ISLAMKU ISLAMMU ISLAM KITA

Ya Rabb

Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100 persen

Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba

Iman ini sering naik turun ya Rabb

Namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu

Tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku

Tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya

Tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

 

Bismillahirrahmanirrohim,.

Inilah perjalananku menemukanmu, ya robb..

Alif jabar a, alif ajer I, alif apes u, a I u,..

Mungkin batas ingatan saya tentang keislaman saya, yang mampu saya ingat hanya berujung salah satunya disini. Karena memang dilahirkan diwilayah yang nuansa keislamannya cukup kental, sekitar 2 kilometer dari jalan raya pantura, daerah Cirebon, sebuah teritori yang dijuluki kota wali, kotanya para kekasih, bukan sembarang kekasih kawan, tapi kekasih Allah.

Sebuah menjadi kewajaran untuk para anak kecilnya, mulai dari balita untuk mengaji, disebuah surau yang kecil saja, setelah selesai shalat maghrib. Tak usah lama-lama, satu jam saja, bergiliran. Sekitar satu tahun belajar membaca alquran, itu saja. Menghafal alif sampai ya, a I u sampai ya yi yu. Kemudian belajar merangkainya, sampai kemudian beralih ke alquran yang sebenarnya. Merindukan masa-masa itu. Kalu dihitung umur, mungkin sekitar umur 4 – 5 tahun. Saat masih lucu-lucunya.

Berbeda mungkin dari teman-teman yang mempunyai orang tua yang yang jago mengaji alquran, orang tua saya tidak terlalu jago membaca alquran, makanya lumayan keras menyuruh anaknya untuk mengaji, jangan sampai seperti orang tuanya, katanya. Dan kalau dilhat sekarang, kayaknya orang tua saya sukses berat.

Saya mungkin termasuk anak yang beruntung, tidak banyak anak kecil didaerah sini yang mampu untuk ber tk sebelum ber sd, saya malah sampai 2 tahun. Karena ber tk di tk asslafiyah, lumayan banyak kurikulumnya yang terkait tentang keislaman, dan sekarang saya tidak mampu mengingatnya, sama sekali. Yang paling saya ingat, mungkin, hanya beberapa sahabat saya. Dan guru-gurunya , yang semuanya wanita, yang semuanya berjilbab, yang semuanya baik-baik. Yang semuanya membuat saya rindu, sekarang. Kapan-kapan pengen main ahh. Saat itu sih bertanya-tanya, kenapa bu gurunya pakai kain penutup warna warni, pakai rok panjang longgar, butuh puluhan tahun kemudian baru memahami hal ini. Walaupun bukan tpq, tapi tetep saja, banyak inspirasi keislaman yang saya dapatkan pas tk ini, saat nol besar dan non kecil.

Saat kelas 2 SD awal catur wulan, saya pindah sekolah, sekaligus pindah rumah juga, ga jauh memang hanya sekitar 2 km saja. Guru agama SD sebelumnya saya ga inget. Kalo guru SD kedua saya namaya pak abidin. Cuman 1 guru agamanya, cumn satu kali perpekan ketemunya. Tapi beliau ini sangat baik sekali. Dan karena syarat menjadi dekat dengan guru itu dua, jika bukan karena nakal banget, ya pinter banget. Dan mudah-mudahan saya yang termasuk yang kedua. Jadi memang lumayan deket. Cerdas cermat, siswa teladan bla3. Termasuk cerdas cermat alquran. Jadilah

lumayan dekat dengan guru agama ini.

Untuk ngaji setelah maghribpun tetap dilakukan, seingat saya ada 2 orang ustad yang mengajari saya dalam waktu yang berbeda. Yang pertama dalah seorang ustad lulusan pondok, yang membuka pengajaran baca quran dirumahnya, ruang tamu yang berisi meja kursi, kami angkat keluar rumahnya untuk kami jadikan tempat solat dan dilanjutkan dengan mengaji. Nuansa yang tidak saya temukan lagi setelah saya gede. Disini pula diajarkan sedikit2 tentang membaca kitab kuning. Dulu sempat lumayan lancar, sekarang sudah bablas. Setidaknya udah pernah bisa.hehehe…

Ustad yang kedua adalah seorang kyai masjid desa. Jadi tingkatnya lebih dewa lagi. Dalam metode belajar alquran di tempat saya memang bertahap. Setelah sukses menamatkan iqro, yang sampai 6 level itu, , naik tingkat menjadi membaca juz amma sampai bener makhroj dan tajwidnya, baru baca quran dari albaqarah.efektif menurut saya.

Ini yang tak terlupakan, dalam proses menuju annas ke albaqarah lumayan banyak syaratnya, setidaknya harus hapal beberapa surat yang ada di juz amma.

Dan surat yang dihafal harus diperdengarkan ke murid-murid lain dan warga sekitar menggunakan speaker. Walhasil warga pun tahu kalau anak si fulan telah sukses menamatkan juz amma dan beralih ke membaca alquran yang sebenarnya. Dan sebagai rasa syukur, sang orang tua pun membuat syukuran sederhana berupa nasi kuning lengkap dengan lauknya yang dibagikan ke tetangga-tetangga. Saya sendiri berjanji untuk meneruskan tradisi seperti ini, jika jadi orang tua nanti. Mungkin bedanya, sekarang saya ingin mengajarkan langsung tentang alquran kepada jundi – jundi kecil nanti .

*galau mode :on.

Bukan galau kok fer, ini namanya doa. Pada ngaminin ya…hehehe

Saat masa-masa SD, seperti kebiasaan masyarakat disini. Selain sekolah dasar, anak-anak juga disuruh orang tuanya untuk madrasah awaliyah. Sesuai cerita saya tadi, karena pindah rumah, otomatis madrasah saya tinggalkan. Dan baru melanjutkannya pas kelas 3 atau 4, pastinya lupa. Jeda sekitar 2 tahun. Setelah itu madrasah dilanjutkan, di sebuah cabang madrasah resmi, disebuah suaru kecil, didekat sawah, dan sekali lagi, yang jadi gurunya adalah perempuan lagi. Tak ada laki-lakinya. Teman-teman mungkin bisa menyimpulkan sesuatu dari pengalaman saya  ini. Dan pada kelas lima SD, saya sukses menamatkan madrasah saya, lumayanlah nilainya. Setidaknya dari situ ngerti kitabun, mistarotun dan kursiyun.hahaha…

Masa SD pun berlalu, dan masa-masa smp pun dimulai.

Bersambung aja ya…

 

Karena ku yakin

Hidayah adalah mutlak milik-Mu

Sang Maha Pembolak-balik hati

Karena menurutku

Hidayah adalah

Ketika Engkau memberikan

Pengetahuan tentang nilai-nilai

Kebaikan, kebenaran dan keindahan islam

Dan ketika Engkau

Menggerakan hati kami

Untuk menunaikan

Setiap pengetahuan yang Engkau Anugerahkan

dengan disertai keikhlasan

Maka tiap saat ku berdoa

Semoga Engkau senantiasa

Memberikan Rahmat dan Hidayah-Mu

Kepada kami, semua

*bagian dari autobiografi,insyaAllah

sesederhana cerita upin ipin…
saya bersyukur atas semuanya ya robb..

Iklan
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: