setia menemaninya berjalan

Menghias kekompakan siang dan malam

Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini

Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa

Hanya ingin tetap berusaha ikhlas

Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai

Ya Rabb…

Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..

Dan ku yakin jika aku masih bertahan

itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..

Sungguh…

Hanya padaMu lah aku sandarkan harapan

Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar

Agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan

Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan

Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu

Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar

Antah berantah logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb

Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini

Bismillahi tawakaltu ‘Alallah

La haula wa la quwwata illa billah

Maka Kuatkanlah

Kuatkanlah hati yang rapuh ini

Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu

Mardhotillah… ya Rabb

Mardhotillah… ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu

Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan

Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb

PadaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan

Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan kegelisahan

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu.. Ya Rabb

Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…

Tak lelah ku memohon ampun padaMu

Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu

Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu

Menembus ruang ruang kehidupan terindah

Aku yang ingin terjaga di jalanMu

Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu

Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu

Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu

Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu

Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu

Dalam keindahan kehidupan yang abadi

Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu,

Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…

Ampunilah hamba ya Rabb…

Aku dan thufail yang bersama gerimis

saya banyak belajar darimu bang thufail,.
seorang muallaf yang sangat menginspirasi…

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: