Sungguh, Aku MencintaiMu

Hamba bermunajat kepadaMu sepenuh raga, jiwa dan hati
Selama hamba hidup, setiap hari
Dalam setiap nafas, hamba berjanji
Hanya untukMu, hidup ini Kujalani

Ya Allah
Engkau hidupkan kembali jiwaku
CahayaMu menyinari  masuk kedalam hatiku
KeridhoanMu, kini  satu-satunya tujuanku

Sungguh, aku mencintaiMu
Sungguh, aku mencintaiMu

Kini kutahu bagaimana indahnya
Dalam hidupku, memiliki cintaMu yang begitu berharga
Kini kutahu bagaimana rasanya
Ditiap ujungnya, ketenangan selalu menjelma nyata

Kuberharap semua orang ‘kan tahu
Betapa luar biasanya mencintaiMu
Kuberharap setiap orang ‘kan melihat
Betapa cintaMu telah membebaskanku
Membebaskanku dan menguatkanku

Engkau berikanku kemampuan mengatasi kelemahan
Buatku berdiri teguh menghadapi semua ujian
Engkau hidupkan kembali jiwaku
CahayaMu menyinari masuk kedalam hatiku
KeridhoanMu, kini  satu-satunya tujuanku

Cintaku, hidupku, hariku, malamku,hartaku, doaku semuanya untukMu
Dan ku berjanji, tak akan menempatkan seorang atau apapun sebelum diriMu

Sungguh, aku mencintaiMu
Sungguh, aku mencintaiMu

Sebuah gubahan dari lagu luar biasa : Maher Zain, i love You so…

Ya Allah
Syukurku selamanya padaMu
Rangkaian kata indah tak akan pernah cukup untukMu

Akankah bisa melihat wajahMu?

Tahulah kita semua

Bahwasanya kenikmatan tertinggi di akhirat kelak

Ialah melihat wajah Allah ta’ala

 

Ianya mengalahkan semua kenikmatan yang ada disana

Istana-istana bertembokkan emas beratap zamrud merah delima

Buah-buahan ranum, manis dan mudah mengambilnya

Sungai-sungai yang mengalirkan susu, madu,  arak dan air tawar istimewa

Bahkan bidadari-bidadari setia bermata jeli nan tak berubah karena masa

 

Namun, bagaimana caranya?

Bagaimana caranya mendapatkan nikmat akhirat tertinggi itu?

 

Dan, ternyata…

Jawabannya sangat sederhana, layaknya makna kehidupan bagi yang telah mengenalinya

 

Kenikmatan tertinggi itu…

Adalah balasan yang Allah ta’ala berikan

Bagi manusia  yang merasakan kenikmatan tertinggi di dunia

 

Bukankah sangat sederhana?

Merasakan  kenikmatan akhirat tertinggi didahului dengan mendapatkan  kenikmatan dunia tertinggi?

Lalu apakah kenikmatan dunia tertinggi itu?

Kenikmatan yang seharusnya kita cari dan dapatkan dengan usaha tak kenal lelah

 

Ianya adalah…

Kesempurnaan dan kemanisan iman

Kecintaan sempurna dan kerinduan bertemu dengan-Nya

Perasaan tenang ketika mendekatkan diri

Serta, bahagia tatkala berzikir kepada-Nya

inspirasi dari : Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam “Ighaatsatul lahafaan

 

… tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al Hujurat 7-8)

Namun rasanya,.

Iman ini masih jauh, sangat-sangat jauh dari dua kata itu

Tidak akan seperti ini pula keadaan seorang pecinta dan perindu

Ketenangan dan kebahagiaan yang adapun terasa semu

Melihat wajahMu, mungkinkahku??

Hidup : Rangkaian Ujian

Hidup penuh liku-liku
ada suka ada duka
semua insan pasti pernah merasakannya
jalan hidup rupa-rupa
bahagia dan kecewa
baik buruknya sudah pasti ada hikmahnya

(sebuah lirik lagu dangdut)

Bismillah,.

Bada tahmid dan shalawat.

Ini adalah salah satu hal yang saya pikirkan terkait hidup dan kehidupan, setidaknya kehidupan saya sendiri.

Hidup adalah rangkaian ujian yang harus sesempurna mungkin terselesaikan. Ujian yang menimpa kadang berupa rangkain seri yang datang bertubi-tubi tanpa henti. Kadang juga berupa rangkaian paralel, yang sekalinya datang bersamaan membuat sesak pikiran dan hati. Ujian yang adapun bisa berupa ujian, yang menurut kita, ujian yang menggembirakan dan membahagiakan. Ada pula ujian, yang sekali lagi, menurut kita, menyengsarakan.

Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”.

(Al fajr : 15-16)

Banyak orang yang mendefinisikan jika ujian hanya berupa kesempitan hidup dan kesengsaraan kehidupan, namun pada dasarnya tidak demikian. Ujian bukan hanya kekurangan dalam sandang, pangan, papan serta ketakutan dan kekhawatiran kita akan keberlangsungan hidup dan masa depan, seperti masalah pendidikan, keluarga, percintaan, pekerjaan, pertikaian dengan orang lain serta masalah – masalah yang disebabkan diri sendiri dan sebenarnya ada dalam hatinya sendiri (galau mungkin salah satunya). Bukan hanya hal ini. Tetapi, melimpahnya harta bermilyar dollar, kendaraan dan rumah mewah, jabatan eksekutif dan kedudukan informal serta anak istri yang menyejukkan hati adalah bentuk ujian pula.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
(Albaqarah : 155-157)

Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.
(Azzumar : 49)

 

Karakteristik ujian

Ujian bersifat universal

Setiap individu manusia yang ada dimuka bumi, pastinya mengalami ujian. Dari yang hidup di pedalaman hutan terdalam sampai manusia yang hidup dihiruk pikuk kota metroplitan. Pun manusia yang paling primitif sampai manusia yang paling modern sekalipun. Semuanya mengalami ujian, dari yang hidup di jaman batu sampai sekarang hidup di jaman pentium i7 . Namun, ada yang berbeda bagi seorang yang beriman, karena ujian yang didapatkannya adalah sarana untuk mendekatkanya kepada Sang Maha Kuasa. Allah, Robbul alamin

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?  Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.

(Al ankabut : 2-3)

Jadi, ujian yang dianugerahkan Allah  adalah sebuah konsekuensi logis akan keimanan yang bersarang dihati hambanya. Dan,  mudah saja membuat parameter bagi seorang mukmin dalam menjalani ujian hidupnya ini. Cukup SATU PERTANYAAN : Apakah setiap ujian yang datang semakin membuatnya bertambah DEKAT kepada Allah, atau justru sebaliknya, balik kanan dan menjauh. Simpel sekali bukan? Tinggal dijawab masing-masing.

 

Ujian bersifat unik dan eksklusif

Setiap individu, memiliki ujian yang berbeda-beda, baik dari kadar maupun intensitasnya. Sangat variatif. Satu individu dengan individu yang lainnya tak ada yang sama jenisnya karena memang Allah Maha Mengetahui kapasitas individu dan beban yang pas yang mampu individu itu pikul. Dan sebagai seorang muslim, kita harus sangat-sangat meyakini jika ujian yang diberikan Allah tak akan pernah melebihi kapasitas kita. Dan kita harus sangat-sangat yakin pula, jika ujian yang diberikan pada kita adalah TERBAIK yang Allah berikan. 5W + 1H nya sudah superpresis, ga mungkin tertukar apalagi salah.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(Al-Baqarah : 286)

 

Ujian ada sampai nafas terakhir kita

Tak akan pernah berhenti ujian yang diberikan Allah karena sebegitu sayangnya Allah pada hamba-Nya, pada kita semua. Pembebanan yang diterima dari masa baligh akan terus ada sampai detik terakhir hidup kita. Setidaknya pembebanan sebagai ‘ibadullah,pembebanan sebagai khalifah fil ard dan pembebanan sebagai pengemban amanah dakwah.  Tak akan pernah berhenti. Dan ini masalahnya, kita tidak akan pernah tahu, ‘soal ujian’ yang mana yang merupakan soal terakhir yang Allah berikan. Karena mungkin saja, tulisan ini adalah ujian terakhir bagi sang penulis dan tak ada lagi ujian setelahnya. Serta 1001 kemungkinan soal ujian terakhir lainnya. Dan dari ujian-ujian yang telah Allah berikan, jika dicoba dihitung-hitung, ternyata, harus diakui dengan jujur, tidak semua ujian bisa selesai. Bahkan gagal total. Dan kemungkinan terpeleset dalam ujian selanjutnya terbuka menganga. Kiranya bukan karena rahmat dan ampunan Allah, entah bagaimana cara remedial ujian-ujian tersebut. Semoga saat mengerjakan ujian terakhir itu, bisa mengerjakannya dengan baik dan penuh kesungguhan. Khusnul khatimah ya robb, amin.

Ya Allah, Ya Robb

Kiranya setiap anugerah ujianMu padaKu

Semakin mendekatkanku padaMu

Sehasta demi sehasta

Selangkah demi selangkah

 

Hingga bisa kumerapat

Dan sangat berharap

Engkau akan sudi mendekap erat

Dalam kasih sayangMu

Dalam Rahmat ampunanMu

Dan jika rapotnya dibagikan nanti, berharap, dengan sangat, kita mampu mengambilnya dari tangan kanan kita dengan muka yang menyemburatkan cahaya indah keimanan

Semoga Akan Menjadi Lebih Sederhana

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
(Aku ingin, Sapardi Djoko Damono)

Hari ini (minggu, 13022012) kembali mendengar puisi itu, di tengah kerumunan anak-anak PAS Masjid Salman, namun dengan sedikit sentuhan yang membuatnya berbeda, musikalisasi.
Menjadikannya  semakin keren saja.^^

Jadi teringat,.
Sebuah rasa berjuta interpretasi,.
cinta…

Saya sangat sadar sebenarnya
Cinta yang ada antara kita dulu
Sangat terasa kompleks
baik dari sisi ikatan maupun reaksi yang ada

Bahkan saking kompleksnya
Hampir-hampir tidak terasa
Olehku
Aku acuh, Engkau terus menunggu
Tak bisa sederhana
Seperti yang seharusnya terjadi

Sadar sepenuh jiwaku
Rasa ini ada, ujung dan pangkalnya padaMu

Teringat
saat ku mencoba mendekat, Engkau lebih merapat

Teringat
saat kuberjalan pelan, Engkau berlari kencang
Dan mungkin,
hanya jalan pelan yang bisa kulakukan
Sekarang

Kadang
Sesekali terhenti jalanku yang pelan itu
Namun, sekali lagi, Engkau selalu menunggu
Bahkan pernah aku mundur, jalan kebelakang
Namun sekali lagi, Engkau tak pernah lelah menungguku
Kembali

Andai konsekuensi cinta ini
Bisa sesederhana interaksi awan dan hujan
Dan tak sekompleks hubungan kayu dan api
Namun nyatanya tidak seperti itu

Tapi
Akan aku coba leraikan reaksi-reaksi yang rumit itu
Dan kucoba kendurkan ikatanya satu-satu
Sehingga aku akan bisa mencintaimu dengan lebih sederhana
Sesederhana makna cinta sebenarnya

aku tak mudah untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku ku cinta
Aku tak mudah mengatakan
Aku jatuh cinta

Senandungku hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk Engkau
Tiada dusta sumpah ku cinta
Sampai ku menutup mata

(acha, sampai menutup mata)

Inilah Bidadari yang Keempat, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KEEMPAT

Dan inilah yang  terakhir. Ia merupakan cahaya mata baginda rasul. Jika ingin tahu sifat,karakter, cara bicara bahkan cara berjalan rasul versi perempuan, maka ialah yang paling mirip dengannya. Inilah Fathimah binti Muhammad.

Saya tidak melihat seorangpun yang cara berjalan, tingkah laku, pembicaraan, dan saat berdiri juga duduknya yang sangat mirip dengan rasullullah selain fatimah. (HR Tirmidzi)
Dari ketiga nama sebelumnya, mungkin Fathimah adalah contoh terbaik buat kita sekarang. Bisa di bilang paling representatif dengan jiwa muda kita.

Fathimah kecil adalah saksi pembangkangan kafir quraish terhadap apa yang dibawa oleh ayahnya. Ialah yang kemudian membersihkan pakaian rasul, saat kotoran ditimpakan padanya. Ia pula yang kemudian dengan lantang berorasi didepan kaum kafir yang menyakiti baginda rasul. Sungguh wanita yang sangat pemberani. Setidaknya ‘kecerewetan’ seorang wanita di tempatkan proporsional olehnya.

Fathimah juga mendapatkan tempa ujian yang dahsyat. Dari kecil, dia membersamai orangtuanya dalam embargo, membuatnya kehilangan masa kecil yang seharusnya nyaman dan mengasyikan, dan saat usianya belasan, ia harus rela untuk ditinggalkan sang ibu dan saudari-saudarinya yang lain. bayangkan betapa beratnya ditinggal ibu dan saudari-saudari tercinta dalam kurun waktu yang tidak telalu lama. Namun, bukan Fatimah namanya jika tidak tegar menghadapi ujian. Bahkan kemudian ia yang mengurusi setiap kebutuhan dari ayahandanya. Benar-benar contoh bakti yang luar biasa, itulah sebabny ia terkenal dengan sebutan ummu abiha (anak yang menjadi seperti ibu bagi ayahnya).

Dan tentu saja, tak lengkap jika membicarakan fatimah, namun tidak memibicarakan kisahnya bersama suaminya, Ali bin abi thalib. Kisah cinta mereka berdua memang menjadi teladan bagi muda-mudi dalam mengontrol setiap apa yang berkecamuk dalam hatinya. Bahasa gaulnya mungkin kegalauannya kali ya?? Rasa yang ada di hati fathimah , tersimpan sangat rapi. Kata cinta, terucapkan hanya ketika ia yang telah mengusik hatinya (ali) menjadi penyempurna separuh agamanya. Hal yang sangat langka untuk kurun waktu sekarang.

Dari kehidupan fatimah, kita juga mungkin banyak belajar tentang makna kesederhanaan dan penerimaan. kita tentu paham dengan kehidupan keluarganya yang pas-pasan, menuntutnya untuk lebih banyak berkorban dan bekerja dengan tanganya sendiri. Kehidupan awal-awal rumah tangga untuk pasangan muda. Padahal dia adalah putri kesayangan Rasul, manusia termulia. Coba sedikit kita renungkan nasehat nabi sekaligus ayah kepada putri kesayangannya.

“Kalau Allah menghendaki wahai Fathimah, tentu lumpang itu akan menggilingkan gandum untukmu. Akan tetapi Allah menghendaki agar ditulis beberapa kebaikan untukmu, menghapuskan keburukan-keburukan serta hendak mengangkat derajatmu
Wahai Fathimah, barangsiapa perempuan yang menumbukkan (gandum) untuk suami dan anak-anaknya, pasti Allah akan menuliskan untuknya setiap satu biji, satu kebaikan serta menghapuskan darinya setiap satu biji satu keburukan. Dan bahkan Allah akan mengangkat derajatnya.

Wahai Fathimah, barang siapa perempuan berkeringat manakala menumbuk (gandum) untuk suamiya. Tentu Allah akan menjadikan antara dia dan neraka tujuh khonadiq (lubang yang panjang).

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mau meminyaki kemudian menyisir anak-anaknya serta memandikan mereka, maka Allah akan menuliskan pahala untuknya dari memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menghalangi (tidak mau membantu) hajat tetangganya, maka Allah akan menghalanginya minum dari telaga “Kautsar” kelak di hari Kiamat.

Wahai Fathimah, lebih utama dari itu adalah kerelaan suami terhadap istrinya. Kalau saja suamimu tidak rela terhadap engkau, maka aku tidak mau berdo’a untukmu. Apakah engkau belum mengerti wahai Fathimah, sesungguhnya kerelaan suami adalah perlambang kerelaan Allah sedang kemarahannya pertanda kemurkaan-Nya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan mengandung janin dalam perutnya, maka sesungguhnya malaikat-malaikat telah memohonkan ampun untuknya, dan Allah menuliskan untuknya setiap hari seribu kebaikan serta menghapuskan darinya seribu keburukan. Manakala dia menyambutnya dengan senyum, maka Allah akan menuliskan untuknya pahala para pejuang. Dan ketika dia telah melahirkan kandungannya, maka berarti dia ke luar dari dosanya bagaikan di hari dia lahir dari perut ibunya.

Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan berbakti kepada suaminya dengan niat yang tulus murni, maka dia telah keluar dari dosa-dosanya bagaikan di hari ketika dia lahir dari perut ibunya, tidak akan keluar dari dunia dengan membawa dosa, serta dia dapati kuburnya sebagai taman diantara taman-taman surga. Bahkan dia hendak diberi pahala seribu orang haji dan seribu orang umrah dan seribu malaikat memohonkan ampun untuknya sampai hari kiamat. Dan barangsiapa orang perempuan berbakti kepada suaminya sehari semalam dengan hati lega dan penuh ikhlas serta niat lurus, pasti Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan kepadanya pakaian hijau (dari surga) kelak di hari Kiamat, serta menuliskan untuknya setiap sehelai rambut pada badannya seribu kebaikan, dan Allah akan memberinya (pahala) seratus haji dan umrah.
Wahai Fathimah, manakala seorang perempuan bermuka manis di depan suaminya, tentu Allah akan memandanginya dengan pandangan’rahmat’.

Wahai Fathimah, bilamana seorang perempuan menyelimuti suaminya dengan hati yang lega, maka ada Pemanggil dari langit memanggilnya”mohonlah agar diterima amalmu. Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu maupun yang belum lewat”.

Wahai Fathimah, setiap perempuan yang mau meminyaki rambut dan jenggot suaminya, mencukur kumis dan memotongi kukunya, maka Allah akan meminuminya dari ‘rahiqil makhtum dan sungai surga, memudahkannya ketika mengalami sakaratil maut, juga dia hendak mendapati kuburnya bagaikan taman dari pertamanan surga, serta Allah menulisnya bebas dari neraka serta lulus melewati shirat”
Namun, kita tentu bisa lihat, hasil dari apa yang ia lakukan, dari setiap ujian dan dari setiap pengorbanan yang dilakukannya. Allah mengangkat derajatnya dunia akherat dan melahirkan dari rahimnya anak-anak yang menjadi penerus keturunan Rasullullah.

Walaupun, hidupnya tidak lebih dari 30 tahun, namun inspirasi yang diberikan Fathimah sewajarnya terus hidup bagi wanita-wanita genersi setelahnya. Termasuk generasi kita sekarang.

Ohh iyaa, ada satu hal yang menarik.
Ali dan fatimah adalah sama-sama orang yang cukup cakap dalam bersyair dan bersastra. Cukup banyak syair-syair yang  dibuat oleh fatimah dan tak terhitung syair yang di buat oleh ali. Pokoknya mereka berdua, teladan deh bagi pasangan muda.hehe

Demikian saudara-saudariku sedikit kisah wanita terbaik dunia akherat. Dari kisah diatas kita bisa mengmbil banyak sekali persamaan yang ada pada mereka.
Ujian yang mereka dapat tentu saja bukan ujian yang ecek-ecek, tapi sebanding dengan julukan yang kemudian ada pada mereka,wanita terbaik dunia dan akherat. Jadi ya, jangan khawatir bagi mereka yang mendapatkan ujian yang berat, barangkali Allah tengah mengupgrade diri kita, sehingga menjadi pribadi yang lebih berharga disisiNya.

Mereka juga terkenal dengan wanita mutakamil atau wanita yang sempurna. Baik dari sisi lahiriah maupun ruhiah. Mereka terkenal dengan sebutan jamilatul jamil  (Cantik dari yang tercantik), itu dari sisi lahir sedangkan dari sisi ruhiah, mereka terkenal dengan sebutan albatul atau atthohrohyang berarti  suci. Sempurna kan yaa??

Dari keempat nama tersebut, kita juga bisa melihat, karakter atau sifat luar biasa yang seharusnya melekat pada seorang ibu. Asiyah dengan musa, walau ia hanya anak angkatnya, Maryam dengan isa, Khadijah dengan anak-anaknyany yang cukup banyak ,serta Fathimah dengan para pemuda penghulu surganya. Kasih sayang mereka, didikan dan teladan mereka pada anak-anaknya itulah kunci keberhasilan pengasuhan mereka. Ibu memang sosok luar biasa, kita pasti sepakat dengan kalimat barusan.

Kisah mereka mungkin menjadi pembelajaran bagi kaum wanita khususnya, bahwa dalam islam, tidak membatasi potensi kebaikan dan kebermanfaatan yang mungkin dilakukan dari seorang wanita. Apakah itu menjadi engineer, dokter, farmasist, scientist, guru, ahli gizi, plantologist, polwan, entrepreneur,  dan profesi lainnya. Namun, tentu saja,  tidak boleh melupakan potensi kebaikan dan kebermanfaatan  terbesar yang  Allah berikan kepada kaum wanita, yaitu menjadi ibu. Mengandung, melahirkan dan mendidik anaknya dengan didikan robbani.

Saksikanlah, Ya Allah, Bahwasanya saya telah menyampaikan…

Referensi:
4 wanita terbaik dunia akherat, ali awudh uwaidhoh dan Najib Khalid al Amir
Kebebasan wanita jilid 1,abdul halim abu syuqqoh
Wanita-wanita hebat pengukir sejarah, Ibrahim mahmud abdul radi
Ali bin abi thalib the glorious, abdurrahman assyarqowi

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari penantian

Inilah Bidadari yang Ketiga, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KETIGA

Inilah sosok wanita yang tak kalah supernya, beliau merupakan istri al amin, Muhammad.
Butuh keberanian yang tinggi untuk ‘nembak duluan’ bagi seorang wanita, Khadijah yang memang meilhat keistimewaan dan budi pekerti yang luhur dari Muhammad, tentu tidak ingin kehilngan kesempatan untuk bersanding dengan sosok seperti Muhammad. Dan tentu saja, apa yang dilakukannya membutuhkan mental baja, terlebih dengan backgroundnya sebagai janda. Tapi apakah itu membuat dirinya menjadi hina??
Tidak sama sekali kawan.

Gambaran sosok Khadijah di mata saya sebenernya cukup simpel, Khadijah adalah teladan sejati para istri dalam rangka ketaatannya pada suami. Teman-teman disini mungkin lebih tahu kisahnya.
khadihah adalah wanita pertama yang mengakui kenabian suaminya, karena memang dia yang paling paham karakter dan sifat dari suaminya.

Demi Allah, sesungguhnya Allah selamanya tidak akan pernah menghinakanmu. Demi Allah sungguh engkau telah menyambung tali silaturahmi, jujur dalam berkata, membantu orang yang tidak bisa mandiri, engkau menolong orang miskin, memuliakan (menjamu) tamu, dan menolong orang-orang yang terkena musibah”
(HR Al-Bukhari I/4 no 3 dan Muslim I/139 no 160)

Dan kita semua tahu bagaimana support terbaik diberikan Khadijah kepada baginda rasul, dengan konsekuensi yang tidak murah dan mudah. Hampir semua harta yang ia dan Nabi Muhammad miliki, digunakan untuk pergerakan dakwah islam. Ia rela membersamai Rasullullah selama 3 tahun dalam embargo ekonomi dan sosial yang dilakukan kaum kafir quraish, coba bayangkan kondisi embargo yang membuat bani hasyim harus makan rumput kasar padang pasir. Dan Ia, tetap setia, sekali lagi ia tetap setia kawan.

“Dia (Khadijah) beriman kepadaku disaat orang-orang mengingkari. Ia membenarkanku disaat orang mendustakan. Dan ia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tiada mau”.
(HR. Ahmad)

Wajar jika baginda rasul sendiri tidak bisa menduakan Khadijah selama ia hidup, padahal Rasul mampu melakukan itu, bahkan setelah Khadijah wafatpun butuh waktu lebih dari 1 tahun bagi baginda rasul sampai kemudian menikah lagi. Emang ada seorang laki-laki yang mampu menyakiti hati dan melupakan sosok seperti Khadijah??
Saya rasa tidak ada.^^

Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belum pernah aku cemburu kepada istri – istri nabi lainnya kecuali kepada khadijah,padahal aku belum pernah bertemu dengannya.”
Ia melanjutkan setiap kali Rasulullah menyembelih seekor kambing beliau berkata ”Kirimlah daging ini kepada teman – teman Khadijah!”
Pada suatu hari aku membuat beliau marah .
Aku berkata :”Khadijah?”
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam berkata:”Sesungguhnya aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya.”
(HR.Muslim )

Jangan tanya tentang kemandirian yang ada pada diri Khadijah. Dialah salah satu saudagar makkah yang sukses, sebuah pelajaran penting bagi kaum hawa untuk menjadi pribadi yang mandiri dan profesional. Rumah tangga yang di bangun bersama Muhammadpun termasuk rumah tangga yang santun dan dewasa, karena dalam keberjalanannya tidak pernah sekalipun mereka beradu kata-kata kasar, apalagi hujatan. Bahkan Khadijah tidak pernah ‘manyun’ dihadapan Muhammad, pun setelah ia diangkat menjadi Rasul. huuuffftttt,..
Khadijah tuh ideal banget deh pokoknya.^^

Dan setiap apa yang dilakukannya mendapatkan balasan terbaik dari Robbnya.
Bersabda Rosulullah saw : ” 
Wahai Khodijah , ini malaikat Jibril telah datang dan menyuruhku untuk menyampaikan salam dari Allah kepada-mu dan memberikan kabar gembira kepadamu dengan rumah yang terbuat dari kayu , tidak ada keributan dan rasa capai di dalamnya . ”
( HR Bukhari  dan Muslim )

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari kasetiaan

Inilah Bidadari yang Kedua, Engkaukah yang Kelima??

BIDADARI KEDUA

Dan inilah wanita kedua, seorang wanita yang namanya paling masyur didunia dan akherat. Jika kita coba hitung, lebih dari 3/5 penduduk dunia saat ini, tahu namanya. Namanya begitu harum, sampai-sampai menjadi nama seorang wanita yang paling banyak disebut dalam Al-Qur’an, bersanding dengan nama ayahnya yang mulia pula. Dialah Maryam binti Imron, namanya terabadikan dalam alquran surat ke-19, sedangkan nama ayahnya pada surat ke-3.
Sebuah penghargaan yang luar biasa bukan??

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).
(Al-imran : 42)

Dan inilah sedikit hikmah dari kehidupannya.

Analisis yang pertama ini mungkin sering saya ungkapkan, bagaimana ‘gen’ orang tua berpengaruh langsung kepada anaknya. Imron dan Hanna sebagai orang tua dari Maryam adalah orang yang terkenal akan kesalehan dan tranck record kebaikannya, wajar jika kemudian Maryam menjadi sosok yang banyak diingikan oleh kaumnya ketika ia dilahirkan. Bukankah hak pertama seorang anak adalah dilahirkan dari seorang wanita (atau laki-laki) yang shaleh??

 Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”.
(Maryam : 28)

Kedua, lingkungan tumbuh kembang seorang Maryam kecil yang sangat kondusif. Kita semua tahu, Maryam akhirnya diasuh oleh nabi Zakariya setelah masyarakat luas berlomba untuk mengasuhnya. Maryam kemudian ditempatkan khusus di mihrob baitul maqdis. Sebuah lingkungn yang begitu bagus dan istimewa (di asuh oleh nabi) untuk menjadikannya seorang wanita yang super shalehah dan super dekat dengan Allah. Bahkan disebutkan, Maryam adalah sosok wanita yang tidak pernah meninggalkan qiyamullail dan memiliki waktu puasa yang khusus, yaitu 2 hari berpuasa dan 1 hari berbuka. Yahh,bisa jadi penyemangtlah bagi yang qiyamullailnya masih males-malesan dan puasa senen kamis aja jarang,hehe,.

Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku.
(Al-imran : 43)

Dan, ada yang tahu pada usia berapa Maryam mendapatkan ujian untuk mengandung dan melahirkan nabi Isa as??

Usia 13 tahun kawan!!!

ini menandakan kedewasaan yang terbentuk pada jiwa dan diri Maryam, sehingga  Allah kemudian mengujinya dengan kehamilan tanpa ayah dan menjadikannya seorang ibu bagi nabi yang mulia.
Kalo yang ini bener-bener berat untuk dibandingkan dengan wanita jaman sekarang, cepat nambah tua lambat dewasa,hehe,.

Coba ukhti yang membaca ini, mengingat kembali saat usianya 13 tahun, apa yang dpikirkan dan apa yang banyak dilakukan?? Dan sekarang, ketika kebanyakan usianya kepala 2 (sahabat-sahabat penulis), mungkin masih bisa di hitung jari yang sudah siap untuk bla3bla3…(Tahu sendirilah yaa maksudnya)

Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat Rabbnya dan Kitab-KitabNya, dan dia adalah termasuk orang-orang yang taat.
(At-tahrim: 12)

Tibalah bagi Maryam dan anaknya untuk hijrah ke negeri mesir dikarenakan keamanan yang memburuk di negeri para nabi, 12 tahun lamanya dia menetap di mesir, perjuangan membesarkan nabi Isa as dilakukannya dengan penuh kesabaran,  jangan dikira Maryam hanya leha2 saja disana, perjuangannya untuk memberikan makan anaknya dilakukan sendiri dengan menjadi buruh tani gandum, sekali lagi, semua ini dilakukan oleh seorang Maryam, wanita terbaik dunia akherat, bayangkan perjuangannya kawan, perjalanan jauh dari Palestina ke Mesir, panas terik di ladang sambil membesarkan nabi Isa as. Dan, kita tahu bersama hasil didikan Maryam, seorang nabi yang terkenal karena kesantunan dan kasih sayangnya. sampai akhir hayatnya, Maryam selalu setia mandampingi putranya dalam menyebarkan agama tauhid dimasyarakat.
Super sekali emang wanita yang satu ini.

Benar-benar menjadi teladan sejati wanita seantero dunia.

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari ketaatan

Inilah Bidadari Pertama, Engkaukah yang Kelima??

Bismillah,.

Dulu sering sekali mempertanyakan,jika seorang laki-laki mempunyai sosok Nabi Muhammad sebagai teladan utama,lalu bagaimana dengan kaum wanita?? Siapa teladan terbaik bagi mereka?? Karena menurut saya, tidak mungkin bagi seorang wanita, apalagi dalam islam, untuk di ombang ambing ga jelas,termasuk didalamnya perihal keteladanan.

Dan akhirnya, setelah melalu perjalanan panjang dan berliku (lebai), saya menemukan jawabannya, sebuah jawaban yang diberikan oleh ia yang ucapannya selalu mngandung hikmah dan pembelajaran.

Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah maryam binti imran, asiyah binti muzahim, khadijah binti khuwailid dan fathimah binti muhammad. Sedangkan keutamaan aisyah atas seluaruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.
(HR Bukhori)

Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu maryam binti imran, khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah binti muzahim, istri fir’aun.
(HR ahmad dan tirmidzi)

Sebaik-baik wanita penduduk surga adalah khadijah binti khuwailid, fathimah binti muhammad dan asiyah istri fir’aun.

(HR ahmad)

Tapi ya itu, nama-nama tersebut hanya akan menjadi nama saja, jika kita tidak mengetahui kisah hidup, bara api semangat perjuangan serta pancaran cahaya keimanan yang bersemburat indah dari mereka.

Sudah sewajarnya, kita sebagai ummat islam, tahu tentang kisah mereka,para wanita terbaik dunia dan akherat, terutama kaum hawa. Bacalah biografi mereka dan dapatkan hikmah terbaik dari mereka. Apa yang akan saya share hanya sebagian kecil saja. Namun, mudah-mudahan memberikan kebaikan bagi kita semua.

BIDADARI PERTAMA

Sebuah keniscayaan, bagi mereka yang  Allah muliakan di dunia dan akherat untuk mengalami ujian yang berat untuk menentukan kadar kualitas mereka, tentulah kita sudah familiar akan siksaan dahsyat yang dialami Asiyah binti Muzahim sampai ia harus meregang nyawa dibawah salib dan terik panas matahari, setelah sebelumnya disiksa dengan siksaan yang berat. Sampai-sampai  Allah  mmbocorkan sdikit rahasiaNya. Dengan menampakkan istana surga pada Asiyah. Benar-benar sebuah pembelajaran iman bagi kita. inilah konsekuensi terberat dari makna keimanan.

Dan Allah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mudalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.
( QS Attahrim: 11)

Dari Asiyah pula kita belajar akan fitrah indah dari seorang wanita, ketika Allah menganugerahkan kasih sayang kepadanya ketika musa dihanyutkan d sungai nil. Reflek saja baginya untuk meminta kepada firaun untuk mengasuh Musa kecil. Dan firaunpun, seperti laki-laki lainnya, kadang tak kuasa jika berhadapan dengan keinginan wanita. Fitrah yang sering kita lihat, dari ibu kita,kakak atau adik perempuan kita, serta kaum wanita lainnya, mudah sekali bagi mereka untuk menampakkan kasih sayangnya, terutama pada anak kecil. Bawaannya pengen ngegendong terus kali yaa??

Lihat betapa luwesnya mereka, bandingkan dengan kaum bapak, yang bahkan untuk menggendong aja banyak yang kaku. Tidak heran ketika  masih kecil, jika seorang laki-laki cenderung bermain bola dan kelereng, bahkan seorang balita perempuan bermain ibu-ibuan pada bonekanya. Sebuah fitrah yang indah bukan??

Dan berkatalah isteri Fir’aun: “(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak”, sedang mereka tiada menyadari.
( QS Al-qoshos:9)

Dari Asiyah pula kita belajar tentang arti kesabaran, mungkin teman-teman juga bisa membayangkan jika mempunyai pasangan seperti fir’aun, dengan sifatnya yang congkak, bahkan mengaku sebagai Tuhan. Pastinya harus luar biasa sabar menghadapi orang seperti ini.
Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
(QS Al-qoshos:4)

Asiyah juga menggambarkan dengan jelas, jika keimanan sudah terpatri kuat dalam hati, lingkungan yang luar biasa penuh dengan nuansa kemusrikan dan kekufuran tidak menggoyahkan keimanannya sedikitpun.
Apalagi mereka yang mendapati dalam hidupnya nuansa penuh dengan keimanan,.harus benar-benar bersyukur tuh.

Dan mungkin, inilah bagian yang sedikit sulit untuk saya kemukakan, seperti yang telah saya sebutkan, Asiyah lebih memilih kematian daripada menggadaikan keimanannya. Bayangkan kawan, pengorbanan yang telah ia lakukan, semua fasilitas terbaik sebagai seorang permaisuri, semua materi yang ada dan semua kenikmatan dunia terbaik yang telah menyatu dalam kehidupannya. Semuanya dia korbankan. Entah bisa kita bandingkan dengan wanita jaman sekarang atau tidak,  yang katanya realistis padahal aslinya materialistis, menuntut berlebihan pada ayah atau suaminya. Yahh, mungkin karena belum tahu kisah Asiyah yaa??hehe

Kita benar-benar  banyak mendapatkan hikmah dan pembelajaran dari kehidupanmu, wahai permaisuri mesir yang dirahmati Allah.

Ijinkan suatu masa nanti

Kami bertemu dengannya ya Robb

Setidaknya untuk mengatakan

engkau telah benar-benar memberikan inspirasi arti dari keimanan

Teladan Wanita Shalehah dan Penyejuk Mata

Yang sempurna dari kaum lelaki sangatlah banyak, tetapi yang sempurna dari kaum wanita hanyalah Maryam binti Imran, Asiyah binti Muzahim, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad. Sedangkan keutamaan Aisyah atas seluruh wanita adalah seperti keutamaan tsarid (roti yang diremukkan dan direndam dalam kuah) atas segala makanan yang ada.
(HR Bukhori)

Cukuplah wanita-wanita ini sebagai panutan kalian. Yaitu Maryam binti Imran, Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad dan Asiyah binti Muzahim, istri fir’aun.
(HR Ahmad dan Tirmidzi)

Para penghuni surga yang dimuliakan Allah adalah Maryam binti Imron, Asiyah istri Fir’aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fathimah binti Muhammad.
(HR aththabroni)

Hanya ingin kembali berbagi

Merekalah teladan nyata bagi para wanita shalehah dan yang ingin menjadi penyejuk setiap mata

jika engkau tahu kisah perjalanan hidup mereka
niscaya engkau akan semakin percaya
bahwasanya bidadari surga itu
benar-benar ada
*kapan-kapan deh yaa dijabarin satu persatu,.^^

SENJA KALA HIDAYAH

Mendekatlah engkau kedalam pelukanku
Agar dapat kupecahkan seribu ketakutanmu
Takkan kubiarkan satu hal saja melukai hatimu
Walau ku sadari lelaki ini memang tidak sempurna
Tapi bersama Allah
Ku yakin semua akan baik-baik saja

Sempurkan setengah agamaku
Biar ku cintai semua kekuranganmu
Ajarkan aku menerima mensyukuri dan dewasakan hidup ini
Bersamamu terukir kisah makna cinta sejati
Karena bersama Allah
Ku yakin semua akan baik-baik saja
Ku yakin semua akan baik-baik saja

(thufail al ghifari)

hmmmmm,.
kapan yaahhh??

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.